5 Manfaat Berkawan dengan Anak Jurusan Lain

Jessica,
0
Manfaat Berkawan dengan Anak Jurusan Lain

Banyaknya tugas kuliah memang menyita waktu. Apalagi, kamu juga sibuk berorganisasi hingga bekerja sambilan. Namun, jangan sampai hal itu dijadikan alasan untuk berteman dengan yang itu-itu saja. Justru, ini saatnya kamu memperluas jaringan, termasuk merasakan manfaat berkawan dengan anak jurusan lain.

Tidak hanya dengan teman-teman seangkatan, senior, dan bahkan junior, mengenal tetangga jurusan hingga fakultas lain juga penting, lho. Inilah lima (5) manfaat berkawan dengan anak jurusan lain:

Agar jaringan pertemananmu makin luas

Manfaat Berkawan dengan Anak Jurusan Lain

pixabay.com

Bolehlah kamu saat ini punya satu geng sahabat yang tepercaya. Namun di dunia nyata, kamu tidak bisa selalu tergantung dengan orang-orang yang sama. Ada kalanya sahabat-sahabatmu di kampus sibuk dengan urusan masing-masing. Apalagi, bisa saja kalian pisah kampus setelah lulus SMA dan jarang bisa ketemu.

Pastinya, kamu yang memutuskan kuliah dobel juga harus melakukan ini. Dengan mengenal anak-anak dari berbagai jurusan, jaringan pertemananmu makin luas. Siapa tahu, saat di dunia kerja nanti, kalian yang tadinya beda jurusan ternyata sekantor atau saling menolong dalam urusan lowongan pekerjaan.

Saling mempelajari bidang ilmu masing-masing

Manfaat Berkawan dengan Anak Jurusan Lain

pixabay.com

Inilah manfaat berkawan dengan anak jurusan lain yang penting. Bila tidak kuat kuliah dobel, kamu bisa saling berbagi ilmu dengan teman-temanmu dari jurusan lain. Siapa tahu, jurusan kalian berdua ternyata sebenarnya masih berhubungan. Misalnya: jurusan Komunikasi dengan Sastra. Bahasa menjadi penghubungnya.

Bila temanmu anak jurusan Sastra dan dapat berbahasa asing, kamu bisa memintanya mengajarimu bahasa tersebut. Sebagai gantinya, kamu bisa membagi ilmu yang sedang kamu tekuni. Misalnya: kamu sedang menekuni Hubungan Internasional, lalu temanmu ingin tahu tentang politik negeri tertentu.

Lebih menghargai perbedaan

Manfaat Berkawan dengan Anak Jurusan Lain

pixabay.com

Tidak hanya wawasan yang bertambah, kamu juga akan lebih menghargai perbedaan. Ini termasuk perbedaan cabang ilmu pengetahuan. Bila sebelumnya mungkin kamu mengira bahwa jurusan tertentu mudah ditekuni, kamu akan tahu sebenarnya dari teman yang benar-benar sedang mempelajarinya.

Begitu pula sebaliknya. Bila jurusan yang sedang kamu tekuni dianggap sulit oleh temanmu, mungkin kamu bisa menawarkan perspektif baru. Misalnya: memberitahu temanmu mengenai trik memahami salah satu mata kuliahmu. Dengan berbagi perspektif ini, manfaat berkawan dengan anak jurusan lain lebih terasa.

Dapat menjadi referensi untuk tujuan kuliah berikutnya

Manfaat Berkawan dengan Anak Jurusan Lain

pixabay.com

Biasanya, sesudah lulus kuliah, banyak yang langsung masuk ke dunia kerja. Namun, ada juga yang memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke S2 atau mengambil S1 jurusan lain. Ada juga yang memutuskan untuk bekerja, namun sambil kuliah lagi. Ada yang kuliah di akhir pekan, maupun secara online.

Apa pun pilihanmu, inilah manfaat berkawan dengan anak jurusan lain. Bisa jadi, minatmu untuk mempelajari ilmu yang sama baru tumbuh begitu mengenal mereka. Namun, saat kuliah pertama kali, kamu masih harus fokus dengan jurusan yang sedang kamu tekuni.

Nah, begitu lulus, barulah kamu mengambil jurusan yang pernah ditekuni temanmu.

Bisa untuk program gabungan antar jurusan

Manfaat Berkawan dengan Anak Jurusan Lain

pixabay.com

Tidak hanya dengan anak jurusan lain dalam organisasi kampus yang sama, kamu juga perlu mengenal anak-anak lain yang tidak satu organisasi. Salah satu manfaat berkawan dengan anak jurusan lain adalah lebih mudah saat ingin mengadakan program gabungan antar jurusan.

Misalnya: pentas seni untuk merayakan ulang tahun universitas atau penggalangan dana untuk korban bencana alam. Semakin banyak bala bantuan, semakin baik, bukan?

Inilah lima (5) manfaat berkawan dengan anak jurusan lain. Selain itu, yang pasti kamu ikut menjaga hubungan baik antar jurusan dengan cara ini. Ada manfaat lain yang kamu tahu, mungkin?

Be the first to write a comment.

Your feedback