4 Cara Ampuh Menyeimbangkan Kehidupan Sosial dan Akademis di Masa Kuliah

Jessica,
0
Menyeimbangkan Kehidupan Sosial

Kita semua tahu bahwa mahasiswa adalah agen dari perubahan. Di tangan mahasiswalah segala solusi persoalan ditumpukan. Mahasiswa memiliki kewajiban untuk memperhatikan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitarnya dan menjadi analisis sekaligus pemberi solusi bagi masalah tersebut. Oleh karena itulah, banyak kita lihat mahasiswa aktivis yang ikut serta di berbagai organisasi sosial untuk memenuhi kewajibannya sebagai Agent of Change alias agen perubahan.

Namun sayangnya, banyak mahasiswa yang memilih untuk pasif di semua organisasi kampus atau organisasi di dalam masyarakat karena takut nilainya turun. Mahasiswa tipe ini menganggap bahwa belajar merupakan kewajiban paling utama. Memang, sih, sebagai mahasiswa kita tidak boleh melalaikan kewajiban untuk tetap belajar. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sebagai mahasiswa kita diwajibkan untuk menekuni keduanya yakni: tetap menyeimbangkan kehidupan sosial dan akademik di kampus.

Memang bisa, ya, menekuni keduanya? Sedangkan kita tahu bahwa kebanyakan mahasiswa yang aktif organisasi menjadi lalai dengan kewajibannya sebagai akademisi dan malah menjadi mahasiswa abadi. Jawabannya adalah “bisa”. Lalu, bagaimana cara menyeimbangkan kehidupan sosial dan akademik selama menjadi mahasiswa? Ini dia:

Mengatur Diri dengan Baik

Menyeimbangkan Kehidupan Sosial

pixabay.com

Aktif di berbagai kegiatan memang menguras tenaga dan waktu. Karena itu, Anda sebagai mahasiswa wajib untuk mengatur diri dengan baik. Buatlah skala prioritas dan jangan menjadi fanatik, dalam artian Anda tidak perlu melulu menomorsatukan organisasi dan tidak harus selalu mengutamakan pembelajaran di kelas

Bagaimana caranya? Lihatlah mana yang lebih penting. Misalnya, ketika Anda dihadapkan pada dua pilihan: mengikuti kuis di kelas atau mempersiapkan suatu acara, maka lihatlah dulu mana yang penting. Jika dalam persiapan sudah ada personel yang cukup, maka lebih baik Anda mengikuti kuis di kelas. Terlebih, apabila dosen mata kuliah tersebut sangat kaku.

Bila dosen Anda adalah tipikal toleran, dan Anda merupakan ketua panitia di acara yang akan organisasi Anda laksanakan, maka, Anda bisa memilih untuk ikut mempersiapkan acara dan melakukan kuis susulan.

Disiplin Mengerjakan Tugas Mata Kuliah

Menyeimbangkan Kehidupan Sosial

pixabay.com

Anda punya kehidupan sosial yang baik? Dikenal banyak orang karena berprerstasi di luar? Jangan sampai hal ini membuat Anda menjadi terbuai, kemudian lupa akan kewajiban utama, yakni sebagai mahasiswa.

Beri semangat pada diri dalam mengerjakan tugas karena ini sangat penting. Kedisiplinan dalam mengerjakan tugas dapat menyokong absensi Anda yang mungkin hampir mencapai batas toleransi karena kegiatan di luar kampus.

Menetapkan Jam Belajar Pengganti

Menyeimbangkan Kehidupan Sosial

pixabay.com

Sering izin pasti membuat Anda ketinggalan banyak pelajaran. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menetapkan jam belajar rutin di rumah. Kenapa? Jadi, meskipun sering tidak masuk kuliah, Anda tetap mengikuti materi yang diajarkan di kelas oleh para dosen. Hal ini penting sebagai bekal untuk Anda di masa depan.

Namun, bukan berarti Anda bisa seenaknya tidak masuk kuliah, ya. Perhatikan batas absensi, jangan sampai kelewatan. Bila Anda melanggar batas, maka itu merupakan pertanda bahwa Anda gagal menyeimbangkan kehidupan sosial dan akademis.

Gunakan Kemampuan Berorganisasi untuk Memahami Materi

Menyeimbangkan Kehidupan Sosial

pixabay.com

Mengikuti berbagai organisasi tentu akan membuat pengalaman kita bertambah, wawasan kita juga akan semakin luas. Nah, seharusnya hal ini bisa menjadi senjata ataupun nilai lebih di dalam kelas saat pembelajaran bersama dosen.

Contohnya begini. Mahasiswa yang juga berperan sebagai aktivis pasti pandai dalam public speaking, gunakanlah kemampuan itu dalam mencari nilai saat presentasi. Atau mungkin Anda memiliki kemampuan di suatu bidang, tentu itu bisa digunakan untuk berargumentasi dalam suatu kegiatan kuliah

Jadi, maksimalkanlah kemampuan itu untuk diaplikasikan di dalam kegiatan belajar mengajar, ya.

Nah, itulah beberapa tips untuk Anda supaya bisa menyeimbangkan kehidupan sosial dan akademik di kampus. Jangan jadikan organisasi sebagai penghalang Anda dalam mencari ilmu di bangku perkuliahan, ya. Menyeimbangkan kehidupan sosial dan akademik, akan bermanfaat lho bagi Anda ketika sudah lulus nanti.

Be the first to write a comment.

Your feedback