4 Cara Ini Akan Bangkitkan Anak dari Krisis Percaya Diri

Jessica,
0
Krisis Percaya Diri

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan anak terjebak dalam krisis percaya diri. Bisa karena faktor pola pengasuhan orang tua, ketidakmampuannya untuk menyelesaikan masalah, atau bahkan karena ejekan dari teman-temannya. Faktor-faktor penyebab inilah yang harus Anda identifikasi terlebih dulu ketika akan membangkitkan rasa percaya diri mereka.

Setelah proses identifikasi selesai, berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan.

Ajak Anak Bicara

Krisis Percaya Diri

pixabay.com

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengajak anak bicara. Luangkan waktu untuk bisa quality time dan mendengarkan keluh kesah mereka. Jika selama ini faktor penyebabnya adalah pola pengasuhan, cara ini bisa menjadi titik awal untuk membenahi kesalahan. Barangkali selama ini telah terbentang jarak yang nyata antara orang tua-anak atau bahkan Anda yang sering kali memarahi dan tidak menghargai kerja keras mereka.

Kalaupun penyebab krisis percaya diri tersebut berasal dari lingkungan sekolah atau pertemanannya, quality time ini akan membuat Anda tahu akar permasalahan. Hingga, Anda pun bisa mengambil langkah lebih lanjut untuk mengatasi. Begitupun jika anak merasa stres dan frustasi karena tidak mampu menyelesaikan sebuah tugas atau masalah, kehadiran orang tua tentu bisa menjadi penyemangat bagi mereka. Jadi, bangunlah hubungan yang dekat dengan anak dan dengarkan cerita mereka.

Ajak Anak Bersyukur

Krisis Percaya Diri

pixabay..com

Kurangnya rasa percaya diri atau minder terkadang juga bisa disebabkan karena adanya pikiran negatif. Misalnya, adanya perasaan lebih rendah atau buruk dari orang lain, takut ditertawakan, atau yang lainnya. Jika hal ini yang mereka alami, ajaklah anak untuk bersyukur.

Bimbing mereka untuk menerima kondisi yang ada, dan tanamkan pemahaman bahwa semua itu harus disyukuri. Jika perlu beri perbandingan dengan kondisi hidup orang lain, yang masih kurang beruntung dibandingkan hidup Anda. Dengan begitu, anak akan paham bahwa apa yang mereka miliki atau ada pada dirinya patut disyukuri.

Jika mereka sudah paham hakikat syukur, perlahan tapi pasti anak akan bisa mengafirmasi pikiran-pikiran negatif. Akan tertanam dalam benak mereka bahwa seseorang akan dihargai jika mereka telah bisa menghargai dirinya sendiri.

Ajarkan Mereka Cara Menyelesaikan Masalah atau Mengambil Keputusan

Krisis Percaya Diri

pixabay.com

Krisis percaya diri juga bisa muncul karena anak tak kunjung bisa mengerjakan sesuatu atau pernah salah dalam melakukan suatu hal. Itu bisa membuat mereka takut sekaligus tidak percaya diri ketika harus menjalani proses selanjutnya. Jika hal ini yang terjadi, ajari anak untuk menyelesaikan tugas atau masalah tersebut.

Tapi ingat, jangan mendikte mereka. Biarkan anak mengambil keputusan atau menyelesaikan masalahnya sendiri. Tugas Anda hanya menuntun, memberi masukan, mengawasi, dan mengapresiasi. Dengan begitu, ke depannya anak akan lebih berani untuk menentukan atau melakukan sesuatu.

Fokus Pada Kelebihan dan Hargai Ide Mereka

Krisis Percaya Diri

pixabay.com

Satu hal penting yang harus ditanamkan dalam benak setiap orang adalah anak memiliki kelebihan masing-masing. Jangan pernah menyamakan atau bahkan membandingkan mereka dengan orang lain, meskipun itu saudara kandung mereka sendiri. Itulah mengapa, penting bagi Anda untuk bisa mengidentifikasi kelebihan masing-masing anak.

Jika Anda sudah bisa mengenali apa kelebihan mereka, arahkan anak untuk fokus pada bakatnya tersebut. Jangan sampai Anda menjadi orang tua yang justru memadamkan kelebihan dan semangat anak hanya karena berbeda dari anak kebanyakan.

Selain bakat, Anda juga harus lebih bisa menghargai ide-ide yang mereka cetuskan, seaneh apapun itu. Dengarkan dengan saksama ketika mereka tengah menjelaskan ide-idenya. Ingat, jangan pernah menertawakan atau meremehkan karena hal tersebutlah yang justru bisa membuat anak berada dalam krisis percaya diri.

Itulah beberapa cara yang bisa digunakan untuk membangkitkan anak dari krisis percaya diri. Semoga bermanfaat.

Be the first to write a comment.

Your feedback