5 Cara Menghadapi Anak Remaja yang Keras Kepala dan Pemberontak

Jessica,
0
Keras Kepala dan Pemberontak

Seperti dipaparkan oleh Preston Ni M.S.B.A., seorang profesor jurusan komunikasi dan sekaligus penulis buku How to Communicate Effectively and Handle Difficult People, remaja adalah pribadi yang unik dan kontradiktif. Di satu sisi, mereka merasa seakan tahu segalanya. Namun di sisi lain, remaja sebetulnya memiliki pengalaman yang terlalu sedikit untuk membuktikan kemandirian mereka. Jadi, apabila Anda memiliki anak remaja yang punya sikap keras kepala dan pemberontak, coba ikuti beberapa tips ini.

Hindari Bersikap Negatif di Depannya

5 CaKeras Kepala dan Pemberontak

pixabay.com

Untuk menghadapi remaja yang bersikap keras kepala dan pemberontak, jangan menunjukkan sikap negatif di depannya. Sebisa mungkin hindari bersikap marah, meledak-ledak apalagi sampai mengucapkan kata-kata kasar di depan anak. Alih-alih menyelesaikan masalah, sikap tersebut hanya akan memberinya “kekuatan” untuk lebih melawan Anda.

Melatih Sikap Tenang

Keras Kepala dan Pemberontak

pixabay.com

Reaksi berlebihan yang Anda tunjukkan saat menghadapi sikapnya, akan membuat dia semakin di atas angin. Alhasil, dia pun akan memiliki alasan kuat untuk terus memprovokasi Anda dengan sikapnya. Oleh karena itu, Anda perlu melatih sikap tenang ketika menghadapi anak remaja yang keras kepala dan pemberontak.

Sebagai contoh, ketika Anda mulai merasa kesal pada sikapnya, sebelum mengatakan atau melakukan sesuatu pada anak, coba tarik napas dalam-dalam. Hitunglah sampai sepuluh secara perlahan. Cara sederhana ini cukup efektif untuk mengembalikan ketenangan Anda. Ketenangan itu juga membuat Anda lebih mudah menemukan solusi untuk permasalahan sang buah hati.

Memberi Batas yang Jelas

Keras Kepala dan Pemberontak

pixabay.com

Ketika anak menunjukkan sikap keras kepala dan pemberontak, orang tua perlu menetapkan batas yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Batasan itu perlu Anda bicarakan secara langsung dengan anak. Dengan demikian, dia tahu bahwa Anda bersungguh-sungguh dengan aturan itu.

Batasan ini juga bisa disebut sebagai aturan atau kode etik rumah. Sebagai contoh, Anda menetapkan aturan bahwa setiap orang di rumah akan diperlakukan sebagaimana sikap yang ditunjukkan oleh masing-masing. Misalnya saja, Anda akan menghormati pendapatnya apabila dia juga melakukan hal yang sama. Begitu juga sebaliknya, ketika dia tidak mendengarkan masukan Anda, maka perlakuan serupa juga akan diterimanya.

Menguasai Kemampuan Komunikasi yang Tegas

Keras Kepala dan Pemberontak

pixabay.com

Menurut James Humes, mantan penulis pidato presiden Amerika Serikat, bahasa yang tegas adalah seni dari komunikasi. Jadi, ketika menghadapi seorang remaja yang keras kepala dan pemberontak, perkuat posisi Anda dengan memanfaatkan keterampilan komunikasi yang tegas.

Keterampilan tersebut juga membuat Anda bisa mengatakan “Tidak” dengan bahasa yang lebih diplomatis dan tegas. Tentunya, cara komunikasi ini akan memberi efek berbeda pada anak remaja Anda.

Tetap Tunjukkan Empati dan Sikap Humoris

Keras Kepala dan Pemberontak

pixabay.com

Saat menghadapi situasi yang relatif ringan, tetap tunjukkan sikap empati dan humoris di depan anak. Hindari sikap bereaksi berlebihan yang hanya membuat situasi semakin buruk. Alih-alih menunjukkan wajah cemberut ketika anak mulai berulah, tanggapi dia dengan tersenyum. Lalu katakan pada diri sendiri, “Ini pasti tidak mudah!”.

Dengan tetap mengedepankan sikap positif, setiap masalah pasti bisa diselesaikan dengan baik. Selain itu, anak remaja Anda juga akan belajar bahwa sikapnya tidak akan membuat dia dihargai oleh orang tua. Yang tak kalah penting adalah anak remaja tidak suka diceramahi terus-menerus, apalagi untuk hal-hal yang sepele.

Demikian beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menghadapi anak remaja yang keras kepala dan pemberontak. Meski tampaknya ini sulit, setiap remaja tetap memiliki hak untuk didengar dan dipahami. Jadi, jangan pernah menyerah untuk memahami mereka, ya.

Be the first to write a comment.

Your feedback