Jadi Mahasiswa Baru? 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan Sejak Dini untuk Mempermudah Menyusun Skripsi

Jessica,
0
Menyusun Skripsi

Sejak hari pertama kamu menginjakkan kaki di kampus sebagai mahasiswa, sejak itulah skripsi menjadi sebuah keniscayaan. Nah, kalau kamu ingin menyusun skripsi dan menyelesaikan kuliah tepat waktu, siapkan diri sejak hari pertama menjadi mahasiswa. Apa saja persiapan jangka panjang yang sebaiknya kamu lakukan? Yuk, kita kupas bareng-bareng.

Tetapkan target

Menyusun Skripsi

pixabay.com

Jika target kamu cepat lulus, belajarlah sungguh-sungguh agar nilaimu bagus dan tidak perlu mengulang; mengambil banyak SKS setiap semester; dan bertekad untuk menyusun skripsi pada semester tertentu.

Tuliskan target dan tempelkan di tempat-tempat yang bisa kamu lihat. Di dinding kamar, buku catatan, atau di akun media sosial kamu. Dengan begitu, kamu akan lebih sering teringat pada cita-cita dan tidak mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang bisa menghambat tercapainya target kamu.

Ayo, kuliah yang benar

Menjadi mahasiswa itu sering melenakan. Saat masih berseragam putih abu-abu, ada banyak peraturan yang harus kamu patuhi. Begitu duduk di bangku kuliah, kamu memiliki banyak kebebasan. Setelah kuliah, orang tua akan memberi kebebasan untuk beraktivitas. Kampus juga menawarkan banyak kegiatan ekstra yang menarik. Kamu mungkin menjadi lebih senang menonton konser musik mahasiswa, ikut demo, nongkrong di kafe, mengurus organisasi siang-malam, atau hal lain yang terasa menyenangkan. Lalu akhirnya satu demi satu lembar daftar hadir nama kamu mulai kosong.

Skenario buruk ini akan menjadikan upaya kamu mengejar kelulusan bagaikan mengikuti lomba lari dengan celana kedodoran. Kamu tidak akan diizinkan menyusun skripsi sebelum menuntaskan seluruh mata kuliah yang disyaratkan. Selain itu, rasa bosan dalam belajar dan selalu ingin mengejar kesenangan juga akan menghambat penggarapan skripsi.

Ada prioritas

Menyusun Skripsi

pixabay.com

Yuk, jadikan kuliah sebagai prioritas. Jangan alpa kalau bukan untuk sesuatu yang mendesak. Tempa mental kamu untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Dengan rajin kuliah dan belajar, kamu  menabung ilmu secara konsisten, sekaligus membuktikan bahwa kamu adalah orang yang bisa dipercaya. Dalam hal ini, untuk mengemban kepercayaan orang tua.

Setiap muncul godaan untuk berbelok ke jalan sesat, ingatlah kembali target kelulusan yang sudah kamu canangkan. Jika terlanjur melangkah mengikuti godaan, segeralah kembali ke jalan yang benar.

Sudah membaca? Kurang!

Hanya ada dua cara untuk mendapatkan ilmu: berguru dan membaca. Berguru sudah kamu lakukan selama mengikuti kuliah yang diberikan oleh dosen, tetapi membaca harus dilakukan sendiri.

Untuk memasukkan pengetahuan ke dalam pikiran, kamu harus membaca sumber pengetahuan itu. Untuk meneguhkan keyakinan dan menjaga semangat ketika melakukan hal-hal yang baik dan benar, baca bacaan motivasi dan menginspirasi. Untuk mengembangkan diri, kamu bisa membaca pengalaman orang-orang sukses.

Bersemangat menulis

Menyusun Skripsi

pixabay.com

Menulis karya ilmiah seperti skripsi bukan sekadar merangkai kata untuk menuangkan gagasan sesuka hati. Kamu harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadi, selain wawasan luas, perbendaharaan kata yang banyak, dan kepiawaian memilih kata, kamu juga mesti ngerti kaidah penulisan yang benar menurut EYD.

Untuk memperkaya perbendaharaan kosakata, selain banyak membaca, kamu sebaiknya memiliki tesaurus. Sementara itu, untuk menghasilkan tulisan menarik, kamu harus sering berlatih. Jadikan menulis sebagai kebiasaan. Tulislah apa saja. Tuangkan pikiran dan imajinasi kamu ke dalam tulisan.

Membangun jaringan

Jaringan yang luas sangat penting dalam dunia kerja dan usaha. Namun bukan berarti kamu yang masih unyu-unyu sebagai mahasiswa tidak membutuhkannya. Banyak manfaat membangun jaringan sejak dini. Begitu juga ketika kamu membuat skripsi nanti. Belajar mati-matian tidak cukup saat menyusun skripsi, karena kamu pasti akan berhubungan dengan orang lain, mungkin bukan hanya dosen pembimbing, staf tata usaha, dan pegawai laboratorium, melainkan juga orang-orang dari instansi lain.

Tanpa kecakapan berkomunikasi dan bersosialisasi, kamu mungkin akan sering tersandung faktor X (kendala tak terduga). Ingat, menyambung silaturahmi juga bisa memperbanyak rezeki.

Be the first to write a comment.

Your feedback