Mengenali dan Mengatasi Frustrasi pada Anak

Jessica,
0
Frustrasi pada Anak
Frustrasi pada Anak

familyguideindonesia.com

 

Sebagai orang tua, selain memberikan dukungan materil yang baik, hal yang bersifat moril juga tidak boleh diabaikan. Menjaga kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisiknya. Salah satu masalah yang bisa memicu munculnya masalah kesehatan lebih lanjut adalah frustrasi pada anak.

Mengenal Frustrasi pada Anak

Frustrasi pada Anak

blog.arvoredelivros.com.br

 

Kebanyakan anak mengalami masa-masa frustrasi saat usianya antara 1 hingga 3 tahun. Namun ini akan teru sberlanjut hingga memasuki usia sekolah. Ini biasanya terjadi ketika mereka tidak bisa melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Di masa-masa ini, frustrasi pada anak biasanya ditunjukkan dengan tantrum.

Di usia TK, sumber frustrasi pada anak ini biasanya karena dia dibanding-bandingkan dengan teman sekelasnya dan ketidak siapan menghadapi ekspektasi. Frustrasi biasanya bisa di akibatkan karena beberapa hal seperti memiliki keterlambatan pada bidang tertentu, mudah melakukan sesuatu tapi tidak bisa mengingat proses belajar yang dialalui atau ketika sikecil memiliki kepribadian perfeksionis.

Marah dan frustrasi pada anak memang dua bentuk emosi yang saling berkaitan, tapi keduanya bukanlahhal yang identik. Perasaan yang muncul ketika sikecil tidak bisa melakukan apa yang ia inginkan akan menimbulkan perasaan tidak berdaya dan kesal pada dirinya sendiri. Inilah yang disebut dengan frustrasi.

Sedangkan marah adalah reaksi atas segala sesuatu yang dilihat anak sebagai bentuk ketidak adilan, ancaman atau penghinaan. Meskipun perasaan yang muncul mirip dengan frustrasi, namun itu adalah bentuk emosi yang lebih kuat. Ia bisa mengekspresikannyadenganberteriak, mendorong, berkelahi atau mengamuk.

Membantu Anda Menghadapi Frustrasi

Frustrasi pada Anak

zoystudio.com

 

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu sikecil menghadapi rasa frustrasinya:

  • Identifikasi bagai mana anak Anda mengekspresikan rasa frustrasinya dan kondisi seperti apa yang biasanya memancing perasaan itu muncul. Alih-alih mencoba menghindarkannya dari keadaan itu, Anda bisa membantu dengan memberinya pengertian sedikit demi sedikit tentang masalah yang dihadapinya itu.
  • Tunjukkan dukungan Anda padanya. Biarkan sikecil tahu bahwa bagaimanapun keadaannya, Anda akan tetap berada di sisinya. Katakan padanya kalau Anda punya cara untuk membantunya mengatasi masalah yang sedang ia hadapi.
  • Berikan alternatif untuk mengekspresikan rasa frustrasi nyaitu.
  • Jelaskan padanya bahwa kadang semua orang, termasuk orang dewasa juga mengalami hal yang sama dengannya. Bicarakan dengannya tentang proses yang dilalui orang-orang yang tidak dapat melakukan sesuatu sebelumnya. Anda mungkin bisa menjadikan diri Anda sebagai contoh agar ia tidak merasa berkecil hati dan marah dengan keadaannya.
  • Coba catat dan lihat aspek apa yang paling sulit bagi anak Anda. Jika dia tahu apa kekurangannya, akan lebih mudah bagi sikecil untuk mengatasinya.
  • Apa yang tidak dikuasainya, mungkin adalah apa yang selama ini kurang ia tekuni. Beri pengertian pada anak untuk melatih kelemahannya dan meningkatkan kemampuannya.
  • Tetapkan target yang realistis. Saat memasuki usia sekolah, ekspektasi yang terlalu tinggi sering kali memancing munculnya frustrasi pada anak. Membayangkan anak bisa membaca dan berhitung sendiri mungkin terdengar menyenangkan. Tapi berharap ia bisa melakukannya di 2 bulan pertama sekolahnya mungkin akan membuat sikecil merasa tertekan dan frustrasi. Sebagai orang tua, Anda perlu menekankan padanya bahwa proses itu sama pentingnya dengan hasil.

Coba juga untuk memberikan apresiasi atas pencapaian sekecil apapun yang berhasil ia lakukan. Ketika ia sudah berhasil menguasai perkalian, rayakan itu dengan pujian atau sekadar mengajaknya makan es krim keluar. Beritahu sikecil bahwa kadang rasa frustrasi itu memang muncul sebagai pertanda bahwa dia akan memperoleh pencapaia nbaru. Dengan cara ini, Anda bisa membantu mengatasi frustrasi pada anak.

 

Be the first to write a comment.

Your feedback