Ingin Kosakata Anak Bertambah? Yuk Ajak Anak Belajar Bersyair!

Jessica,
0
Belajar Bersyair

Menambah kosakata anak bukan hanya dengan membaca, tetapi juga belajar bersyair.

Mendengar kata ‘syair’ mungkin identik dengan puisi atau sastra. Boleh jadi  Anda berpikir, apakah mungkin anak usia prasekolah belajar bersyair. Ternyata, bersyair justru bukan diperoleh dengan membaca puisi, prosa, atau sejenisnya. Anak-anak malah sudah memulainya lebih dulu, jauh sebelum ia memahami apa makna syair itu. Ya, mereka belajar bersyair lewat lagu anak-anak yang sering dinyanyikan.

Sebagai contoh, lagu Balonku. Semua orang pasti mengenal dan mengingat lagu ini. Lirik yang sederhana mengajak anak belajar warna dan jumlah balon. Irama pun mudah diikuti dan durasi lagu relatif pendek. Terakhir, ada rima tersurat dalam lirik lagu itu. Dua baris pertama berbunyi /a/, empat baris lanjutannya berbunyi /u/, dan baris terakhir kembali berbunyi /a/.

Inilah contoh paling mudah belajar bersyair untuk anak usia prasekolah. Lirik lagu yang dinyanyikan itulah yang kemudian terpatri dalam ingatan anak hingga besar nanti. Mengapa bisa demikian? Tak lain dan tak bukan karena pengenalan lagu dilakukan dengan cara menyenangkan. Anak pun lebih mudah memahami makna dari sebuah lagu.

5 Manfaat Belajar Bersyair

Membuat syair memang membutuhkan ketekunan, terutama dalam pemilihan kata yang tepat. Dalam bahasa Indonesia, syair punya syarat tertentu. Satu bait terdiri dari empat baris, semua baris adalah isi, dan setiap bait berima kembar (a-a-a-a). Untuk memulainya dengan anak, sebetulnya bisa dilakukan dengan mengubah lirik lagu anak-anak populer. Tinggal memainkan kata saja agar terdengar berima dan enak dinyanyikan.

Kemudian nyanyikan bersama anak sesering mungkin. Ya, inti lain dari belajar bersyair adalah pengulangan. Anak sangat menyukai pengulangan. Dengan senang hati ia mengulang semua lagu atau syair favoritnya. Sebab, pengulangan merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.

Ketika anak mulai hapal bermacam-macam lagu dan syair, ia mulai berkreasi sendiri dengan lagu atau syair. Diawali dengan menggabungkan beberapa bagian dari dua lagu berbeda. Lalu menyanyikan benda-benda yang belum ada lagunya, seperti lagu mobil, buku, meja dan kursi, dll. Di titik inilah imajinasi anak terasah dan mendorong kreativitas anak dalam bermain kata.

Lebih lanjut, ada 5 manfaat belajar bersyair yang perlu Anda ketahui.

 

Melatih kepekaan berbahasa dan memperkaya kosakata

Belajar Bersyair

cermati

 

Rima dalam lirik lagu dan syair bisa melatih kepekaan anak dalam berbahasa. Anak akan diajak mengenali perbedaan bunyi yang muncul dalam setiap kata. Selain itu, kosakata anak juga akan lebih kaya. Ia bisa memperoleh kata-kata baru dari lagu atau syair yang dinyanyikannya.

 

Mengenali dan memahami irama bahasa

Belajar Bersyair

Cikimis

 

Belajar bersyair membantu anak mengenali dan memahami irama bahasa. Setiap kata punya pelafalan dan nada bicara yang berbeda.

 

Melatih imajinasi

Belajar Bersyair

lilchitchat

 

Ketika anak mendengarkan satu atau dua kata dari syair, anak bisa membayangkan kata itu seperti apa dan bagaimana wujudnya. Misalkan, anak mendengar kata ‘balon.’ Dalam benaknya, muncul wujud sebuah balon berwarna hijau yang tak lama kemudian meletus.

 

Membantu belajar menulis

Belajar Bersyair

foto-elf.ru

 

Mengenal rima dalam syair juga menjadi prasyarat anak belajar menulis. Anak tahu kata berbunyi mirip biasanya memiliki susunan huruf yang sama pula. Misalnya, pintar dan akar.

 

Menyampaikan pesan mendidik

Belajar Bersyair

Babysitting

 

Anda bisa menyampaikan pesan mendidik lewat lagu atau syair tersebut. Bisa juga Anda membuat syair sendiri yang berisi pesan atau ajakan melakukan kegiatan sehari-hari. Misalnya, ajakan mencuci tangan sebelum berpakaian atau berdoa sebelum tidur.

Itulah 5 manfaat belajar bersyair untuk si kecil. Anda bisa segera memulainya di rumah. Apalagi, bersyair bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa menggunakan alat apa pun. Sungguh cara yang menyenangkan dan murah meriah untuk bermain bersama anak, bukan?

Be the first to write a comment.

Your feedback


Deprecated: WP_Query was called with an argument that is deprecated since version 3.1.0! caller_get_posts is deprecated. Use ignore_sticky_posts instead. in /var/www/vhosts/educenter.id/httpdocs/wp-includes/functions.php on line 5495