Dampak Buruk Anak Sering Main Game 

Vana Vana,
0
Dampak Buruk Main Game

Setiap anak saat ini selalu sering bermain game dan membuat pelajaran mereka terbengkalai, segala hal sesuatu yang berlebih akan selalu memiliki dampak buruk, begitu juga ketika anak Anda sering main game.

Banyak penelitian tentang efek main game pada perkembangan anak, beberapa penelitian menunjukkan hasil positif, dan ada juga yang menunjukkan hasil negatif, banyak peneliti berargumen bahwa permainan game setiap anak di konsol, laptop, tablet, maupun handphone akan memiliki dampak buruk di tubuh kembang anak pada kemudian hari.

Beberapa dampak buruk yang bisa dialami oleh anak apabila mereka keseringan main game adalah sebagai berikut:

  • Terjadinya Gangguan Kesehatan

Jika keseringan main game ternyata bisa membuat kita memiliki penyakit kronis, tanpa kita sadari, bermain game akan masuk ke dalam gaya hidup kita sehari-hari dan hal tersebut akan membuat kita malas bergerak, terlebih ketika Anda bermain game, ketika Anda bermain game, hanya mata dan tangan Anda saya akan fokus bekerja, dan bagian tubuh Anda yang lainnya akan hanya diam tidak bergerak.

Dan jika kebiasaan tersebut dilakukan secara terus menerus, maka tentu saja Anda memiliki resiko yang tinggi untuk terkena penyakit obesitas, melemahnya otot dan persendian Anda, dan juga akan membuat penurunan penglihatan yang signifikan. Anda juga beresiko memiliki lebih banyak masalah lagi jika Anda memiliki pola makan yang buruk, merokok, dan juga minum alkohol.

Anda mungkin saja tidak merasakan langsung resiko dari gaya hidup Anda ketika saat ini atau ketika anak Anda masih kecil, tetapi dampak buruk itu akan terasa bertahun-tahun setelah Anda sering melakukan rutinitas tersebut, terutama ketika Anda melakukannya sejak Anda masih kecil.

 

  • Turunnya Prestasi Akademik

Keseruan yang ditawarkan setiap game tentu saja sangat jauh berbeda dari apa yang kita lalui di sekolah, jika di sekolah terkadang membuat setiap anak merasa bosan dan tertekan, tetapi ketika mereka bermain game, maka mereka tidak akan merasakan hal tersebut dan tentu saja akan menjadi suatu kenikmatan tersendiri bagi si anak untuk bermain game dibandingkan mengerjakan PR atau belajar.

Dan apabila ketika anak Anda sudah mencapai tahap kecanduan game, mereka tentu saja akan melakukan segala sesuatu untuk dapat bermain game, dan hal tersebut akan membuat anak tidak fokus ketika mereka sedang belajar di kelas, malas belajar, dan juga bisa saja mereka sudah mulai berani bolos sekolah. Hal ini tentu saja akan berujung pada penurunan prestasi akademik anak di sekolah.

 

  • Tidak Ada Pergaulan

Anak yang sudah senang dengan game mereka tentu saja akan lebih senang menghabiskan waktu berjam-jam di depan game mereka untuk menyelesaikan misi atau mengejar level tertinggi di game yang sedang mereka mainkan, anak akan memilih untuk berbicara secara digital dibandingkan dunia nyata, dan hal tersebut sering sekali disebut dengan anti sosial.

Anti sosial adalah disfungsi kepribadian yang biasanya ditAndai dengan menarik diri dan menghindar dari sikap interaksi sosial apapun, orang yang biasanya anti sosial cenderung tidak peduli dengan orang lain dan akan sibuk dengan dunia mereka sendiri.

Anak anak yang anti sosial sering kikuk ketika diminta tolong untuk memulai percakpaan dan akan merasa bosan ketika bertemu dengan banyak orang di tempat umum karena sang anak lebih memilih untuk bergaul di dunia game atau dunia digital.

 

  • Bersikap Agresif

Banyak game yang menampilkan kekerasan yang akan membuat anak-anak menjadi tidak sabar dan mungkin saja bersikap agresif dalam kehidupan sehari hari mereka. Mereka lebih sering marah dan akan mudah tersinggung ketika Anda melarang atau meminta sang anak berhenti bermain game.

Hilangnya kendari diri tersebut akan membuat sang anak lebih menomorsatukan gaming dalam hidup anak Anda, dan membuat anak Anda sulit melakukan banyak cara yang bisa menuntaskan hasrat kehidupannya, karena itu Anda sebaiknya sebelum menginstall game yang Anda ingin berikan kepada anak Anda, Anda cek dahulu umur yang sudah aman untuk diberikan kepada seseorang, dibandingkan Anda harus tinggal di tempat berbeda dan tidak bisa berkumpul kembali bersama keluarga Anda.

 

  • Terjadinya Gangguan Mental

Kecanduan game juga ditandi ketika anak tidak mampu lagi mengendalikan keinginan mereka untuk bermain game, dan anak akan terus-terusan memiliki keinginan untuk bermain game.

Menurut beberapa kabar, WHO berencana memasukkan kecandun game sebagai salah satu kategori gangguan jiwa baru. Hal ini didasari atas fenomena peningkatan atas kasus kecanduan game dari berbagai negara.

Hal tersebut diusulkan akan masuk di bawah kategori besar “Gangguan mental, perilaku, dan juga perkembangan saraf’”.

Artinya, para pakar kesehatan di seluruh dunia setuju bahwa kecanduan game dapat memiliki dampak yang sama dengan kecanduan alkohol ataupun obat obat terlarang yang juga kita sering sebut sebagai narkoba.

Untuk itu, tidak ada salahnya kita sebagai orang tua memberikan batas kepada anak kita yang sering bermain game, dimana sang anak ada waktu untuk berhenti dan ada juga waktu untuk anak Anda untuk bermain, hal ini lebih baik dibandingkan Anda melepas anak Anda untuk bermain game tanpa Anda mengetahui waktu bermain anak Anda, karena dengan begitu, anak Anda akan mengalami kesulitan bergaul dengan dunia luar dan juga tidak akan mengenal dunia luar jika anak Anda selalu bermain game di rumah dan tidak mau bertemu dengan orang lain.

Banyak cara untuk mengajari anak Anda agar tidak bermain game terus menerus dan jika sudah ada maka kami akan berikan artikel tersebut, jadi lebih sering ya untuk membuka website kami untuk mengetahui artikel artikel lain yang seru dan tidak kalah menarik dari artikel ini.

 

Be the first to write a comment.

Your feedback