Mitos Dan Fakta Seputar Virus Corona

Rudi,
0
Fakta Seputar Virus Corona

Informasi terlalu banyak terkait virus corona, mana yang mitos dan fakta seputar virus corona ?

Saat ini, Pemerintah Indonesia sudah mengambil langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona yang telah menjangkit lebih dari 300 warga negara Indonesia dengan menghimbau masyarakat untuk belajar, bekerja dan beribadah di rumah. Hal ini merupakan langkah yang sangat penting untuk dijalankan mengingat penularan COVID-19 sangat cepat melalui droplet atau percikan dahak dari penderita ketika bersin ataupun batuk.
Wabah virus Corona cukup membuat masyarakat Indonesia menjadi panik. Tidak hanya berburu masker dan hand sanitizer, tapi juga memborong bahan makanan secara berlebihan. Virus ini memang berbahaya, namun kepanikan warga membuat keadaan dan kondisi ekonomi semakin runyam. Kepanikan sering terjadi akibat mendengar berita-berita hoax atau berita yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, hal-hal mitos dan fakta seputar virus corona. Oleh karena itu, kami akan membahas beberapa pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh para orang tua.

  1. Benarkah anak kecil kebal dengan virus Corona?

    Virus Corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan dan menular dari orang ke orang lainnnya melalui melalui droplet (percikan dahak) ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin dan terhirup oleh orang sehat. Selain itu, virus Corona juga dapat menyebar melalui kontak dengan permukaan yang mengandung virus ini. Virus ini tidak memandang bulu, ia dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa dan lanjut usia. Jadi, mitos jika anak kecil dikatakan kebal terhadap virus Corona.

  2. Apakah anak-anak lebih berisiko terinfeksi virus Corona?

    Berdasarkan bukti yang tersedia anak-anak tidak berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi virus Corona dibandingkan dengan orang dewasa. Virus ini dapat menyerang siapa saja, sehingga diperlukan langkah pencegahan agar tidak tertular.

  3. Apakah gejala COVID-19 berbeda pada anak-anak dan orang dewasa?

    Tentu tidak, gejala COVID-19 serupa pada anak-anak maupun dewasa. Namun, umumnya pada anak-anak yang terinfeksi virus Corona menunjukkan gejala yang ringan seperti ketika sedang pilek, yaitu demam, pilek dan batuk. Muntah dan diare juga dilaporkan pada pasien anak.

  4. Apakah anak-anak harus menggunakan masker?

    Para orang tua tidak perlu memberikan masker pada anak jika dalam keadaaan sehat. Masker diberikan jika anak Anda mengalami gejala sakit untuk mencegah penularan kepada orang lain. Masker juga digunakan bagi seseorang yang memberikan perawatan kepada orang yang sedang sakit.

  5. Apakah sudah tersedia vaksin virus Corona?

    Sampai saat ini belum ada vaksin Corona yang dipasarkan. Namun, peneliti telah menemukan vaksin untuk mencegah virus Corona dan masih dalam tahap uji coba. Jadi, saat ini langkah yang terbaik untuk mencegah tertular COVID-19 adalah dengan menjaga kebersihan diri, dan meningkatkan sistem imun.

  6. Apakah virus ini dapat disembuhkan dengan antibiotik?

    Tentu tidak, antibiotik tidak dapat mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus dan hanya digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri. Pemberian antibiotik tanpa indikasi justru dapat menyebabkan munculnya efek samping dan meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik.

  7. Apa yang harus saya lakukan ketika anak mengalami demam atau batuk?

    Sebagai orang tua Anda harus tetap tenang agar tidak menciptakan kepanikan bagi anak maupun lingkungan sekitar. Segera konsultasikan kondisi anak dengan dokter dan jangan ajak anak untuk keluar rumah. Jika dokter mencurigai anak terinfeksi COVID-19, pastikan semua anggota keluarga tetap di dalam rumah. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus yang lebih luas lagi.

Sudah tau beda mana yang mitos dan fakta seputar virus corona ? Kini saatnya kita jaga keluarga kita!”

Mari kita bantu pemerintah dengan bekerja, belajar dan beribadah di rumah untuk beberapa waktu ke depan. Wajib berhati-hati agar kita tertular dan bacalah tips agar anak tidak tertular virus corono. Para orang tua bisa menemani anak belajar dan bermain agar ia tidak jenuh dan tentunya orang tua harus bisa memberikan pengertian mengenai kondisi saat ini sehingga anak mengerti mengapa ia tidak boleh bermain di luar.

Be the first to write a comment.

Your feedback