Mari Kenali 3 Tipe Belajar Siswa dan Cara Mengoptimalkannya

Jessica,
0
Tipe Belajar

Apakah Anda susah belajar? Sudah mengikuti les, tetapi hasilnya tidak terlalu berubah? Mungkin Anda memiliki gaya belajar yang berbeda. Anda pasti pernah mendengar tentang tipe belajar siswa. Hal ini memiliki arti bahwa seorang siswa bisa menangkap suatu ilmu lebih baik dengan cara tertentu. Jika seseorang jarang belajar dengan cara tersebut yang sesuai dengan tipe belajarnya, maka dia akan kesulitan memahami sesuatu. Berikut 3 tipe belajar dan cara mengoptimalkannya.

Tipe Auditori

Tipe Belajar

pixabay.com

Banyak anak yang memiliki tipe belajar dengan mendengarkan. Oleh karena itu, banyak anak yang mudah memahami dan mengingat hanya dari penjelasan guru.

Ciri-ciri:

  • Suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar. Hal ini membuatnya piawai dalam berbicara.
  • Senang membaca dengan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir.
  • Menyukai dan mahir dalam seni musik karena kemampuannya yang dapat menirukan kembali nada, perubahan, dan warna suara.
  • Sulit menyerap informasi dari bahan bacaan.
  • Konsentrasinya mudah terganggu dengan kebisingan hingga bisa membuatnya risih.
  • Di usianya yang masih muda, dia memiliki kesulitan menulis dan membaca.
  • Mudah mengingat nama daripada wajah orang.

Cara Belajar:

Setelah mendapatkan penjelasan, bertanyalah jika ada yang membingungkan. Jika perlu, rekam penjelasan guru dan dengarkan berulang-ulang. Belajar sambil mendengarkan musik atau bersama teman juga sangat membantu. Jika sedang membaca, bacalah dengan bersuara.

Tipe Visual

Tipe Belajar

pixabay.com

Tipe belajar ini adalah kebalikan dari sebelumnya. Tipe ini justru kesulitan memahami pelajaran dari penjelasan guru saja.

Ciri-ciri:

  • Suka bicara cepat.
  • Mudah memahami bahan bacaan.
  • Menyukai seni gambar karena kesukaannya mempelajari sesuatu yang menggunakan warna dan bentuk-bentuk.
  • Memiliki kemampuan perencanaan dan pengaturan jangka panjang yang baik.
  • Suka kerapihan dan keteraturan yang terlihat jelas dari penampilannya.
  • Seringkali memberikan jawaban yang singkat karena kesulitannya memilih kata-kata yang tepat walaupun dia tahu apa yang harus dikatakan.
  • Kesulitan mengingat perkataan dan sering meminta orang mengulangi kata-katanya.
  • Mudah terganggu dengan sesuatu yang bergerak. Hal ini membuat anak lebih mudah memahami video dan suka menonton film.

Cara belajar:

  • Ketika belajar sendiri, berilah tanda pada definisi dan penjelasan penting lainnya dengan warna berbeda. Jika perlu, gunakan flashcard untuk membantu hafalan Anda.
  • Ketika sedang di kelas, usahakan selalu berada di depan kelas agar Anda lebih fokus pada guru dan papan tulis. Lalu, fokuskan pikiran pada penjelasan dan jika memungkinkan visualkan penjelasan guru menjadi gambar bergerak.
  • Buatlah catatan dalam bentuk mind map. Hal ini memudahkan Anda menemukan keterhubungan antara satu informasi dengan informasi lainnya.

Tipe Kinestetik

Tipe Belajar

pixabay.com

Belajar sambil praktik adalah hal yang paling disukai siswa bertipe belajar ini. Mendengar dan membaca tidak akan cukup tanpa pembuktian lewat menyentuh atau praktik.

Ciri-ciri:

  • Berbicara dengan perlahan.
  • Orientasinya pada fisik membuat anak ini suka menyentuh dan berdiri begitu dekat dengan orang yang diajaknya bicara.
  • Dia suka menghafal, bahkan membaca dengan berjalan.
  • Suka melakukan banyak hal dan ingin selalu terlihat sibuk.
  • Sering menggunakan isyarat tubuh
  • Memiliki kemampuan geografis yang lemah, kecuali jika sudah pernah ke tempat tersebut.

Cara Belajar:

  • Ketika mendengarkan penjelasan atau membaca, ubahlah posisi duduk untuk memenuhi kebutuhkan Anda dalam bergerak. Jika perlu, buat catatan selama mendengarkan penjelasan.
  • Jika Anda sedang membaca, berilah garis bawah pada informasi penting atau buatlah gambar di kertas lain yang mewakili penjelasan.
  • Peragakan informasi yang Anda dapat dengan gaya sederhana. Jika perlu, buatlah flashcard.

Jika Anda adalah orangtua, maka mengetahui tipe belajar bisa membantu Anda memikirkan cara untuk menjelaskan sesuatu ketika Anda mendampinginya belajar. Jika Anda seorang guru, maka ini bisa Anda gunakan sebagai acuan dalam menyiapkan strategi pembelajaran yang menyeluruh.

Be the first to write a comment.

Your feedback