Menyiasati Kecanduan Gawai pada Anak

Jessica,
0
Batasi Waktu Penggunaan Gawai

Dewasa ini, gawai sepertinya menjadi yang paling banyak menemani keseharian anak-anak. Hampir setiap saat benda yang satu itu tidak lepas dari genggaman, dibawa ke mana pun pergi. Jika sudah bersama gawainya lingkungan sekitar seolah terabaikan. Sejumlah hasil penelitian menyatakan bahwa perilaku kecanduan gawai pada anak telah sampai pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Lalu, bagaimanakah menyiasati kecanduan gawai pada anak? Simak jawabannya berikut ini.

Orang Tua pun Harus Bisa Lepas dari Gawai

Orang Tua dan Gadget

pixabay.com

Jika ingin buah hati kita tidak lagi kecanduan gawai, maka sebagai orang tua kita pun harus lebih dulu melepaskan diri dari cengkeraman gawai. Umumnya anak mengimitasi perilaku orang tua. Ketika dirinya merasa diabaikan dan melihat orang tuanya begitu asyik bersama gawai mereka, dia pun menjadikan gawai sebagai pelarian. Lama-lama semakin terikat dan sulit lepas.

Jadi, bebaskan diri Anda dari kecanduan gawai. Perlihatkan pada anak bahwa Anda bisa terbebas dari gawai dan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak.  Saat ada waktu berbincang, dengarkan cerita mereka dengan saksama, berikan perhatian penuh. Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tuanya secara utuh tidak hanya fisik.

Lakukan Aktivitas Bersama

Lakukan Aktivitas Bersama

pixabay.com

Alihkan perhatian anak pada hal lain yang lebih bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka melakukan aktivitas bersama. Ada banyak sekali alternatif aktivitas yang dapat dilakukan, pilih yang sesuai dengan minat anak. Membaca, mencoba resep baru, membuat kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Jadikan acara bersama anak ini sangat berkesan, hingga anak menantikan acara-acara bersama selanjutnya.

Main Bersama

Main Bersama

pixabay.com

Sudah fitrahnya jika seorang anak gemar bermain dan senang melakukan sesuatu yang membuat terhibur. Ajak anak bermain permainan yang melatih motorik, seperti menyusun puzzle, bermain peran, petak umpet, menggambar, mewarnai, dan masih banyak lagi. Permainan-permainan tersebut  berpengaruh positif pada perkembangan kecerdasan kognitif mereka.

Daripada menghabiskan berjam-jam  menatap layar gawai, akan lebih menyenangkan bermain bersama orang tua. Tertawa, bersenda gurau, menikmati kebersamaan yang berkualitas, mengukir kenangan yang menghangatkan hati mereka.

Tanyakan Mengenai Pelajaran Sekolahnya

Bisa jadi kegemarannya bermain gawai disebabkan rasa frustrasi karena mengalami kesulitan dengan pelajaran. Jika memang anak mengalami masalah dengan pelajarannya di sekolah, bantu mereka mengatasi kesulitannya. Kembalikan gairah belajar anak, buat kegiatan belajar menjadi hal yang menyenangkan bagi anak.

Gali Minat dan Bakat Anak

Cari tahu minat dan bakat anak, daftarkan ke sanggar atau tempat les yang sesuai dengan minatnya. Misalnya menari, bermain alat musik, atau berlatih bela diri.  Di sana anak akan bertemu teman-teman sebaya yang satu hobi dengannya. Kesibukannya dengan teman baru dan kegiatan terkait hobinya akan membuat perhatian anak teralihkan.

Batasi Waktu Penggunaan Gawai

Batasi Waktu Penggunaan Gawai

pixabay.com

Berikan batasan waktu penggunaan gawai, terapkan aturan tersebut secara disiplin. Ada syarat-syarat yang harus dipatuhi dalam penggunaan gawai, misalnya menggunakannya di ruang terbuka yang terlihat oleh orang tua. Untuk setiap pelanggaran berlakukan konsekuensi.

Tetapkan waktu tanpa gawai di mana semua anggota keluarga harus bebas dari gawai. Contohnya ketika makan atau momen main bersama. Jangan sampai hanya fisiknya yang bersama-sama tapi masing-masing tetap sibuk dengan gawai.

Memberikan Pengertian Pada Anak

Ajak anak berbincang tentang kenapa Anda membatasinya bermain gawai. Terangkan dengan bahasa yang mudah dipahami, apa dampak terlalu lama bermain gawai  bagi mereka di kemudian hari. Apa saja yang mungkin terlewatkan dan akan disesali kelak, jika hanya menghabiskan waktu dengan bermain gawai.

Menghadapi kecanduan gawai pada anak, orang tua harus benar-benar kreatif menyiasatinya, dan ekstra sabar. Tapi itu sepadan ketimbang anak melewatkan banyak hal indah di luar sana karena waktunya habis untuk bermain gawai.

Be the first to write a comment.

Your feedback