5 Kiat Menanamkan Pendidikan Karakter dalam Keluarga

0
75
Belajar Tanggung Jawab
Belajar Tanggung Jawab

Kurikulum yang diterapkan oleh sistem pendidikan di Indonesia saat ini menekankan pada pembentukan karakter. Pendidikan karakter tersebut diterapkan di seluruh tingkat pendidikan, dari mulai pendidikan dasar, menengah, hingga ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Karakter yang harus dimiliki meliputi perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, toleran, serta santun dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Sebelum anak mulai memasuki lembaga pendidikan resmi seperti sekolah, keluarga sebagai sistem sosial pertama yang ditemui oleh anak sebenarnya bisa menjadi sarana utama dalam menerapkan karakter-karakter tersebut. Orang tua bisa berperan penuh dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak, sementara anggota keluarga yang lain bisa ikut mendukung.

Lalu, bagaimana cara menerapkan pendidikan karakter pada anak-anak di rumah? Berikut adalah lima kiat yang bisa diterapkan orang tua untuk menanamkannya di lingkungan keluarga.

  1. Selalu berikan contoh yang baik pada anak

Contoh Baik
Contoh Baik

Anak adalah peniru ulung. Di masa-masa awal kehidupannya, anak cenderung menirukan apa saja yang dilakukan oleh lingkungan terdekatnya. Karena alasan itulah, orang tua harus selalu memberikan contoh yang baik. Dibandingkan menyuruh atau mendikte anak agar melakukan sesuatu, pemberian contoh langsung yang dilakukan orang tua akan lebih efektif dalam menanamkan pendidikan karakter.

Dalam menerapkan sikap santun, misalnya, orang tua bisa mencontohkannya saat berinteraksi dengan sesama anggota keluarga atau dengan lingkungan masyarakat terdekat seperti tetangga. Jika anak memperhatikan perilaku santun orang tuanya, mereka pun akan melakukan hal yang sama saat berinteraksi dengan orang lain atau temannya.

  1. Libatkan anak dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah

Belajar Tanggung Jawab
Belajar Tanggung Jawab

Kenalkan perilaku bertanggung jawab dengan cara melibatkan anak dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Contoh sederhana bisa diterapkan ketika anak bertengkar dengan saudaranya karena ingin memainkan mainan yang sama.

Saat situasi ini terjadi, orang tua bisa memberikan kemungkinan yang harus dipilih anak agar masalahnya bisa diatasi. Anak bisa diberikan pilihan antara memberikan mainan lain untuk dipinjamkan, memintanya untuk memainkan mainan secara bergiliran, atau mengalah dan meminjamkan mainan tersebut pada saudaranya. Biarkan anak memilih solusi terbaik menurut dirinya sehingga dia bisa bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.

  1. Tanamkan kepercayaan pada anak

Memberi Kepercayaan
Memberi Kepercayaan

Kepercayaan diri perlu dimiliki seorang anak untuk bisa melakukan tugas-tugasnya dengan baik. Orang tua berperan penting dalam menanamkan kepercayaan tersebut. Berikan tugas-tugas yang sesuai dengan tingkatan usia anak dan selalu yakinkan anak jika mereka bisa melakukan tugas yang diberikan tersebut.

  1. Terapkan sistem ‘reward and punishment

Reward & Punishment
Reward & Punishment

Tanamkan kedisiplinan dengan menerapkan sistem reward and punishment (imbalan dan hukuman). Beri anak imbalan ketika dia berhasil melakukan sesuatu atau mampu melakukan tugasnya dengan baik.

Perlu diperhatikan jika imbalan yang diberikan tidak perlu berlebihan agar anak tidak melakukan tugasnya hanya untuk mendapatkan hal tersebut. Hadiah-hadiah kecil seperti pujian atau memberikan makanan kesukaannya adalah beberapa contoh imbalan yang bisa memotivasi anak mempertahankan perilaku baiknya.

Sebaliknya, jika anak berperilaku kurang baik, jangan segan memberikan hukuman. Dalam hal ini, orang tua perlu mempertimbangkan hukuman yang tepat. Tidak terlalu keras, tetapi juga bisa membuat anak jera untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

  1. Ajak anggota keluarga lain untuk ikut bekerja sama

Kerjasama Keluarga
Kerjasama Keluarga

Pendidikan karakter dalam keluarga tidak semata-mata bersifat dua arah antara orang tua dan anak, tetapi meluas pada anggota keluarga yang lain. Ajak mereka bekerja sama dalam memberikan contoh yang baik, mendorong kepercayaan diri anak, juga memberikan penerangan terhadap sistem imbalan dan hukuman yang diterapkan.

Menanamkan pendidikan karakter dalam keluarga memang gampang-gampang-susah. Oleh karena itu, kiat-kiat di atas diharapkan dapat menjadi acuan Anda dalam menerapkannya di lingkungan yang paling dekat dengan anak untuk mendukung kehidupan sosial mereka di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here