Selain sebagai Sumber Informasi, Literasi Sarat Manfaat bagi Pelajar dan Mahasiswa

Jessica,
0
assets-a1.kompasiana.com

Berbagai medium yang digunakan sebagai sumber informasi. Mulai dari berupa audio, video, hingga yang paling awet: tulisan. Bahkan, sejak dahulu sekali, manusia telah bertukar informasi menggunakan tulisan. Hal itu dibuktikan dengan adanya ukiran simbol-simbol unik di dinding-dinding gua, atau karakter-karakter rumit pada hieroglif-nya Mesir kuno.

Namun, sepesat apa pun perkembangan teknologi, kegiatan literasi masih tetap menduduki posisi teratas. Sebuah tulisan bisa dikatakan berumur lebih panjang daripada sumber informasi lainnya. Oleh sebab itulah, budaya literasi perlu dilestarikan dalam masyarakat, terutama pada kalangan pelajar dan mahasiswa.

Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan mengapa literasi merupakan hal yang istimewa.

Sebuah Tulisan Tak Pernah Kedaluwarsa

Sebuah Tulisan Tak Pernah -Kedaluwarsadimasnovriandiblog.files.wordpress.com

Sebuah Tulisan Tak Pernah -Kedaluwarsadimasnovriandiblog.files.wordpress.com

Format sebuah sumber informasi boleh saja terus berubah seiring berjalannya waktu. Tetapi, yang namanya tulisan, tak pernah luruh dimakan zaman. Bahkan, jika dibandingkan dengan video atau audio, tulisan masih yang paling dipercaya untuk menyampaikan pesan, ide, dan emosi.

Atas dasar hal itulah, perpustakaan masih menjadi bagian penting dalam dunia belajar-mengajar. Sekolah-sekolah beserta universitas di seluruh dunia, menyediakan fasilitas tersebut sebagai sarana penunjang.

Selain itu, media untuk menampung sebuah tulisan pun beragam. Dulu sekali, orang-orang menulis di dinding-dinding gua, batu, hingga kertas papirus. Namun, berbagai perangkat membaca terus lahir mengikuti zaman. Sekarang, kita bisa membaca lewat layar ponsel pintar, atau melalui e-reader khusus seperti Kindle.

Melatih Otak dengan Membaca dan Menulis

Membaca dan Menulis-www.inovasee.com

Membaca dan Menulis-www.inovasee.com

Bisa dikatakan, otak yang cemerlang merupakan pokok yang paling berperan dalam evolusi manusia. Tetapi, otak yang dikarunia pada kita itu tidak serta-merta menyediakan informasi yang dibutuhkan begitu saja. Butuh stimulan tertentu untuk melatihnya hingga kinerjanya lebih optimal, dan salah satu cara yang efektif adalah dengan menulis dan membaca.

Bentuk dari hasil latihan itu adalah menguatnya daya ingat, menajamnya nalar, kreativitas, hingga meningkatnya level IQ. Karena manfaat-manfaat itulah manusia bisa terus berkarya, sehingga hal baru terus dieksplorasi dan teknologi terus dikembangkan.

Hal-hal tersebut sangat esensial, khususnya bagi kalangan terdidik yang merupakan investasi terbesar bagi bangsa. Bisa dibayangkan, evolusi manusia lambat laun akan berhenti bila para pemuda sudah tidak familier dengan literasi.

Membaca untuk Kecerdasan Emosi

Membaca untuk Kecerdasan Emosi

Membaca untuk Kecerdasan Emosi

Tidak hanya inteligensi, kecerdasan emosi juga penting bagi kehidupan. Ketika seseorang dikatakan cerdas secara emosional, itu berarti ia punya kendali penuh terhadap emosi dirinya dan orang di sekitar. Hal ini merupakan bukti bahwa seseorang kenal baik dengan dirinya.

Hubungan literasi dengan kecerdasan emosi adalah proses merenung yang, kadang secara spontan, dilakukan ketika seseorang membaca sebuah tulisan. Renungan inilah yang menjadi konektor otak dan emosi, yang membuat kedua sinkron. Jika kaum terpelajar memiliki kecerdasan emosi yang bagus, buah pikir hasil intelektualnya akan diarahkan ke hal-hal positif.

Kaya Referensi

Jika seorang mahasiswa diberi tugas oleh dosen, ia akan melakukan riset untuk itu. Memang, banyak sumber informasi yang beredar di internet, seperti video dan podcast. Akan tetapi, jumlahnya relatif sedikit, apalagi jika merujuk pada hal-hal yang lebih spesifik.

Pada akhirnya, yang paling membantu adalah sebuah tulisan, bisa berupa artikel atau laporan studi. Wikipedia, blog, majalah-majalah daring, hingga perpustakaan, merupakan sumber referensi yang kaya konten dan jangkauan topik yang lebih luas.

 

Itulah segelintir alasan mengapa literasi begitu istimewa dan harus dilestarikan. Sekarang kita tahu, tak hanya sebagai sumber informasi, tapi literasi juga merupakan metode self help and improvement mujarab yang pernah ada. Dengan terus mendekatkan diri pada literasi, itu berarti kita telah menginvestasikan ilmu, pemahaman, dan penajaman kemampuan-kemampuan nalar dan emosi, untuk dapat digunakan pada hari ini dan masa depan.

Be the first to write a comment.

Your feedback