7 Kegiatan Edukasi yang Menyenangkan Ketika Liburan

Jessica,
0
Kegiatan Edukasi

Selain memperoleh pendidikan dasar, anak bisa mengasah keterampilan halus berupa disiplin dan tanggung jawab dari sekolah. Cara berpikir kritis juga bisa didapat seorang anak dari sekolah.

Ada banyak hal penting bagi seorang anak yang bisa didapat dari sekolah. Namun, pendidikan sekolah kurang mengasah bakat dan kekreatifan anak yang berperan penting di kehidupannya mendatang. Oleh karena itu, sangat penting memberikan kegiatan edukasi pada anak sebagai pendidikan tambahan di luar sekolah. Berikut adalah 7 kegiatan edukasi yang bisa dilakukan bersama anak ketika liburan.

Membatik

Kegiatan Edukasi

pixabay.com

Selain bisa mengasah kreativitas, kegiatan ini bisa menjadi sarana memperkenalkan budaya membatik pada anak. Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan membatik. Dilanjutkan dengan demonstrasi teknik yang meliputi teknik perancangan, pewarnaan dasar dan colet, bahkan teknik tinggi yaitu pelodoran. Kemudian anak diperkenankan membuat batik sesuai dengan daya imajinasi mereka sendiri dan diakhiri dengan presentasi produk batik buatan mereka. Kegiatan presentasi juga bisa meningkatkan kepercayaan diri anak.

Membuat Keramik

Kegiatan Edukasi

pixabay.com

Membuat keramik memang sedikit sulit. Namun, dengan demonstrasi yang baik, siapapun bisa membuat keramik. Dalam kegiatan ini, anak akan diberi sejumlah tanah liat dan alas untuk membuat keramik sendiri. Dengan kedua bahan itu, anak bisa meningkatkan kemampuan motoriknya, disamping kreativitas. Selain itu, kegiatan ini bisa memberikan pemahaman bahwa ada banyak sekali potensi sumber daya alam sekitar yang bisa dimanfaatkan menjadi produk berdaya jual tinggi.

Membuat Wayang

Kegiatan Edukasi

pixabay.com

Kegiatan edukasi bukan hanya meminta anak untuk melakukan sesuatu, tetapi juga memberikan pemahaman agar anak mencintai budaya, salah satunya adalah wayang. Dari membuat wayang, kreativitas dan daya imajinasi anak meningkat. Sedangkan pagelaran wayang berperan sebagai edukasi moral dan media pembentukan karakter anak.

Membajak Sawah

Kegiatan Edukasi

pixabay.com

Anda pasti sudah tahu dengan jargon “berani kotor itu baik.” Nah, dalam kegiatan ini, Anda sebagai orangtua harus siap melihat pakaian anak-anak Anda kotor. Dengan kegiatan ini, anak-anak bisa tahu bagaimana beras diperoleh yang dimulai dari membajak sawah hingga memanen. Dengan matahari yang terik dan rasa lelah setelah bermain di sawah, mereka juga belajar untuk menghargai kerja keras petani dengan tidak menyisakan nasi.

Pelatihan Kebencanaan

Kegiatan Edukasi

pixabay.com

Jika tempat tinggal Anda dekat dengan rumah, maka pelatihan kebencanaan sedini mungkin sangat dianjurkan. Kegiatan ini bisa dimulai dengan mempelajari poster penanggulangan bencana kemudian dilanjut dengan pengenalan cara melindungi diri dari bencana. Simulasi bencana juga bisa dimasukkan dalam kegiatan edukasi.

Menanam Sayur

Kegiatan Edukasi

pixabay.com

Kalau anak Anda tidak suka sayur, maka kegiatan ini bisa menjadi salah satu solusinya. Bagaimana bisa? Dari menanam dan memetik sayur yang membutuhkan proses lama dan susah, anak bisa belajar untuk menghormati makanan dengan tidak menyisakannya. Dengan mempelajari manfaat sayuran bagi kesehatan, anak bisa belajar bahwa sayuran bisa memberikan nutrisi penting bagi tubuh yang tidak diperoleh dari sumber makanan lainnya. Dengan demikian, anak bisa mengonsumsi sayuran lebih banyak.

Mengenal TOGA

Kegiatan Edukasi

pixabay.com

TOGA adalah singkatan dari Tanaman Obat Keluarga. Bagi anak-anak generasi milenial yang belum tahu jenis tanaman TOGA, kegiatan edukasi ini bisa menjadi sangat menyenangkan. Bahkan, bagi mereka berpikir tanaman obat hanya dari Cina akan terkejut setelah tahu TOGA bisa tumbuh di sekitar rumah. Selain mengenal manfaat berbagai tanaman obat, anak bisa belajar cara menanam TOGA di rumah dan lebih dekat dengan alam.

Ada banyak sekali kegiatan edukasi yang bisa dilakukan. Beberapa di atas adalah kegiatan yang bisa dilakukan di luar rumah. Jika Anda tidak ingin melakukan kegiatan outdoor, maka Anda bisa mengajak anak Anda untuk memasak, berkesenian, berkreasi dengan barang bekas, bermusik, bercerita, bahkan membersihkan rumah.

Be the first to write a comment.

Your feedback