Mana yang Lebih Penting? Nilai atau Minat Anak!

Jessica,
0
3.bp.blogspot.com

Tidak jarang didapati orang tua marah dan kecewa ketika melihat nilai rapor anak jelek. Bahkan, mereka langsung memberi hukuman dengan melarang anak untuk bermain lagi, menyuruhnya untuk serius belajar, hingga mengikutsertakannya dalam bimbingan belajar tambahan atau les setelah jam pulang sekolah, hanya demi nilainya naik.

Mungkin, Anda salah satu dari para orang tua tersebut. Lebih mementingkan nilai anak daripada melihat hal apa yang menjadi penyebab buruknya nilai tersebut. Bisa jadi, ada suatu kemampuan tersembunyi di balik nilai jelek tersebut, bukan?

Lantas, mana sih sebenarnya yang lebih penting? Nilai akademik atau minat anak?

Seberapa Penting Nilai Akademik?

Nilai akademik - gurumasakini.wp.com

Nilai akademik – gurumasakini.wp.com

Sejak kecil, kita selalu dididik bahkan ditekankan untuk mengedepankan nilai akademik. Doktrin jika nilai bagus dan sempurna, itu berarti kita adalah anak yang pintar selalu melekat dalam pikiran. Tidak hanya dari orang tua, tapi juga para guru dan orang-orang di lingkungan sekitar. Sayang, doktrin itu tidak sepenuhnya benar.

Nilai akademik memang penting. Terlebih dengan kondisi pendidikan di Indonesia yang lebih melihat pada angka rapor dibanding kemampuan anak. Akan tetapi, memaksa anak untuk selalu mendapat nilai sempurna hingga menekan dengan mengikutsertakan banyak les, itu juga tidak baik.

Bukannya mendapat hasil memuaskan, yang ada anak justru tertekan dan malas-malasan dalam belajar. Akhirnya, hasil rapor tidak sesuai harapan. Bahkan, akibat terburuk dari tekanan itu adalah anak menjadi nakal dan cenderung melawan keinginan orang tua.

Jika sudah begitu, banyak orang tua akan menyalahkan institusi pendidikan karena dianggap salah mendidik. Padahal, masalah utama ada pada diri mereka.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Jangan Bebani Anak dengan Prestasi!

www.vebma.com

www.vebma.com

Anak sudah cukup stres dengan mata pelajaran yang ada di sekolah. Jangan bebani lagi dengan tuntutan prestasi bagus. Itu hanya akan menyulitkan dan menekan mereka.

Sebenarnya, anak tahu jika mereka harus berprestasi dan berusaha lebih keras untuk bisa menggapai impian dan cita-citanya. Karena itulah, cukup dampingi dan dukung setiap langkah yang mereka ambil. Ingatkan jika mereka melenceng dari tujuan dan rencana yang sudah disusun. Jangan melarang, apalagi memberi beban tambahan.

Kenali Karakter dan Potensi Anak!

mymedinamecca.files.wordpress.com

mymedinamecca.files.wordpress.com

Mulailah untuk memahami anak. Salah satu caranya dengan mengajak mereka bicara secara pelan-pelan ketika berada di rumah. Manfaatkan quality time sebelum tidur untuk berbincang. Karena pada saat itu, anak biasanya lebih relaks dan terbuka untuk bercerita. Ketika anak sudah mulai membuka suara untuk menceritakan kondisinya, jangan disela. Itu hanya akan merusak komunikasi.

Dalam perbincangan tersebut, Anda dapat menanyakan apa saja. Seperti kondisi di sekolah, cara mereka bersosialisasi dengan teman, bagaimana guru ketika memberi penjelasan, atau pelajaran apa saja yang kurang bisa mereka mengerti. Dari pertanyaan yang Anda ajukan dan jawabannya, Anda bisa tahu potensi apa yang dimiliki anak. Bisa jadi minat anak tidak pada akademik tapi dalam hal lain. Itulah, yang nantinya harus digali lagi untuk bisa dimaksimalkan agar mendapat hasil yang lebih baik.

Berikan Dukungan Terhadap Potensi Anak!

3.bp.blogspot.com

3.bp.blogspot.com

Ketika potensi sudah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah memberikan dukungan serta memfasilitasi anak untuk mengembangkan potensi tersebut. Salah satu bentuk dukungannya adalah mengikutsertakan anak pada kelas khusus atau esktrakurikuler sesuai minat mereka.

Melakukan kegiatan sesuai keinginan akan memberikan hasil yang lebih baik daripada mengikuti kelas dalam keadaan terpaksa tanpa ada keinginan sedikit pun. Bukannya prestasi naik, yang ada nilai semakin anjlok jika terus dipaksakan.

Dukungan juga tidak hanya dalam bentuk material dengan membiayai kelas atau les yang anak inginkan. Akan tetapi bisa dengan membebaskan mereka memilih. Jangan memaksakan kehendak karena itu hanya akan menyakiti dan membuat mereka semakin tertekan.

Ingatlah selalu jika setiap anak itu spesial. Jadi, perlakukan mereka dengan cara spesial pula, sesuai minat anak.

Be the first to write a comment.

Your feedback