Anak Kecanduan Makanan Manis? Yuk Ganti dengan Camilan Sehat Ini!

Jessica,
0
Kecanduan Makanan Manis

Menurut para ilmuwan di University of New South Wales, Australia, konsumsi gula berlebih pada anak-anak dapat memicu risiko obesitas dan masalah pada otak. Studi ini menemukan perubahan pada bagian otak yang disebut hippocampus, yang bertugas untuk mengatur stres dan memori. Singkatnya, anak yang kecanduan makanan manis punya risiko lebih besar terkena stres dini. Untuk menurunkan risiko tersebut, berikut adalah rekomendasi camilan sehat bagi anak yang kecanduan makanan manis.

Pisang Beku Celup Cokelat

Kecanduan Makanan Manis

pixabay.com

Untuk mengatasi kecanduan makanan manis pada anak, kamu bisa memberikannya camilan sehat. Buah pisang yang diolah jadi es tentunya akan disukai oleh anak di rumah. Caranya mudah kok, kamu hanya perlu menyiapkan pisang kepok yang sudah matang, dark chocolate, dan tusuk sate. Kupas pisang, lalu beri tusuk sate sebagai pegangannya. Kemudian celupkan pisang ke dalam dark chocolate yang sudah dicairkan. Setelah itu, taruh pisang dalam wadah bersih dan masukkan ke freezer.

Selain rasanya enak, pisang juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan, seperti menyehatkan jantung, memperlancar pencernaan, dan menstabilkan gula darah. Sementara untuk cokelat sendiri, makanan ini kaya akan flavonoid, jenis antioksidan yang dapat mencegah efek buruk radiasi dan baik bagi mata.

Potongan Buah Segar dan Greek Yoghurt

Kecanduan Makanan Manis

pixabay.com

Kecanduan makanan manis bisa berbahaya untuk kesehatan anak, lho. Yuk, bikin kudapan manis tapi sehat dari olahan greek yoghurt dan buah segar! Pilih buah yang disukai anak, lalu cuci dan potong dalam ukuran sedang. Setelah itu, campurkan potongan buah ke dalam greek yoghurt. Jangan langsung dimakan, ya. Lebih enak kalau kamu simpan dulu di dalam kulkas, baru setelahnya disantap saat dingin. Karena greek yoghurt memiliki rasa yang lembut dan creamy, kudapan manis ini tentunya akan digemari oleh anak. Selain itu, yoghurt sendiri menawarkan banyak manfaat bagi tubuh, seperti memperlancar sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjadi sumber energi.

Kacang-kacangan

Kecanduan Makanan Manis

pixabay.com

Karena kecanduan makanan manis bisa membuat anak rentan terhadap obesitas dan masalah pada otak, berikan dia kacang-kacangan sebagai gantinya. Kacang-kacangan sendiri jenisnya sangat beragam, mulai dari mede, hazelnut, almond, kacang tanah, dan masih banyak lagi. Selain baik untuk jantung dan otak, kacang-kacangan juga mengandung banyak thiamin dan vitamin E, yang bisa mengolah glukosa jadi energi yang diperlukan tubuh.

Buah Kering

Kecanduan Makanan Manis

pixabay.com

Studi yang dilansir oleh Journal of American College of Nutrition pada tahun 2005, menunjukkan bahwa buah kering sangat kaya akan antioksidan. Jenis antioksidan yang banyak ditemukan pada buah kering adalah Phenols. Kandungan Phenols paling banyak dijumpai pada buah ara atau kurma, yang berkhasiat dalam menyehatkan jantung, menurunkan risiko kerusakan otak dan diabetes. Buah kering tentunya bisa jadi alternatif yang baik untuk mengatasi kecanduan makanan manis pada anak.

Camilan dari Chia Seed

Kecanduan Makanan Manis

pixabay.com

Chia seed dianggap sebagai makanan super karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Selain itu, chia seed juga kaya serat yang bagus untuk sistem pencernaan. Bahkan, di dalam 2 sdm chia seed, kamu bisa memperoleh 11 gram serat.

Untuk membuat camilan sehat dari chia seed, sediakan santan yang sudah matang, chia seed secukupnya, kayu manis, dan vanila. Campur semua bahan dan taruh dalam wadah gelas kaca. Simpan dalam lemari es selama semalam dan sajikan bersama potongan buah segar di atasnya.

Kecanduan makanan manis bisa membawa dampak buruk pada kesehatan anak. Oleh karena itu, yuk ganti dengan camilan yang sehat! Selain itu, berdasarkan imbauan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi gula per hari hanya dianjurkan sebanyak 50 gram atau tidak lebih dari 4 sdm, ya.

Be the first to write a comment.

Your feedback