Kapan Waktu yang Tepat Bagi Anak Belajar Calistung?

Jessica,
0
Source -pixaby

Setiap orang tua sudah tentu ingin punya buah hati yang sehat dan cerdas. Selain memberinya asupan bergizi, mereka juga mereka juga membekali anak-anak dengan beragam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau yang biasa disingkat calistung.

Di Indonesia, pelajaran membaca dan berhitung sudah mulai dikenalkan sejak bangku awal pendidikan sekolah dasar (SD). Bahkan ada juga yang diberikan sejak usia pra-sekolah. Namun, banyak pendapat yang saling silang perihal ini.

Sebagian berpendapat bahwa pembelajaran seperti ini harus dimulai sedini mungkin saat anak sedang berada di masa emasnya. Membekali anak dengan kemampuan baca tulis hitung sedini mungkin akan membuatnya lebih siap ketika masuk sekolah.

Sementara itu, ada juga yang menganggap kalau mengajari baca tulis hitung pada anak-anak hanya akan membuatnya stres karena tertekan. Lalu, kapankah waktu yang paling tepat bagi anak untuk belajar calistung?

  • Membaca
Membaca -pixabay.com

Membaca -pixabay.com

Jangan salah, kemampuan membaca anak bukan diperoleh dengan cara mengeja huruf, tapi lewat simbol, gambar, dan bentuk. Kemampuan membaca gambar pun baru bisa/baru boleh diajarkan jika anak sudah masuk usia 4 tahun.

Langkah lain yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua adalah membacakan dongeng untuknya. Membacakan dongeng sejak dini, bahkan ketika anak belum mengenal huruf, akan membuat kemampuan membaca meningkat. Selain itu, membacakan dongeng juga akan mengasah rasa empati mereka.

  • Menulis

Melatih kemampuan motorik buah hati jauh lebih penting daripada mengajarinya menulis sejak dini. Jadi, sebelum Anda memberikan pensil dan buku untuk si kecil, lebih baik ajari mereka untuk menggenggam benda-benda kecil yang ada di sekitarnya.

  • Berhitung

Mengajarkan konsep matematika secara saklek, misal 1 ditambah 1 sama dengan 2, kepada anak hanya akan membuatnya stres dan bukan tidak mungkin membenci matematika.

Anak lebih senang belajar lewat cara langsung yang membuatnya tidak sadar kalau sesungguhnya dia sedang belajar. Misalnya membagi kue untuk kakak dan adik, dan sebagainya. Cara ini jauh lebih menyenangkan daripada harus mendikte anak dengan pertambahan atau pengurangan konvensional.

Kapan Anak Diajari Calistung?

memuji-anak - pixabay.com

memuji-anak – pixabay.com

Sekarang ini banyak sekali lembaga kursus yang menyediakan les calistung buat anak-anak usia pra-sekolah. Padahal, pada masa itu kemampuan motorik dan sensorik anak belum berkembang dengan baik.

Anak dianggap matang secara motorik dan sensorik mulai usia 6 atau 7 tahun. Inilah usia yang tepat untuk mengajari baca tulis hitung kepada mereka dengan catatan sudah benar-benar siap untuk belajar menulis dan membaca. Jika pada usia tersebut anak masih menunjukkan tanda belum siap, sebaiknya jangan dipaksakan dan biarkan mereka berkembang dengan sendirinya.

Tak perlu khawatir anak tidak mampu membaca atau menulis, tidak usah takut ananda akan dikucilkan dari pergaulan karena dianggap tidak pintar, sebab kesehatan mental si kecil jauh lebih penting daripada prestasi sementereng apa pun.

Pada masanya, setiap anak pasti akan melampaui momennya masing-masing, termasuk momen bisa membaca dan menulis tersebut. Jadi, tak perlu memaksa si kecil belajar calistung seperti yang lainnya. Yakinlah bahwa anak Anda punya prestasi yang tidak dimiliki semua anak.

Ketimbang repot-repot mengajarinya belajar calistung, lebih baik Anda menanamkan nilai-nilai kemanusiaan pada mereka sejak dini. Belajar mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih kepada orang lain adalah pelajaran yang mulai langka dan jarang diajarkan orang tua dewasa ini.

Jadi, masih berminat mengajari calistung pada ananda?

Be the first to write a comment.

Your feedback