Terlalu Bersih, Benarkah Kulit Bayi Jadi Sensitif? 

Vana Vana,
0
Kulit bayi sensitif

Banyak orang tua yang ingin menjaga kebersihan bayi mereka dengan tujuan menghindari kuman dan penyakit, tetapi banyak juga yang melarang orang mencium atau menyentuh bayi mereka, padahal, ada teori yang mengatakan bahwa menjaga kebersihan bayi bisa menyebabkan masalah lainnya, seperti kulit sensitif.

Bagaimana kebenaran teori ini? Apakah terlalu bersih akan membuat kulit bayi menjadi sensitive dan lebih rentan terhadap penyakit?

Dr. Srie Prihianti, Sp.KK menjelaskan hal ini dimana banyak pertanyaan mengenai hal tersebut.

“Hal ini sebenarnya sudah menjadi perbincangan para ahli sejak dahulu, kita mengenal hal tersebut dengan istilah hygiene hypothesis, teori yang mengatakan bahwa sistim kekebalan tubuh bayi tidak dapat berkembang secara maksimal jika linkungan mereka terlalu bersih,” kata sang dokter.

Menurut sang dokter, begitu bayi dilahirkan, mereka memiliki sistim imun yang ada di kulit yang harus belajar membentuk antibodi yang caranya menyesuaikan diri di lingkungan sekitar mereka.

Artinya bahwa sistim imun harus memiliki kemampuan membedakan mana bakteri yang jahat dan baik untuk tubuh.

Apabila kebersihan bayi dijaga terlalu berlebihan, maka sistim imun tubuhnya tidak dapat mengenali bakteri atau kuman yang jahat.

Antibodi di dalam tubuh bayi tidak dapat bekerja secara maksimal untuk membunuh bakteri jahat.

“Lingkungan steril bisa memperparah kulit sensitive pada bayi karena sistim imun tubuhnya tidak terbiasa mengenali kuman dan bakteri yang jahat. Masalah kulit akibat paparan kuman dan bakteri akan lebih mudah muncul, seperti ruam dan eksim,” lanjut sang dokter.

Dokter ini juga menambahkan kasus eksim sangat jarang ditemukan pada bayi yang tinggal di lingkungan pedesaan dibandingkan dengan yang tinggal di kota.

“Paparan terhadap lingkungan, baik yang bersih maupun kotor, sebetulnya penting untuk mengembangkan sistim imunitas, meski begitu, bukan berarti saya menyarankan orang tua untuk membiarkan anak mereka di lingkungan kotor, yang terpenting adalah bersih secukupnya, tidak perlu sampai steril,” kata sang dokter.

Dan bagaimana cara mencegah kulit sensitif pad bayi? Sang dokter mengatakan bahwa kondisi kulit sensitive pada bayi adalah hal yang wajar, ketika bayi lahir, kulit mereka memang 30% jauh lebih sensitive dibandingkan kulit orang dewasa, hal ini disebabkan oleh fungsi proteksi dan keseimbangan mikroorganisme pada kulit yang jauh dari kata sempurna, dan yang membedakan hanyalah beberapa kulit bayi memang lebih sensitive dibandingkan bayi lainnya.

“Sensitivitas pada kulit bayi juga dipengerauhi oleh faktor keturunan, misalnya memiliki keluarga dengan riwayat alergi terhadap sesuatu,” jelas sang dokter.

Agar kulit bayi tidak terlalu sensitive, hal terpenting yang harus diperhatikan para orang tua adalah memilih produk yang tepat.

Produk perawatan bayi harus memiliki dua syarat mendasar yaitu cleansing dan moisturizing, hindari pula menggunakan produk yang terlalu keras yang membuat alergi atau iritasi pada kulit bayi.

“Tidak perlu Anda memilih produk yang mengandung antiseptic, hal tersebut justru memiliki potensi yang mengganggu keseimbangan bakteri baik di permukaan kulit bayi, kalua memilih tisu basah untuk bayi, anda bisa mencari yang tidak mengandung alkohol,” tutup sang dokter.

 

Be the first to write a comment.

Your feedback