Antara Bahasa Verbal dan Isyarat. Mana yang Lebih Penting?

Jessica,
0

Bahasa verbal dan isyarat, keduanya memiliki peranan yang sama-sama penting dalam kehidupan. Meski umumnya orang berkomunikasi dengan bahasa verbal, namun tidak dapat dipungkiri jika bahasa isyarat juga penting untuk diketahui dan dipelajari. Mengingat ada banyak sekali orang yang memiliki kekurangan dalam berkomunikasi sehingga satu-satu cara untuk tetap dapat berhubungan dengan orang lain ialah menggunakan bahasa isyarat.

Pengertian Bahasa Verbal dan Isyarat

Bahasa Verbal

sumber : onelleebatlolo.blogspot.com

 

Bahasa verbal sendiri merupakan bahasa yang dapat disampaikan dalam bentuk tulisan maupun suara untuk digunakan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa verbal dapat dipakai untuk menyampaikan ide maupun pendapat secara lugas. Karena itu menempati porsi yang cukup besar dalam penggunaannya.

Sementara bahasa isyarat yang masuk dalam komunikasi non-verbal merupakan proses saling mengirim dan menerima informasi tidak melalui tulisan maupun suara, melainkan dengan gerakan baik tangan maupun gesture tubuh, sentuhan, ataupun grafik yang umumnya dipakai untuk mempresentasikan ide. Dalam penggunaan bahasa isyarat sendiri, hampir keseluruhan badan digunakan untuk membantu dalam berkomunikasi, mulai dari gerak bibir, tubuh, hingga tangan. Tujuannya agar orang normal dapat memahami apa yang dikatakan oleh pengguna bahasa isyarat.

Standar Bahasa yang Digunakan

Bahasa Verbal

sumber : goodnewsfromindonesia.id

 

Bila bahasa verbal tidak memiliki standar yang menjadi patokan, maka bahasa isyarat memiliki standar yang dijadikan acuan dalam berkomunikasi. Agar semua orang seragam dan mudah dimengerti, terutama untuk orang normal yang tidak terbiasa memakainya. Standar bahasa isyarat sendiri ada dua macam, yaitu BISINDO (Bahasa Isyarat Sistem Indonesia) yang telah dikembangkan oleh kelompok tuna rungu serta Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), yang merupakan modifikasi dari bahasa isyarat Amerika (American Sign Laguange).

Dalam praktiknya, kedua bahasa tidak mudah dipraktikkan. Bagi orang normal, sedikit susah dalam mempelajari bahasa isyarat karena harus menyinkronkan antara gerak bibir dengan gerakan tangan agar komunikasi dapat berjalan lancar dan dimengerti. Begitu pula bagi pengguna bahasa isyarat yaitu orang yang mengalami tuna rungu, sedikit mengalami kesusahan dalam komunikasi verbal. Pasalnya, meski bibir bergerak untuk berbicara, tidak ada suara yang terdengar. Sehingga orang normal akan lebih susah dalam mengerti dan maksud dari informasi tidak dapat tersampaikan dengan baik.

Alasan Belajar Bahasa Isyarat

Bahasa Verbal

sumber : amp.tirto.id

 

Bila penderita tuna rungu juga belajar bahasa verbal meski tanpa suara, maka orang normal pun sebaiknya mempelajari bahasa isyarat dengan alasan sebagai berikut:

  1. Dapat membantu menerjemahkan komunikasi antara penderita tuna rungu yang dengan orang normal. Sehingga tidak ada kesalahpahaman maksud dalam komunikasi yang terjalin.
  2. Dapat dengan mudah berinteraksi dengan penderita tuna rungu maupun tuna wicara tanpa harus menggunakan bahasa tulisan maupun bantuan orang lain.
  3. Dapat merasakan penderitaan penderita tuna rungu yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi lantaran ketiadaan suara yang harus diperdengarkan ketika berbicara.
  4. Minimnya orang yang menguasai bahasa isyarat menjadi kendala dalam berkomunikasi, terutama untuk orang normal dengan difabel.
  5. Menjadi jembatan yang dapat membantu memberikan informasi terhadap penderita tuna rungu.
  6. Dengan belajar bahasa isyarat, juga menjadi bentuk dukungan yang diberikan kepada para penderita tuna rungu yang terkadang menerima bullying dari lingkungan sekitar.

Dari penjabaran singkat di atas, tentu keduanya memiliki peranan penting dalam komunikasi. Verbal maupun isyarat harus dipelajari secara seimbang dan beriringan. Bahasa verbal tanpa ada isyarat meski hanya gerakan tangan maupun tubuh, percakapan akan terasa hambar. Sebab, gerakan itulah yang dapat memperjelas maksud yang disampaikan. Begitu pula untuk pengguna bahasa isyarat. Menggunakan bahasa verbal juga dapat membantu melancarkan komunikasi.

Be the first to write a comment.

Your feedback