4 Pertanyaan Ini Dapat Menurunkan Mental Anak. Nggak Percaya?

Jessica,
0
Mental Anak

Mendidik anak bukanlah perkara mudah. Butuh kesabaran dan perjuangan yang besar. Bahkan lebih sulit dibandingkan menjadi seorang wanita karier. Seorang ibu harus bisa menangkan pikirannya agar tetap sabar dalam menghadapi tingkah laku anak yang suka bertingkah seenaknya.

Selain itu, sebagai Ibu yang merupakan sumber motivasi dan contoh terbaik bagi anak, Anda harus bisa menyaring kata-kata sebelum diucapkan, sebab ada 4 pertanyaan yang bisa mempengaruhi mentalnya, antara lain :

 

Nangis lagi?

Mental Anak

Sumber : grid

 

Emosi merupakan luapan isi hati anak terhadap yang dia rasakan. Ketika dia rewel atau menangis tanpa alasan yang jelas membuat orang tua tidak sengaja menghardiknya dengan kata “cengeng” atau “nangis?”. Mungkin ada alasan kenapa anak menangis. Bisa saja itu salah satu cara anak berkomunikasi, sebab sedari kecil dia hanya mengerti dengan menangislah bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Daripada memarahinya, lebih baik dekati dia. Peluk anak dan tanya baik-baik apa yang dia mau. Tangisan anak akan berhenti begitu merasakan kehangatan dari orang yang dipercayainya. Cara ini lebih baik daripada melontarkan kata-kata “cengeng” yang mana dapat merusak mentalnya ketika dewasa. Kepribadian anak jadi lebih keras dan sukar meluapkan emosinya.

 

“Kok kamu nggak bisa-bisa sih?”

Mental Anak

Sumber : zonanaksuper

 

Anak tentu melihat dan mempelajari dulu segala hal yang ada di sekitarnya. Tentu proses pemahaman itu tidak secepat orang dewasa dan mereka membutuhkan waktu agar mengerti terhadap apa yang mereka lakukan. Ketika anak mencoba melakukan sesuatu dan gagal, jangan melontarkan “kok kamu nggak bisa-bisa sih?” atau “sini, biar mama saja”. Efeknya anak akan kebingungan dan tidak tahu cara yang benar. Dan ke depannya anak jadi takut mencoba, karena menganggap dirinya tidak becus.

Contohnya, ketika anak ingin memasang tali sepatu dan Anda dalam keadaan buru-buru. Jangan sampai memarahinya hanya karena gerakannya yang lama atau salah dalam memasangnya. Lebih baik dekati anak baik-baik, berikan senyuman dan ajarkan gerakan yang benar sambil membimbing dengan tangannya.

 

“Kok kamu nggak bisa kayak si A?”

Mental Anak

Sumber : demandstudios

 

Anak terlahir dengan keunikan masing-masing. Hal itulah yang menjadi kelebihannya. Tapi, pertanyaan yang membandingkan anak dengan seseorang baik itu kakak/adik/temannya sering terlontar begitu saja. Padahal tidak semua hal dapat dilakukan dan disenangi oleh anak.

Bisa saja dia lebih menyukai musik daripada melukis. Atau menulis daripada kegiatan fisik. Orang tua harus bisa melihat semua itu sebagai kelebihan dan kekurangan anak. “Kok kamu nggak bisa kayak dia sih?”, pertanyaan seperti ini akan berdampak pada mental anak. kelak dia akan memaksakan sesuatu yang tidak dia senangi sehingga motivasinya kurang dan menutup potensi dirinya.

 

Banyak melarang

Mental Anak

Sumber : mutlukadin

 

Melarang anak tentu hal yang perlu dilakukan, apalagi itu dapat membahayakan dirinya. Tapi jangan pernah memberi batasan tanpa memberikan penjelasan yang jelas. “Jangan kayak gitu bisa nggak?” atau “Kamu bandel banget sih!” sering menjadi kata-kata yang ampuh untuk membuat si kecil diam. Padahal kata-kata itu dapat membuat mentalnya jadi turun. Anak jadi bingung harus melakukan apa serta takut untuk mencoba hal-hal baru.

Lebih baik dampingi si kecil dalam mempelajari sekitar. Ajarkan dan beri tahu konsekuensi yang akan dia dapat ketika melakukan hal yang salah. Hal ini akan lebih bagus untuk perkembangan mental anak daripada melarangnya.

Selain itu biasakan untuk tidak menanyakan pertanyaan to the point. Anda harus bisa memahami suasana hati dan kegundahan anak. Akibatnya hubungan yang terbentuk lebih hangat dan rasa percaya yang tinggi satu sama lain.

Be the first to write a comment.

Your feedback