Trik Memilih Kegiatan Olahraga atau Aktivitas Bergerak Lain Bagi Anak Hiperaktif

Jessica,
0
Karakteristik Anak

Beberapa orang tua seringkali merasa khawatir dengan anak mereka yang hiperaktif. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan anak hiperaktif itu? Dan bagaimana caranya memilih aktivitas harian agar mereka berkembang tapi tidak mencelakai dirinya sendiri?

Anak hiperaktif adalah sebutan bagi anak-anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian. Dapat pula disebut Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD). Biasanya seorang anak yang cenderung aktif bergerak belum tentu bisa disebut anak hiperaktif. Mereka harus melalui beberapa pengamatan oleh psikolog atau ahli anak, sehingga bisa dikenali gejala dan perilakunya.

Menurut Kak Seto seorang pakar pendidikan dan psikolog anak, anak hiperaktif menunjukkan suatu pola perilaku yang menetap pada dirinya. Perilaku tersebut ditandai dengan sikap tidak mau diam, tidak bisa berkonsentrasi dan mereka bertindak sesuka hatinya atau impulsif.

Orang tua atau pendidik yang diserahi tanggung jawab untuk menanggani anak hiperaktif harus mengetahui metode tepat agar mereka tumbuh normal dan bahagia. Cara menanggani anak dengan kecenderungan seperti ini bisa dilakukan dengan beberapa hal. Seperti jabaran Dr. Mary Go Setiawani seorang pakar anak, yaitu:

  • Dengan memberikan obat sesuai petunjuk dokter
  • Pengaturan makanan
  • Menghindari pemanjaan pada anak
  • Menciptakan lingkungan yang tenang
  • Memilih acara televisi dengan bijak
  • Menggunakan tenaga ekstra dengan tepat
  • Membimbing mereka dengan kebenaran dan kesabaran
Anak Hiperaktif

Anak Hiperaktif

Poin penting dari menggunakan tenaga ekstra dengan tepat termasuk memilih aktivitas apa yang terbaik untuk anak hiperaktif. Apakah kegiatan olahraga atau aktivitas fisik lainnya seperti menari, teater, berjalan-jalan?

Penasaran? Coba cek trik memilih kegiatan fisik yang bermanfaat untuk anak hiperaktif, antara lain:

  1. Pastikan karakteristik dari anak Anda

Karakteristik Anak

Karakteristik Anak

Menurut Ibnu Syamsi dalam bukunya “Dinamika Pendidikan” ada empat karakteristik dari anak hiperaktif yaitu overaktivity, distrability (kebingungan), impulsifity (menurut kata hati), dan exitability (mudah tersinggung). Coba perhatikan karakteristik anak.

Jika anak terlihat suka bergerak, tidak bisa diam, gerakan tanpa tujuan, kaki dan tangannya pun selalu bergerak ke sana kemari, apalagi di ruang kelas, berarti dia termasuk karakter yang overaktivity-nya lebih dominan. Terapi dengan memilih kegiatan olahraga yang membuatnya sibuk dan bergerak sesuai instruksi pelatih dapat menjadi alternatif bagi mereka.

Namun jika dia cenderung menurut kata hati, misalnya tidak mau disuruh-suruh, sesuai keinginannya saja, bisa jadi karakter impulsifity anak lebih dominan. Misalnya dia senang memanjat pohon, berlarian di antara mobil yang diparkir, dan lain sebagainya, sepertinya teater atau aktivitas fisik yang melibatkan perasaan cocok baginya.

  1. Perhatikan keseharian dan minatnya

Minat Pada Anak

Minat Pada Anak

Selain memperhatikan karakteristik anak, orang tua dapat memperhatikan keseharian anak. Beberapa anak cenderung melakukan aktivitas yang sama terus menerus. Misalnya minat anak ke seni musik, dia bisa jadi senang memperhatikan acara musik, kaki dan tangan bergoyang saat mendengar musik. Walaupun bagi anak hiperaktif, minat ini perlu diperhatikan detail.

Jika Anda peka, minat dan hobi atau keseharian seorang anak yang hiperaktif bisa didorong dan dikembangkan sesuai bakat mereka. Anak bisa diikutsertakan ke dalam kursus musik atau olahraga. Apabila mereka minatnya ke bidang olahraga tertentu.

  1. Jika memungkinkan, tes bakatnya ke profesional

Tes Bakat Anak

Tes Bakat Anak

Trik terakhir bisa dicoba pula apabila orang tua memiliki dana khusus. Yaitu tes bakat anak langsung ke pakar atau mereka yang profesional. Seperti psikolog anak atau guru pembimbing anak-anak hiperaktif. Tes tersebut biasanya dilakukan sesuai permintaan orang tua.

Nah, itulah beberapa trik yang bisa dicoba orang tua untuk memberikan kesempatan bagi anak hiperaktif untuk tumbuh normal dan bahagia. Serta memanfaatkan waktunya dengan aktivitas fisik yang bermanfaat. Selamat mencoba!

Be the first to write a comment.

Your feedback