Yuk, Ajarin Anak 10 Sopan Santun ini Sejak Dini

Jessica,
0

Anak-anak ibarat kertas putih yang menunggu coretan terindah orang tua dan lingkungannya. Tentu hanya yang terbaik ingin ditularkan kepada sang buah hati. Namun, hal itu membutuhkan pembiasaan dan pengajaran sedari dini. Termasuk soal sopan santun. Dengan mengajarkan sopan santun sejak usia dini, maka harapan menjadi anak yang baik akan lebih mudah jadi kenyataan.

Tidak perlu yang rumit-rumit dulu, sepuluh contoh sopan santun berikut ini tentunya mudah ditirukan oleh anak Anda. Simak rinciannya berikut ini.

Belajar Menghormati Orang yang Lebih Tua, Dimulai dari Panggilan

cdn.rockingmama.id

cdn.rockingmama.id

Ini tentunya hal ringan yang pasti mudah ditiru anak-anak. Ajarkan memanggil saudara dan orang-orang yang lebih tua, bahkan orang yang belum dikenalnya dengan panggilan sesuai tradisi yang berlaku di keluarga atau masyarakat Anda. Bisa kak, om, paman, atau tante misalnya.

Meminta dan Memberi Maaf

1.bp.blogspot.com

1.bp.blogspot.com

Bila tak terbiasa, orang akan merasa gengsi atau rendah, jika meminta maaf terlebih dahulu. Karenanya, belajar mengucapkan maaf sejak dini merupakan etika yang penting. Saat anak-anak bermain dan cekcok dengan temannya, jadilah penengah yang bisa melatih mereka saling meminta maaf.

Meminta Tolong dan Berterimakasih

cdn.rockingmama.id

cdn.rockingmama.id

Meminta tolong merupakan cara sopan untuk memerintahkan orang membantu kita. Sedangkan ucapan terima kasih menjadi bentuk apresiasi positif pada tindakan si penolong. Mulai biasakan si kecil untuk meminta bantuan dengan sopan memakai kata tolong, dan mensyukurinya dengan berterimakasih.

Meminta Izin dengan Permisi

cdn.rockingmama.id

cdn.rockingmama.id

Norma yang ringan diajarkan pada anak-anak selanjutnya ialah ucapan permisi atau yang sejenis. Ucapan ini lazim digunakan untuk meminta izin melakukan sesuatu yang mungkin kurang pantas. Misalnya lewat di depan orang tua yang duduk ataupun akan masuk ke kamar Ayah dan Bunda, jika anak Anda sudah tidur sendiri.

Tidak Menyela Pembicaraan Orang Tua dengan Tamu

Anak juga harus diajarkan etika kepada tamu sejak dini. Jelaskan padanya bahwa menyela pembicaraan ayah atau bunda ketika sedang ngobrol dengan tamu itu tidak baik. Ajari ia untuk menunggu saat orang sudah selesai bicara atau sedang jeda.

Mengetuk Pintu dan Mengucap Salam

Mulai ajari anak Anda sopan santun berkunjung dengan mengetuk pintu dan mengucap salam terlebih dulu. Bahkan bagi yang muslim, masuk ke rumah sendiri pun dianjurkan untuk mengucapkan salam sebagai doa keberkahan keluarga.

Bicara dengan Menatap Lawan Bicara

magazine.orami.co.id

magazine.orami.co.id

Sopan santun yang satu ini juga harus diajarkan sejak dini. Jelaskan bahwa dengan menatap lawan bicara, merupakan cara untuk menghormatinya dan menunjukkan bahwa kita memperhatikan pembicaraan. Di luar sopan santun, menatap lawan bicara bisa menjadi bekal keberanian si kecil.

Jiwa Sosial, Mulai dari Hal Kecil

Membentuk pribadi dermawan dan suka menolong juga baik dibiasakan sejak dini. Saat memberi sedekah ke pengemis, suruhlah anak Anda yang memberikan uang. Bisa juga ketika belanja di minimarket, sejumlah uang kembalian langsung Anda serahkan pada si kecil untuk dimasukkan ke kotak amal yang biasa dipasang.

Menghormati dan Kasih Sayang Sesama

Bimbing anak Anda untuk tidak menghina temannya yang kurang beruntung atau sedang melakukan kesalahan. Sopan santun ini baik ditanamkan sejak kecil agar anak memiliki rasa hormat pada sesama dan juga kasih sayang.

Tidak Mengucapkan Kata-kata Negatif dan Kasar

Sopan santu dalam berkata juga harus ditanamkan sejak dini. Jangan biarkan anak Anda menirukan ucapan kasar, makian, ataupun ejekan yang ia dengar dari lingkungan. Jelaskan bahwa hal itu tidak baik dan bukan ciri anak yang baik. Berikan juga teladan dengan tidak mengeluarkan kata kasar di hadapan anak.

Nah, itulah 10 sopan santun yang patut diajarkan sejak dini. Mungkin lain tempat lain pula tradisi kesopanan yang berlaku. Namun, 10 poin di atas merupakan hal yang umum berlaku.

Be the first to write a comment.

Your feedback