Kebiasaan Ibu yang Bisa Membuat Anak Rajin Belajar

Jessica,
0
Menggambar Bersama Anak

Semua anak dilahirkan istimewa. Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah anak yang kurang rajin belajar. Anak dengan kebiasaan seperti ini seringkali dianggap menyusahkan orang tua dan diri anak itu sendiri.

Padahal anak yang malas belajar bisa saja dipengaruhi oleh gaya hidup di keluarganya. Tidak adanya disiplin dari orang tua serta tersedianya berbagai fasilitas yang menunjang kehidupannya secara tidak langsung membuat anak tersebut hidup dalam kebebasan dan tidak mengutamakan pendidikan.

Anak yang tidak rajin belajar bisa muncul karena kebiasaan orang tuanya yang tidak peduli padanya. Aktivitas orang tua yang padat tanpa melakukan komunikasi dengan anak akan membuat pribadi anak menjadi kurang disiplin dalam bidang akademis.

Seorang anak yang malas belajar bisa juga disebabkan karena ia tidak memiliki panutan. Ia juga tidak mengerti akan definisi ‘rajin’ karena tidak ada seseorang yang mencontohkannya untuk menjadi seorang anak yang rajin.

Panutan tersebut sebenarnya bisa berasal dari siapa saja. Namun, biasanya ia akan melihat sosok yang terdekat dengannya.

Ibu bisa menjadi salah satu panutan yang berarti bagi seorang anak karena ibu adalah pribadi yang paling mengenal dirinya. Hasil didikan seorang ibu sangat menentukan kepribadian seorang anak, serta sangat berpengaruh pada pendidikan akademis anak tersebut.

Jika Anda adalah seorang ibu yang kewalahan karena anak Anda kurang rajin belajar, bisa jadi ada yang salah dengan sistem pengajaran Anda. Anda perlu melakukan beberapa hal yang bisa membuat Anda berubah menjadi lebih bersemangat dan menyenangi aktivitas belajar.

  1. Lebih terorganisasi

    Merapihkan Mainan Anak

    Merapihkan Mainan Anak

Membiasakan diri menjadi lebih teratur, seperti mengingatkan anak untuk kembali menempatkan mainan atau alat tulis akan membantu anak terbiasa menjadi disiplin. Anda bisa memberikan contoh kepada anak dengan membuat wadah-wadah, tabel kegiatan atau catatan pengingat yang ditempatkan di area-area yang bisa terjangkau anak.

Dengan mengubah kebiasaan menjadi teratur dan disiplin, maka secara tidak langsung anak juga akan mengikutinya. Anak akan bisa menerima setiap tugas yang diberikannya dan menyelesaikannya dengan baik. Anak cenderung menjadi bertanggung jawab dan mulai menyenangi hal-hal detail. Ini akan sangat membantunya untuk menjadi lebih rajin belajar.

  1. Mulai membuat jadwal kegiatan

    Luangkan Waktu Anak

    Luangkan Waktu Anak

Berhentilah dari kesibukan Anda dan luangkanlah waktu untuk membuat jadwal kegiatan bersama anak. Ajarkanlah anak untuk membagi waktu dengan membuat rencana kegiatan secara terperinci.

Misalnya saja, anak diharuskan belajar selama satu jam. Kemudian pada jam berikutnya Anda dan anak menghabiskan waktu bersama-sama membahas suatu buku atau kisah yang menarik.

Anda juga perlu mengatur suasana rumah lebih kondusif untuk membuat anak konsisten dan rajin belajar. Atur kondisi rumah menjadi lebih tenang saat anak belajar. Lakukan komunikasi dua arah saat anak perlu mengerti akan suatu hal terkait mata pelajarannya.

  1. Membuat teknologi menjadi berarti

    Menggambar Bersama Anak

    Menggambar Bersama Anak

Ibu yang selalu asik sendiri dengan teknologi seperti bermain gawai, laptop atau membuka situs web video, bisa memberikan pengaruh yang buruk bagi anak. Anak akan cenderung melihat kebiasaan tersebut dan meniru hal serupa.

Jika Anda memberikan gawai kepada anak, maka pastikan gawai tersebut digunakan dengan maksud dan tujuan yang baik. Anda tetap perlu punya kendali atas benda canggih tersebut dan memberikan waktu tertentu bagi anak untuk membukanya.

Gawai, laptop atau komputer bisa dipergunakan untuk melatih saraf motorik dan sensorik anak. Anda bisa menghabiskan waktu untuk menggambar bersama anak, atau membuat suatu ide kreatif bersamanya.

Dengan menerapkan tiga kebiasaan ini, anak Anda akan tumbuh menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Anda akan melihat perbedaan pada kebiasaan belajar anak pasca mengaplikasikan kebiasaan baik ini.

 

 

Be the first to write a comment.

Your feedback