4 Cara Mengajarkan Mengelola Emosi pada Anak

Jessica,
0
Mengajarkan Mengelola Emosi

Anak-anak memiliki tahapan perkembangan emosi yang berbeda antara satu dan lainnya. Sejak lahir anak-anak ini bahkan secara alami sudah mengenal rasa marah karena lapar, rasa senang karena berdekatan dengan Bunda, hingga rasa cemas apabila jauh dari orangtua. Emosi buah hati Ayah Bunda ini akan terus berkembang seiring dengan usianya. Oleh karena itu sebagai orangtua Anda harus tahu bagaimana mengajarkan mengendalikan emosi si buah hati. Diperlukan gaya pengajaran yang tepat untuk mengendalikan emosi anak Anda. Berikut adalah beberapa cara mengajarkan mengelola emosi yang bisa diterapkan bagi si kecil.

1. Belajar Identifikasi Emosi

Mengajarkan Mengelola Emosi

lifestyle.kompas.com

Supaya buah hati Ayah Bunda bisa mengelola emosinya, hal pertama yang harus dipelajari adalah belajar mengenali emosi. Mengajarkan mengelola emosi bisa gagal total apabila anak Anda tidak tahu jenis perasaan apa yang sedang mereka alami.

Identifikasi emosi ini harus diajarkan sejak dini. Ayah Bunda bisa membiasakannya dengan menanyakan kepada anak-anak setiap hari bagaimana perasaannya hari ini. Apakah anak-anak merasa senang setelah bermain atau pulang sekolah.

Kebiasaan menanyakan perasaan ini akan membuat putra-putri Ayah Bunda lebih mudah mengekspresikan emosi, sehingga tentunya lebih sehat secara kejiwaan. Nah, mulai dari sekarang jangan segan-segan untuk menanyakan kondisi emosi anak setiap hari ya.

2. Belajar Menenangkan Diri

Mengajarkan Mengelola Emosi

lifestyle.kompas.com

Setelah anak-anak paham jenis emosi yang muncul, tahapan selanjutnya untuk mengajarkan mengelola emosi adalah belajar menenangkan diri. Seperti kata pepatah waktu akan menyembuhkan segalanya, demikian juga dengan emosi. Anak Anda kadang-kadang hanya butuh waktu untuk sendiri saja dan beristirahat.

Untuk menenangkan emosi anak, apalagi saat mereka marah, Anda bisa mengajak buah hati untuk masuk ke kamar mereka. Sebaiknya atur suhu udara di kamar supaya dalam kondisi sejuk. Anda bisa memutarkan musik supaya mereka bisa tenang kembali dan jangan lupa untuk memeluknya.

Segera hentikan anak apabila mereka bertindak agresif seperti melempar barang-barang dan menyakiti diri sendiri. Buat anak Anda duduk tenang selama dua menit untuk mendinginkan perasaan dan menjernihkan pikiran mereka. Anda juga bisa menawari mereka minuman dingin setelah kondisi mulai terasa tenang. Jelaskan padanya bahwa menyakiti diri sendiri atau bersikap agresif bukanlah hal yang baik.

3. Ajarkan Latihan Pernapasan

annacabezasinfantil.blogspot.com

Mengajarkan Mengelola Emosi

Hal ini mungkin terkesan sepele, namun orang yang marah biasanya bernapas dengan ritme yang pendek. Untuk segera menghalau rasa marah dan menenangkan diri, bernapaslah dengan panjang. Hirup udaranya sebanyak-banyaknya melalui hidung, kemudian keluarkan perlahan-lahan sembari mengeluarkan emosi negatif.

Latihan pernapasan ini bisa dilakukan di mana saja. Anak Anda bisa melakukannya di kamarnya dengan jendela yang terbuka sehingga oksigen lebih banyak masuk ke ruangan, atau Anda bisa menemaninya berjalan-jalan menghirup udara di halaman rumah. Mengajarkan mengelola emosi dengan mengatur ritme napas dapat membuat buah hati Anda merasa lebih rileks dan meningkatkan kondisi kesehatannya. Hal ini dikarenakan napas membawa lebih banyak asupan oksigen ke seluruh tubuh sehingga kinerja organ-organ tubuh juga lebih baik.

4. Olahraga

Mengajarkan Mengelola Emosi

pinterest.com

Berolahraga atau latihan fisik dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengekspresikan perasaaan. Untuk mencegah anak-anak bertindak agresif dan menyakiti diri sendiri, ajarkan padanya untuk melakukan latihan fisik seperti lari, berenang, dan bersepeda apabila rasa galau melanda.

Mengajarkan mengelola emosi melalui olahraga selain sehat juga banyak manfaatnya. Manfaat pertama adalah tubuh yang bugar. Manfaat yang kedua olahraga dapat menurunkan hormon kortisol dan meningkatkan hormon endorfin lho, Ayah Bunda. Endorfin ini dikenal juga sebagai hormon bahagia karena tubuh yang dilimpahi dengan hormon endorfin akan terasa rileks dan bahagia.

Itu dia 4 cara sederhana mengajarkan mengelola emosi bagi buah hati Anda. Diperlukan ketelatenan dari orangtua supaya anak-anak dapat mengendalikan emosinya. Ayah Bunda juga harus menjadi suri tauladan yang baik bagi anak-anak dalam hal pengelolaan emosi karena sejatinya anak-anak adalah peniru perilaku orangtua.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Be the first to write a comment.

Your feedback

× Available Space for Lease