Kenali Ciri-ciri OCD dan Terapinya Sejak Dini!

Jessica,
0
Ciri-ciri OCD

OCD atau Obsessive Compulsive Disorder merupakan kondisi mental seseorang yang berakibat pada pemikiran yang obsesif dan bertindak secara kompulsif. Pemikiran obsesif ialah pola pikir yang membawa ketakutan dan berakhir dengan tindakan berulang-ulang untuk meyakinkan diri dan lepas dari ketakutan tersebut.

Umumnya, OCD yang dialami anak berkisar pada ketakutan terhadap kuman, kotor, maupun takut untuk melakukan kesalahan. Bila orang tua tidak mengetahui jika tindakan tersebut merupakan salah satu gejala penderita OCD, bisa jadi mereka akan marah dan bertindak kasar—bahkan memberi pandangan tidak suka ketika anak bertingkah menyebalkan berkaitan perilaku obsesifnya tersebut.

Untuk itu, mari kenali ciri-ciri OCD dan terapinya sejak dini agar tidak salah memberi tanggapan ketika anak menunjukkan gejala-gejalanya.

Ciri-ciri OCD

 

Selalu ingin bersih dan tidak mau kotor

Ciri-ciri OCD

Sumber : 12stom

 

Bagi penderita OCD yang memiliki ketakutan terhadap sesuatu yang kotor, si kecil akan terus berusaha menjaga diri agar tetap dalam keadaan bersih. Ketika terkena kotoran sedikit saja, dia buru-buru harus membersihkannya. Bahkan, bisa jadi anak memiliki kebiasaan untuk mencuci tangan terlalu sering, serta tidak bisa melihat kotoran barang sejengkal pun. Dia akan merasa risih dan terganggu ketika hanya noda debu yang menempel di baju atau kulit tubuhnya.

 

Suka mengecek berulang kali sesuatu dengan pola yang sama

Ciri-ciri OCD

Sumber : youtube

 

Kecemasan yang timbul akibat pemikiran obsesifnya, menciptakan tameng untuk bertindak secara berulang. Anak tidak akan puas sebelum memastikan sesuatu yang dia lakukan sudah benar.

Semisal, anak memiliki ketakutan terhadap sesuatu yang kotor. Maka dia akan terus mengecek semua yang dimiliki agar terhindar dari kotoran maupun debu, meski tidak terlihat. Atau penderita bisa berulang kali mengecek pintu lantaran takut rumah belum terkunci dengan baik dan orang asing dapat masuk nantinya.

 

Menghitung

Ciri-ciri OCD

Sumber : expertbeacon

 

Selain memiliki kebiasaan untuk mengecek sesuatu secara berulang, ciri-ciri OCD selanjutnya ada pada kebiasaan menghitung. Contoh kecil, ketika anak yang memiliki tanda-tanda gejala OCD akan menghitung setiap anak tangga yang dilewati atau menghitung setiap ketukan yang tercipta tangannya. Hal itu akan terus berulang sekalipun orang sudah mengingatkan untuk berhenti.

 

Bertindak secara terorganisasi

Ciri-ciri OCD

Sumber : youngparents

 

Ciri selanjutnya ada pada tindakannya yang terorganisir. Penderita OCD suka dengan kerapian dan sesuatu yang teratur. Ketika sedikit saja ada sesuatu yang berantakan di depannya, dia pasti akan marah dan merapikan tersebut. Bahkan, dalam menata baju maupun koleksi yang dimiliki, umumnya diurutkan mulai sesuai warna sampai sesuai ukuran.

 

Terapi Penderita OCD

Ciri-ciri OCD

Sumber : ccofmooresville

 

Setelah mengetahui ciri-ciri dari penderita OCD, tentu ada terapi yang dapat dilakukan untuk menyembuhkannya. Di antaranya:

  • Terapi Psikologi dengan ERP

ERP atau Exposure and response prevention (ERP) merupakan psikoterapi yang dilakukan dengan memaksa penderita OCD untuk berani menghadapi ketakutannya dengan memunculkan pemicu dari rasa takut itu sendiri. Alurnya, penderita akan diajak untuk melawan ketakutan tersebut secara bertahap hingga akhirnya harus berani menahan diri untuk tidak bertindak kompulsif ketika kecemasan tengah terjadi.

Meski terlihat kejam, namun terapi ini terbukti efektif bagi para penderita OCD dan dapat menghentikan kebiasaan mereka yang bertindak kompulsif.

  • Terapi Medis

Dalam terapi medis, dokter hanya dapat memberikan obat-obatan yang mencegah terjadinya kecemasan atau kepanikan ketika ketakutan itu datang menyerang. Biasanya, obat antidepresan seperti citalopram atau clomipramine yang diberikan untuk membantu menghentikan tindakan kompulsif penderita OCD. Namun, terapi ini hanya bersifat mencegah bukan untuk menghilangkan.

Itulah ulasan singkat mengenai ciri-ciri OCD dan terapinya yang bisa dikenali sejak dini pada anak-anak. Semoga dapat membantu.

Be the first to write a comment.

Your feedback