3 Metode Tepat Merangkum Pelajaran Demi Pemahaman yang Lebih Optimal

Jessica,
0

Tahukah Anda bahwa merangkum pelajaran bisa membantu menjaga ingatan akan pelajaran yang diberikan? Daripada hanya mengobrol atau bermain ponsel di dalam kelas, alangkah lebih bermanfaat bila kita merangkum pelajaran yang sedang dijelaskan guru/dosen. Ketika merangkum, otak akan berusaha memahami materi lalu mengubahnya ke dalam kata-kata kita sendiri dan menuliskannya. Dengan melakukan kegiatan ini, otak akan lebih lama menyimpan memori.

Saat ini membuat rangkuman bisa dengan kertas ataupun gawai, tergantung kenyamanan dan kebiasaan masing-masing. Banyak hal yang biasanya ditulis saat merangkum pelajaran. Misalnya saja definisi istilah, penjelasan konsep atau contoh penyelesaian soal. Terkadang juga kita mencatat perkataan guru yang penting untuk bahan ujian. Dengan isi rangkuman yang sebanyak itu, bagaimana cara membuat catatan kita rapi dan nyaman dibaca?

Ada beberapa cara yang bisa digunakan agar rangkuman kita efisien, lengkap dan nyaman untuk dibaca kembali di kemudian hari. Di bawah ini akan kita bahas 3 metode dalam merangkum pelajaran. Yuk simak penjelasannya!

Metode Outline (Garis Besar)

Metode Outline (Garis Besar)-maribelajar.wordpress.com

Metode Outline (Garis Besar)-maribelajar.wordpress.com

Sesuai namanya, pada metode ini kita merangkum pelajaran dengan cara menuliskan secara garis besar materi yang sedang diterangkan. Dimulai dengan judul paling awal, lalu dipecah menjadi beberapa subjudul penting di bawahnya. Apabila dirasa kurang spesifik, kita juga bisa menambahkan sub-subjudul di bawah subjudul. Setelah itu kita bisa menambahkan keterangan secara lebih spesifik di bawahnya.

Misalnya materi pada pelajaran biologi dengan judul ‘Makhluk Hidup’, bisa memiliki beberapa subjudul seperti ‘Monera’, ‘Protista’, ‘Fungi’, ‘Plantae’ dan ‘Animali’’. Lalu pada subjudul ‘Fungi’ bisa dijelaskan karakteristiknya, cara mendapat makanan, cara berkembang biak, dsb.

Keuntungan dari merangkum pelajaran dengan metode Outline ini adalah kita bisa membuat rangkuman pelajaran yang ringkas, sederhana namun bisa mencakup semua detail. Sedangkan kekurangannya, rangkuman kita akan terlihat lebih kaku dan membosankan.

Metode Cornell

Metode Cornell-indonesiamengglobal.com

Metode Cornell-indonesiamengglobal.com

Metode ini dikembangkan tahun 1950-an oleh Prof. Walter Pauk dari Universitas Cornell. Pada metode ini, kita akan membagi lembar kertas catatan menjadi 3 bagian (cue, notes, summary). Bagian tengah halaman dibagi 2 kolom dengan ukuran kolom sebelah kiri lebih kecil. Sekitar 3-4 baris paling bawah dipisahkan oleh garis horizontal untuk menuliskan ringkasan (summary).

Pertama, tuliskan judul di baris paling atas. Untuk menulis detail catatan, pakai kolom catatan (notes) di sebelah kanan. Catat semua gagasan penting yang dijelaskan secara ringkas di sini. Pada kolom isyarat (cue) di sebelah kiri, kita bisa menuliskan gagasan utama (keyword), pertanyaan yang masih perlu dicari kembali dan informasi penting mengenai materi tersebut seperti diagram. Setelah pelajaran berakhir, segera tuliskan 1-2 kalimat ringkasan di kolom paling bawah. Ringkasan berisi refleksi dan gambaran materi secara umum.

Metode Mind Mapping (Pemetaan Pikiran)

Metode Mind Mapping (Pemetaan Pikiran)-blogspot.com

Metode Mind Mapping (Pemetaan Pikiran)-blogspot.com

Rangkuman pelajaran dalam bentuk mind map akan memiliki wujud seperti pohon yang bercabang atau jaring laba-laba di sebuah kertas kosong. Mirip seperti metode outline, kita menuliskan satu judul besar sebagai gagasan utama di tengah halaman.

Namun, alih-alih menuliskan subjudul secara linear ke bawah, kita akan membuatnya bercabang seperti diagram pohon yang memiliki hierarki. Di tiap cabangnya, dituliskan kata kunci penting yang menjadi inti pelajaran. Dengan begitu, kita dapat merangkum seluruh materi hanya dalam satu lembar kertas saja dalam bentuk yang lebih kreatif dan lebih mudah diingat.

Itulah 3 metode yang dapat digunakan untuk merangkum pelajaran. Metode mana yang akan Anda pilih? Silakan disesuaikan dengan kebutuhan. Tiap pelajaran bisa memakai metode yang berlainan bahkan gabungan beberapa metode sekaligus. Nah setelah tahu metode yang tepat, jangan malas untuk merangkum ya!

Be the first to write a comment.

Your feedback