5 Cara Untuk Mengurangi Sifat Pemalu Anak

Jessica,
0
Sifat Pemalu

Tidak semua anak memiliki sifat terbuka dan riang terhadap semua orang. Ada beberapa anak yang memiliki sifat tertutup bahkan cenderung pemalu. Bahkan orangtua sendiri seringkali menganggap sifat pemalu anak sebagai sifat yang negatif dan harus dihilangkan. Memang sih, terlalu pemalu akan menghambat anak dalam mengeksplorasi potensi-potensi besarnya dan juga membuat anak kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain.

Namun, memaksa anak untuk langsung menjadi pribadi yang terbuka juga tak efektif, lho. Lebih baik kenali apa saja hal-hal yang harus orangtua lakukan apabila memiliki anak yang pemalu:

  1. Beri dia semangat

Sifat pemalu anak akan semakin menjadi parah apabila orangtua tidak menghargainya dan juga tidak memberikan semangat. Contoh tindakan yang salah terhadap anak pemalu adalah mengatakan kepadanya bahwa sifat pemalu tidak ada membawa keuntungan dan dia bisa kalah dengan teman-temannya.

Berilah semangat dengan kata-kata positif seperti misalnya kepercayaan Anda kepadanya bahwa dia akan sangat disukai bila berteman dengan banyak orang misalnya. Atau, mengatakan bahwa dia punya banyak potensi untuk mengembangkan bakat-bakatnya.

  1. Jangan suka menjelek-jelekkan orang lain

Kegemaran orang tua untuk menilai buruk orang lain juga dapat membuat anak semakin pemalu dan enggan untuk menunjukkan potensi dirinya. Pasalnya, dia terbiasa dengan fakta bahwa setiap perilaku kita akan dinilai oleh orang lain dan dibicarakan keburukannya di belakang. Nah, jangan sampai anak Anda punya pikiran negatif seperti itu. Kurangi bahkan hilangkan kegemaran membicarakan keburukan orang lain di depan anak.

Selain itu, tunjukkan kepadanya bahwa setiap orang sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang harus diterima, selama mereka tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar norma serta etika yang ada di tengah masyarakat.

  1. Menjadi tempat berkeluh kesah yang baik

Jadilah tempat curhat atau berkeluh kesah yang baik bagi anak. Dengarkan setiap keluhan anak dan jangan menghakiminya. Keengganan orangtua untuk mendengarkan anak akan membuat anak menjadi rendah diri dan akan memperparah sifat pemalunya.

Bukan hanya sifat pemalu anak, orangtua yang jauh dari anak-anaknya juga akan membuat anak menjadi malas untuk berkembang karena menurutnya, seberapa pun besarnya prestasi yang mereka hasilkan, orangtua tetap tidak akan pernah menghargainya.

  1. Biasakan bertemu orang-orang baru

Sifat orang tua yang terlalu protektif akan membuat sifat pemalu anak menjadi semakin menjadi-jadi. Pasalnya l, mereka tidak terbiasa bertemu dengan orang banyak dan tidak tahu bagaimana cara bersosialisasi yang baik dan benar. Nah, sejak dini ajarkanlah anak untuk bersosialisasi dengan kawan-kawan sebayanya.

Tanamkan sifat-sifat sopan di dalam dirinya dan ajarkan bagaimana cara menghargai orang lain. Namun, bila anak sedang dilanda suasana hati yang buruk atau terlalu lelah untuk bersosialisasi, jangan pernah memaksanya untuk berinteraksi dengan orang lain. Bila anda terbiasa untuk memaksanya maka dia akan menjadi semakin malas untuk berteman dengan orang lain karena bagi aktivitas tersebut sangat menyebalkan.

  1. Memaksimalkan potensinya

Ada banyak anak yang menjadi pemalu karena dia tidak memahami apa perannya di dunia ini. Dia menganggap bahwa dibandingkan teman-temannya, dia tidak memiliki kelebihan apapun

Nah, sebagai orangtua yang baik, Anda dapat mengatasi hal ini dengan cara memaksimalkan potensi anak. Perkenalkan anak pada berbagai hal yang baru tumbuhkan minatnya pada bidang-bidang tertentu. Dukung segala hal yang menjadi hobinya sepanjang hal tersebut positif serta tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Jangan pernah mengatai anak dengan sebutan-sebutan yang tidak baik dan membuat dirinya menjadi minder

Sifat pemalu anak tidak selamanya negatif selama sebagai orangtua, Anda mendukungnya dengan penuh. Bahkan dengan dukungan yang baik, sifat pemalu anak pun bisa berubah menjadi sesuatu yang membangun dan menjadi tameng bagi anak dalam menghadapi dunia nyata di depan nanti.

Be the first to write a comment.

Your feedback