6 Tips Jitu Mengelola Stres Saat Studi di Luar Negeri

Jessica,
0
Toko Buku - pixabay.com

Menempuh pendidikan di luar negeri memiliki tantangan tersendiri. Merantau dan jauh dari keluarga, kendala bahasa serta budaya, makanan yang tidak cocok di lidah adalah sekian dari banyak hal yang pasti akan dihadapi oleh mahasiswa asing. Tak jarang, hal-hal seperti inilah yang menjadi pemicu stres saat studi.

Meski terlihat sepele, stres saat sedang menempuh pendidikan di negara orang tidak boleh dianggap remeh, lho. Sudah banyak kasus mahasiswa yang bunuh diri gara-gara depresi tidak kuat menanggung beban mental. Sangat disayangkan, tentu saja.

Nah, berikut tips jitu yang bisa Anda terapkan ketika mendapat stres saat studi di luar negeri.

  1. Cari Tahu Masalahnya
makan - pixabay.com

makan – pixabay.com

Sering kali stres datang karena hal-hal yang sepele dan dibiarkan bertumpuk. Jika Anda mengalami gejala stres, segeralah cari tahu apa penyebabnya dan sebisa mungkin cari solusinya. Hal-hal sepele seperti menu makanan yang tak cocok di lidah pun bisa memicu stres, lho.

Dengan mencari penyebabnya, Anda bisa lebih mudah mencari solusinya. Cara apa yang bisa dilakukan agar stres berkurang, bagaimana mengatasinya, dan sebagainya.

2. Jangan Dipendam Sendiri

Biasanya karena faktor tertentu, mahasiswa lebih suka memendam masalahnya untuk diri sendiri ketimbang menceritakannya pada orang lain. Menyimpan semua persoalan sendiri hanya akan membuat pikiran semakin tertekan, lebih baik ceritakan pada teman agar bebanmu sedikit berkurang.

Selain mengurangi beban, teman sering kali punya solusi yang tidak pernah kita pikirkan, lho. Di kampus, ada juga layanan konseling yang siap mendengarkan semua keluh kesah mahasiswa, dari hal yang remeh temeh soal urusan makanan, sampai proses perkuliahan. Ingat, jangan disimpan sendiri.

3. Jangan Main-Main dengan Deadline

Banyak Tugas - pixabay.com

Banyak Tugas – pixabay.com

Kebiasaan mahasiswa umumnya menumpuk tugas dan baru mengerjakannya pada saat mendekati deadline. Padahal kebiasaan tersebut bisa berakibat fatal buat diri sendiri. Selain memicu stres berlebihan, menumpuk tugas kuliah akan membuatmu tak maksimal mengerjakannya. Sayang kan kalau sudah kuliah jauh-jauh tapi gagal di tengah jalan hanya gara-gara persoalan menunda tugas?

4. Refreshing

Refreshing atau menyegarkan pikiran sejenak usai didera tugas kuliah hukumnya wajib. Tidak melulu harus jalan-jalan, menyegarkan pikiran juga bisa dilakukan dengan membaca buku, nonton film, memasak menu rumahan, menelepon keluarga di Tanah Air, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Penyegaran usai mengirim tugas kuliah akan membuat otakmu lebih siap untuk menerima tugas-tugas yang akan datang. Ingat, bersenang-senang usai menyelesaikan tugas bukanlah dosa besar.

5. Buat Penghargaan untuk Diri Sendiri

Toko Buku - pixabay.com

Toko Buku – pixabay.com

Setiap orang pasti membutuhkan penguatan-penguatan positif dari lingkungan sekitar, begitu pun mahasiswa yang sedang studi di luar negeri. Ketiadaan hal-hal semacam ini ternyata bisa memicu stres tak berkesudahan lho.

Nah, daripada menunggu orang lain bertindak, kenapa tidak diri sendiri saja? Merayakan kemenangan dengan memberikan penghargaan untuk diri sendiri adalah hal yang lumrah, bahkan perlu sebagai bentuk motivasi. Misalnya, Anda akan memborong buku di dekat kampus jika esai yang kemarin dikumpulkan mendapat nilai bagus, dan sebagainya.

6. Istirahat Cukup

Semua teori di atas tidak ada gunanya jika Anda sendiri tidak pernah memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Ingat, tubuh dan otak berhak mendapat jatah istirahat setiap harinya. Terlalu memforsir diri hanya akan memicu stres saat studi.

Nah, itu saja 6 tips yang bisa Anda terapkan agar terhindar dari stres saat studi di negeri orang. Semoga bermanfaat dan sukses!

Be the first to write a comment.

Your feedback

× Available Space for Lease