Ingin Lebih Produktif? Coba Praktikkan Tips Manajemen Waktu Berikut

Jessica,
0
Manajemen Waktu

Meski bukan kebiasaan baik, tetapi menunda pekerjaan untuk hal yang sebetulnya tidak penting kadang terasa ‘menyenangkan.’ Padahal, jika semua dikerjakan lebih awal, bukankah kamu bisa bersantai lebih cepat pula? Nah, untuk itu kamu perlu menerapkan tips manajemen waktu agar lebih produktif dalam melakukan aktivitas harian. Salah satu teknik manajemen waktu yang bisa kamu gunakan adalah manajemen prioritas.

Lebih Produktif dengan Manajemen Waktu

Manajemen Waktu

sumber : duniakaryawan.com

 

Pada manajemen waktu dengan skala prioritas, kamu harus memahami filosofi batu besar. Bayangkan kamu punya empat buah batu besar, sejumlah pasir, dan kerikil-kerikil. Kamu juga punya satu buah botol yang harus diisi batu, pasir, dan kerikil tadi. Mana yang harus lebih dulu kamu masukkan?

Jika kamu memilih memasukkan lebih dulu kerikil, di mana kamu akan meletakkan batu besar tadi? Batu besar melambangkan pekerjaan yang paling penting dilakukan, sementara kerikil dan pasir melambangkan hal-hal kecil yang dilakukan nanti pun tidak masalah. Apabila kamu memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan terpenting, kamu pun bisa menikmati kegiatan lain dengan tenang. Tidak perlu khawatir tidur sambil mimpi dikejar deadline, bukan?

Nah, dalam manajemen prioritas, kamu harus mengelompokkan berbagai kegiatan yang biasa kamu jalani ke dalam empat golongan berikut.

 

Penting dan mendesak

Manajemen Waktu

sumber : duniakaryawan.com

 

Penting dan mendesak artinya kamu harus melakukan kegiatan tersebut sekarang juga. Kalau kamu tidak melakukannya, maka bisa berdampak negatif atau merugikan dirimu. Contoh paling sederhana adalah ingin buang air kecil. Hal ini tidak bisa ditunda, bukan? Sama seperti ketika ada telepon masuk dari orang tua atau ada pesan dari dosen pembimbing soal jadwal bimbingan skripsi. Tentu harus segera kamu respons demi kelancaran studi kamu ke depannya.

 

Penting dan tidak mendesak

Manajemen Waktu

sumber : Isigood

 

Kamu bisa menempatkan belajar kelompok, persiapan UAS, atau mengerjakan makalah dalam golongan ini. Mengapa? Karena biasanya hal-hal tersebut sudah terjadwal dengan baik dan hampir pasti. Artinya, kamu tinggal mengalokasikan waktumu jauh-jauh hari untuk semua kegiatan itu. Dengan membiasakan diri mencicil pengerjaan tugas dan persiapan UAS, kamu tidak perlu repot begadang untuk belajar semalam suntuk. Kan kamu sudah tahu besok ada ujian?

 

Tidak penting dan mendesak

Manajemen Waktu

sumber : Vemale.com

 

Dalam keseharian pasti ada saja hal tidak penting tetapi mendesak untuk kamu respons. Contohnya, ada telepon masuk dari nomor yang tidak dikenal. Begitu kamu angkat ternyata salah sambung. Contoh lainnya, kamu menyadari temanmu marah karena suatu hal. Agar tidak berlarut-larut, ada baiknya kamu segera menyelesaikan permasalahan dengan temanmu.

Tidak penting dan tidak mendesak

Manajemen Waktu

sumber : Medium.com

 

Kalau yang ini, biasanya berupa segala jenis kesenangan yang dilakukan nanti-nanti pun tidak masalah. Contoh paling gampang adalah scrolling feed Instagram, posting stories, ngobrol berjam-jam di telepon atau chatting, dan nonton video favorit di saat kamu tahu sedang ada pekerjaan menunggu. Bukannya tidak boleh melakukan semua itu, tetapi ada waktunya. Jika kamu keasyikan menunda pekerjaan dan melakukan hal yang tidak penting serta tidak mendesak, kapan pekerjaan utama itu akan selesai?

 

Hal paling utama dari tips manajemen waktu dengan skala prioritas adalah kamu harus tahu mana yang harus lebih dulu dikerjakan. Oleh karena itu, coba biasakan diri membuat rencana mingguan dan tulislah di agenda atau simpan di aplikasi kalender pada smartphone. Jangan segan pula untuk bilang ‘tidak’ jika ada teman yang mengajakmu pergi atau bermain, sementara kamu masih punya tanggungan tugas pada hari itu. Disiplin dan konsisten adalah kunci dalam mengelola waktu yang kamu miliki.

Waktu dalam satu hari memang hanya 24 jam, tetapi jika kamu tahu cara yang tepat, kamu bisa membuat hidupmu lebih produktif. Selamat mencoba!

Be the first to write a comment.

Your feedback