Lulus SMA, Mau Pilih Jurusan Apa?

Jessica,
0
Pilih Jurusan

Hal terpenting setelah lulus SMA adalah persiapan memasuki perguruan tinggi, dengan pilih jurusan atau program studi. Jurusan yang kamu tekuni akan dipelajari setidaknya selama empat tahun masa kuliah, dan juga menjembatani kariermu di masa depan. Bisa dibilang, pilihan tersebut merupakan titik awal kehidupan kariermu.

Jika dulu hanya segelintir program studi yang ditawarkan, kini kampus-kampus di dunia menyediakan lebih dari 1.800 jurusan. Kamu juga bisa menjumpai macam-macam program studi yang merupakan “hasil perkawinan” dari dua jurusan.

Contoh perkawinan jurusan:

Kedokteran + Design = Medical Illustrator

Business + Hukum = Business Law

Kedokteran + Hukum = Health Law

Kimia + Kuliner = Gastronomy Cullinary

Perhotelan + Management = Hotel Management

Karena begitu banyaknya jurusan, tentunya menjatuhkan pilihan pun menjadi semakin sulit. Sebuah survei pernah dilakukan oleh Universitas Teknologi Bandung (ITB), sebagaimana yang diliput oleh situs berita online Okezone pada 2018 lalu, yang mengatakan bahwa 87% mahasiswa semester awal (semester 1 hingga semester 4) melakukan drop out atau pindah jurusan berkali-kali karena merasa salah pilih jurusan dan tidak berbakat di bidang tersebut.

Fenomena tersebut terjadi karena para siswa tidak memilih jurusan yang sesuai. Kebanyakan orang tua maupun siswa masih “mengidolakan” profesi tertentu, seperti dokter/insinyur karena dirasa menjanjikan. Banyak yang belum mengetahui bahwa saat ini telah tersedia begitu banyak pilihan jurusan yang menjanjikan kesuksesan masing-masing. Contohnya, social media manager, web programmer, dll merupakan profesi yang saat ini dibutuhkan oleh berbagai industri.

Sebuah rumus yang sangat simpel dan mudah untuk pilih jurusan yang menjanjikan kesuksesan karier, adalah:

Sukses = 3 P (Potentials + Passion + Personality)

Pilih Jurusan

pixabay.com

Potential          = apa yang kita mampu

Passion            = apa yang kita cintai

Personality       = kepribadian yang sesuai

Untuk memahaminya, kamu dapat mencermati analogi berikut:

Potential (bakat)

Potensi bakat itu ibarat mesin mobil. Layaknya sebuah mesin, orang dengan IQ tinggi dapat diibaratkan mesin dari mobil balap Formula One yang mampu berlari sangat kencang, sedangkan seseorang dengan potensi IQ rata-rata menyerupai sebuah mobil dengan kemampuan mesin mobil dalam kota.

Passion (minat)

Minat (passion) ibarat lintasan (track) tempat mobil tersebut akan berjalan atau berpacu. Jika kamu menunjukkan minat akan bidang tertentu, kamu akan “masuk” dan “beraksi” di bidang tersebut. Semakin kuat dan terasah diri kamu di bidang tersebut, kamu akan semakin meraih posisi maksimal.

Personality (kepribadian)

Kepribadian ibarat sopir atau pengemudi mobil tersebut. Kepribadian merangkum pemahaman, kesadaran, dan respons si sopir dalam mengambil keputusan, mengenali peluang dan ancaman, atau menghadapi tantangan. Kepribadian ini sangat penting untuk mendukung bakat dan minat yang kamu miliki.

Nah, buat kamu yang masih ragu pilih jurusan karena belum mengetahui minat dan bakat yang dimiliki, kamu bisa bergabung dengan Educenter yang berlokasi di BSD City Tangerang Selatan, Banten. Di sini banyak sekali kursus yang ditawarkan, seperti ilmu sains (Matematika, Fisika, Kimia, dll), bahasa (Inggris, Mandarin, dll), musik dan tari, komputer, sekolah penerbangan, hingga kelas persiapan untuk masuk perguruan tinggi di luar negeri (UIC College Bussiness and Design dan UNSW Foundation Studies yang berasal dari Australia). Informasi lebih lanjut bisa dilihat di sini.

Be the first to write a comment.

Your feedback