Cara Menghentikan Anak Yang Suka Berteriak 

Vana Vana,
0
Anak Suka Berteriak

Setiap anak yang semakin tumbuh berkembang, maka tentu saja semakin banyak juga kemungkinan si anak melakukan hal hal yang Anda larang atau Anda tidak bolehkan, salah satu-nya tentu saja anak suka berteriak, apalagi jika hal tersebut dilakukan di depan publik, hal itu juga terkadang disebut dengan istilah tantrum.

Selain karena beberapa alasan lain, sikap tersebut dapat terbentuk karena kebiasan yang sudah melekat di kehidupan sehari-hari si kecil saat menjalani proses tumbuh kembang-nya, dan tentu saja bagi orang tua, Anda tidak ingin kebiasaan tersebut terus menerus menjadi kebiasaan bagi si kecil bukan.

Saat anak Anda sudah masuk usia satu tahun, Anda bisa melakukan hal yang bisa mencegah si kecil suka berteriak, setidaknya ada beberapa cara yang efektif untuk diterapkan pada si kecil agar ia terbiasa dengan hal tersebut, dan berikut adalah beberapa langkahnya.

  • Menjadi Contoh Yang Tepat

Dalam mengatasi segala isu atau permasalahan mengenai anak, terutama pembentukan karakter anak, para pakar di bidang anak terus menekankan bahwa solusi terbaik untuk anak Anda adalah Anda sebagai contoh si anak.

Hal ini tentu saja sudah merupakan hasil studi ilmiah mengenai proses tumbuh kembang anak yang kerap menemukan kecenderungan anak kecil yang selalu akan mengikuti gerak gerik orang tua dan orang terdekat dari si kecil.

Karena itu, Anda juga dianjurkan untuk berbicara dengan suara lembut saat anak Anda terbangun, baik saat ia melihat atau tidak, dengan menjadi contoh baik yang Anda tunjukkan secara rutin, si kecil akan terdorong untuk ikut sikap mama yang selalu berbicara lembut dan pelan.

Seperti kata pepatah yang ada bukan dimana buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.

 

  • Tunjukkan Cara Berkomunikasi Yang Benar

Untuk membantu si kecil benar-benar terbiasa agar tidak berteriak, Anda disarankan untuk jangan hanya fokus pada penerapan volume suara saat berbicara yang lembut dan pelan, akan lebih efektif apabila Anda mengajarkan anak Anda cara berkomunikasi dengan tepat.

Contohnya adalah mengajarkan si kecil menyapa seseorang dengan benar, bagaimana cara meminta tolong, cara bertanya dan semacamnya.

Saat Anda memberikan kepada anak Anda penjelasan seperti itu maka Anda juga diwajibkan untuk menjadi contoh nyata untuk berkomunikasi dengan si kecil, hal tersebut akan efektif dalam mengajar si kecil untuk mengetahui bagaimana mereka harus memulai percakapan dan juga ketika mereka memberikan respon.

Dan tentu saja jika itu semau bisa berjalan dengan baik, maka Anda tergolong berhasil meminimalisir kecenderungan si kecil untuk berteriak saat mereka melakukan kesalahan atau ketika mereka tidak ingin menerima hal tersebut, karena Anda sudah mengajarkan anak tentang cara ber-etika yang benar.

 

  • Ajari Cara Ber-Ekspresi

Salah satu faktor pendukung dan alasan mengapa anak suka berteriak karena mereka kesulitan atau tidak tahu cara bagaimana untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya, dan tentu saja hal tersebut akan membuat si kecil berteriak.

Fakta tersebut tentu saja membuka mata orang tua bagaimana mereka harus mengajarkan anak mereka untuk ber-ekspresi, hal ini akan membuat si anak tidak salah memilih cara yang salah dalam memberitahukan sesuatu, salah satunya tentu saja dengan berteriak.

Anda harus bisa peka terhadap ekspresi wajah anak dan mendorong mereka untuk berbicara, ketika Anda melihat si kecil sedang menunjukkan ekspresi wajah sedih atau kesal, maka Anda bisa langsung mendatangi si kecil dan bertanya apa yang membuat si kecil merasa sedih.

Hal itu juga akan menjadikan si anak mengerti bahwa raut mukanya tersebut adalah raut muka sedih dibandingkan memendam ataupun berteriak begitu saja.

 

  • Konsisten Pada Peraturan

Salah satu penyebab mengapa anak berteriak juga dikarenakan keinginan mereka untuk mendapatkan sesuatu bagaimanapun caranya, biasanya hal ini dikarenakan karena si anak tidak memiliki peraturan yang bisa di-ikutinya.

Misalnya hari ini Anda memberikan ijin untuk si anak melakukan sesuatu, tetapi esok hari Anda tidak mengijinkannya, maka hal seperti itu yang tidak konsisten akan membuat anak protes dan juga berteriak untuk menunjukkan ketidak sukaannya.

Karena itu kita harus konsisten dalam menerapkan aturan yang telah kita buat, dan tentu saja Anda juga harus melakukan pendekatan yang baik untuk hal tersebut ya.

 

Be the first to write a comment.

Your feedback