Cara Mengatasi Anak Yang Malas Belajar

Jessica,
3
Cara Mengatasi Anak Yang Malas Belajar

Pernahkan Anda mengalami kewalahan saat meminta anak untuk belajar?

Tentu setiap orang tua menginginkan anak yang rajin dan bisa berprestasi di sekolah. Lalu bagaimana mungkin hal itu bisa tercapai kalau belajar saja ogah-ogahan. Kalau sudah begitu, lantas apa yang akan Anda lakukan? Nah, sebelum bertindak lebih jauh untuk mengetahui cara mengatasi anak yang malas belajar , ada baiknya Anda menggali beberapa penyebab anak malas belajar berikut ini:

  1. Kelelahan

    Jam belajar yang tinggi terkadang membuat anak kelelahan saat tiba di rumah. Badan yang letih serta perut yang lapar membuat anak tidak dapat melanjutkan aktivitas belajar. Dalam kondisi demikian, mana mungkin terbersit pikiran untuk belajar?

  2. PR Terlalu Banyak

    Tugas-tugas dari sekolah untuk dikerjakan di rumah yang biasa disebut dengan pekerjaan rumah (PR) yang terlalu banyak sering membuat anak malas mengerjakan dan menundanya di lain kesempatan. Akibatnya, tugas-tugas itu semakin menumpuk dan perasaan malas yang muncul semakin besar.

  3. Banyak Pelajaran Sulit

    Pelajaran-pelajaran yang sering dianggap sulit seperti matematika dan fisika juga bisa membuat anak malas belajar. Dalam hal ini, anak merasa tidak mampu dan akhirnya menyerah.

  4. Lebih Senang Bermain

    Rasa malas yang muncul ketika menghadapi pelajaran sekolah sering membuat anak menjadikan permainan sebagai pelarian. Memang, tidak semua permainan itu buruk, akan tetapi apabila dilakukan secara berlebihan, permainan-permainan itu bisa berdampak buruk bagi masa depan anak sebagaimana orang-orang yang saat ini sedang kecanduan online games.

Penyebab munculnya sikap malas belajar pada anak memang tidak selalu sama. Untuk itu, orang tua perlu mendekatkan diri dan bertanya langsung pada anak.

Tindakan kekerasan dan makian untuk anak yang dianggap malas bukanlah hal yang tepat, karena anak akan menganggap itu sebagai perlakuan buruk, bukan wujud kasih sayang. Akibatnya, kegiatan belajar yang ia lakukan bukan berlandaskan kesadaran diri, melainkan atas dasar ketakutan. Untuk menumbuhkan kesadaran belajar pada anak, berikut ini beberapa cara mengatasi anak yang malas belajar:

  1. Buat Jadwal Kegiatan

    Pembuatan jadwal kegiatan sehari-hari untuk anak adalah salah satu cara untuk mengurangi terlalu padatnya aktivitas yang bisa membuat anak kelelahan. Sepulang sekolah, misalnya, anak bisa beristirahat terlebih dahulu selama 30 menit tidur siang dan 30 menit bersantai di rumah. Seusai lelah hilang, anak bisa kembali melanjutkan kegiatan belajar, seperti mengikuti les atau belajar sendiri di rumah dengan lebih segar dan bersemangat. Apabila harus mengikuti beberapa jenis les, usahakan untuk membagi jadwal les pada hari yang berbeda. Hal tersebut untuk menjaga kondisi tubuh dan pikiran anak supaya tetap prima untuk belajar.

  2. Segera Kerjakan PR

    Menunda-nunda PR akan malah membuatnya semakin menumpuk. Untuk itu, mintalah anak untuk segera menyelesaikan PR yang ia dapat dari sekolah pada hari yang sama. Apabila tidak ada PR, sebaiknya anak tetap harus belajar dengan cara mengulangi pelajaran yang sudah diberikan oleh gurunya. Hal tersebut sangat baik untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran.

  3. Temani Anak Belajar

    Menemani anak belajar adalah bentuk perhatian serta kepedulian Anda terhadap sang buah hati. Sebelum kegiatan belajar tersebut dimulai, Anda bisa bertanya tentang pelajaran yang paling anak sukai, yang paling mudah, yang paling sulit, serta letak kesulitan yang ia alami. Setelah itu, bantu ia untuk menemukan cara memecahkan kesulitan-kesulitan itu sehingga pelajaran menjadi lebih mudah dan anak lebih bersemangat saat belajar.

  4. Jelaskan Manfaat Pelajaran

    Kadang kala, anak merasa jenuh belajar karena ia berpikir bahwa pelajaran yang ia peroleh di sekolah hanya teori semata. Untuk itu, sebaiknya sering-seringlah mengajak anak Anda ke museum dan wahana wisata edukasi untuk menjelaskan manfaat ilmu pengetahuan bagi kehidupan. Dengan demikian, anak mampu berpikir bahwa ternyata belajar itu penting.
    Keinginan belajar anak harus berasal dari kesadaran diri, sementara tugas orang tua adalah untuk menumbuhkan kesadaran itu.

Semoga penjelasan tentang cara mengatasi anak yang malas belajar tersebut bermanfaat untuk Anda.

Feedback

Your feedback