Inilah 8 Masalah Kesehatan Mental Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Jessica,
0
Kesehatan Mental Anak

Masalah kesehatan mental anak, dari yang ringan sampai serius. Yuk kenali lebih jauh agar tahu cara mengatasinya!

Kesehatan mental anak adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua. Aspek tersebut dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan sosial setiap anak. Karena itu, seorang anak harus memiliki kondisi mental yang baik, sehingga ia bisa memaksimalkan potensi dalam diri. Di sisi lain, kesehatan mental yang baik juga bisa membuat anak menjalani kehidupan mereka dengan lebih positif.

Tentu saja ada banyak faktor yang bisa memengaruhi kesehatan mental anak, baik itu secara negatif ataupun positif. Oleh karenanya, setiap orang tua harus belajar untuk lebih peka terhadap keadaan emosional anak mereka. Berikut adalah delapan masalah kesehatan mental anak yang wajib diwaspadai para orang tua.

 

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Kesehatan Mental Anak

parentingforbrain

Gangguan otak ini sangat umum di kalangan anak-anak dan remaja. Namun, ADHD juga dapat berlanjut hingga dewasa. Penderita ADHD biasanya memiliki kesulitan untuk duduk tenang dan berkonsentrasi pada hal-hal tertentu. Sikap hiperaktif juga disebut sebagai salah satu tanda paling umum dari kondisi ini. Jika tidak ditangani dengan baik, anak dengan ADHD tentunya akan sulit mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Anak dengan obsessive compulsive disorder umumnya akan memeriksa, menyentuh, atau memikirkan hal yang sama berulang kali. Dorongan itu memang sangat sulit untuk dikendalikan. Karena takut perilaku mereka dicap aneh, penderita OCD biasanya akan menyembunyikan hal tersebut dari orang-orang terdekat, seperti orang tua, saudara, atau teman.

 

Fobia Sosial

Kesehatan Mental Anak

paratic

 

Masalah kesehatan mental anak yang satu ini perlu mendapat perhatian serius dari orang tua. Fobia ini akan membuat anak Anda kesulitan untuk membangun komunikasi dengan orang lain. Akibatnya, anak pun menjadi susah menjalin pertemanan dan selalu takut untuk terlibat dalam kegiatan sosial.

Generalized Anxiety Disorder

Penderita gangguan kecemasan ini biasanya ingin segalanya sempurna dan sangat kritis terhadap diri sendiri. Mereka juga memiliki kecemasan pada banyak hal. Pada akhirnya, kondisi tersebut sering membuat anak merasa takut untuk mencoba hal-hal baru. Mereka bahkan lebih memilih untuk mengisolasi diri dari dunia luar.

 

Oppositional Defiant Disorder (ODD)

Kesehatan Mental Anak

squarespace

 

Jika seorang anak terus-menerus menciptakan masalah serius, baik itu di rumah, sekolah, atau dengan teman sebayanya, ia bisa didiagnosis dengan oppositional defiant disorder. Kondisi ini umumnya dimulai sebelum umur 8 tahun atau paling lambat di bawah usia 12 tahun. Anak dengan ODD memang suka bertindak berlawanan atau menentang orang-orang yang mereka kenal dengan baik, seperti guru atau orang tua.

Gangguan Bipolar

Gangguan otak ini terbilang serius dan bisa memicu perubahan suasana hati yang tidak biasa. Bahkan, penderita bipolar juga kerap mengalami perubahan perilaku yang ekstrem. Adakalanya mereka terlihat begitu bersemangat, tapi kemudian di waktu yang lain menunjukkan suasana hati yang murung.

 

Gangguan Spektrum Autisme (GSA)

Kesehatan Mental Anak

alrai

 

Kondisi ini umumnya muncul pada anak usia dini, yakni sebelum usia 3 tahun. Walaupun gejala dan tingkat keparahan dari GSA bervariasi, kondisi tersebut dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Anak dengan GSA juga menunjukkan tanda-tanda seperti perilaku berulang dan kesulitan dalam membaca bahasa non-verbal.

 

Conduct Disorder

Kesehatan Mental Anak

inarkansas

 

Conduct disorder hampir sama dengan oppositional defiant disorder. Kondisi ini juga membuat seorang anak selalu menentang peraturan atau norma sosial yang berlaku di rumah atau sekolahnya. Ia juga suka bertindak sebagai pengganggu. Hal itu sengaja ia lakukan agar terlihat kuat di mata orang lain. Selain itu, sikap tidak disiplin, sering bolos, dan suka berbohong juga menjadi tanda paling umum dari conduct disorder.

Yuk lebih peka terhadap kesehatan mental anak! Dengan memahami kondisi emosional anak, Anda tentunya akan lebih mudah mengontrol perkembangan sang buah hati.

Be the first to write a comment.

Your feedback