Tiga Jenis Terapi yang Dapat Membantu Anak Disleksia

Jessica,
0
Anak Disleksia

Sebelum pada pembahasan, tahukah Anda apa itu disleksia? Pernahkah anak Anda mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami tulisan, sehingga selalu tertinggal jauh dari teman-temannya ketika belajar?

Disleksia ialah sebuah gangguan belajar yang terjadi pada anak. Umumnya anak mengalami kesulitan dalam membaca, mengolah informasi, hingga mengeja dan menulis.

Ketika Anda memiliki anak disleksia, sebaiknya Anda tidak mudah emosi ketika menghadapinya. Namun, bersabar dan berusaha keras untuk membantunya sembuh. Meski, sejatinya disleksia bukanlah sebuah penyakit. Akan tetapi jika tidak dilakukan terapi sejak dini, anak akan mengalami gangguan tersebut seumur hidup.

Berikut ada tiga jenis terapi yang dapat membantu anak disleksia:

Terapi Multisensory

Anak Disleksia

integratedlistening.com

Nama lain dari terapi ini adalah VAKT (visual, auditory, kinesthetic, and tactile), yaitu terapi yang memanfaatkan fungsi indra pendengaran, indra peraba, serta indra penglihatan di saat bersamaan.

Dalam melakukan terapi multisensory, Anda dapat berperan aktif dengan melakukan beberapa hal, di antaranya:

  1. Membuat serangkaian cerita yang menarik minat anak untuk mendengarkan terkait huruf-huruf. Biasanya, huruf-huruf yang mempunyai pelafalan hampir mirip dan susah diucapkan oleh anak, seperti ‘b’ dan ‘d’.
  2. Anda memberikan perintah pada anak untuk memilih satu huruf secara acak dari cerita yang dibuat.
  3. Kemudian tuliskan huruf yang dipilih pada papan tulis dengan ukuran besar agar anak dapat membacanya.
  4. Selanjutnya Anda dapat meminta anak untuk memperhatikan huruf tersebut dengan saksama sebelum Anda mengucapkannya keras. Di saat seperti ini, anak akan memfokuskan indra pendengaran dan menajamkan penglihatan. Dia akan berusaha merekam dengan baik bagaimana bunyi huruf yang tertulis di depan, serta mengingatnya.
  5. Begitu Anda selesai membacakan keras secara berulang, berikan instruksi untuk anak menirukan sembari menunjuk huruf di papan tulis hingga memudar tulisannya.
  6. Bagian terakhir, tugaskan anak untuk menulis ulang di kertas tanpa melihat papan tulis.

Agar dapat memperoleh hasil yang baik, Anda harus melakukan terapi multisensory berulang-ulang, bersama guru di sekolah. Hal ini bertujuan agar anak dapat mengenali huruf-huruf lebih baik lagi.

Terapi Yoga

Anak Disleksia

i0.wp.com

Menurut Imelda, seorang instruktur yoga, jika olahraga satu ini memiliki manfaat yang baik untuk anak, termasuk anak disleksia. Yoga dapat membantu anak untuk mengatur emosi ketika tumbuh dewasa, menyehatkan mental dan fisik anak, serta mengajarkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk fokus dan berkonsentrasi pada suatu hal.

Dengan menggunakan terapi yoga secara rutin, anak disleksia pelan-pelan dapat memahami huruf dengan memusatkan pikiran dan mulai mengeja serta menulisnya. Ketika kemajuan anak sudah terlihat, sebaiknya Anda tidak langsung menghentikan terapi. Pasalnya, hal itu akan membuat kemampuan anak kembali ke titik awal sebelum terapi dilakukan.

Terapi Teknik JARI

Anak Disleksia

halopsikolog.com

JARI merupakan singkatan dari Jelas, Apresiasi, Riang, serta Intensif. Sebuah terapi yang bertujuan untuk memotivasi anak disleksia.

Ketika melakukan terapi, usahakan Anda mengucapkan setiap kata dengan jelas dan pelan. Agar anak dapat memahami dan mengingat di dalam otak. Nah, ketika anak sudah mampu mengulang apa yang diajarkan, berikan sebuah apresiasi atas apa yang sudah dilakukan. Penghargaan tidak harus berupa hadiah, bisa berupa pujian yang tulus dan kata-kata penyemangat agar anak termotivasi.

Di saat belajar, usahakan pula keadaannya riang dan kondusif. Artinya anak tidak merasa tertekan. Namun, justru merasa santai dan menikmati setiap proses pembelajaran. Anda dapat mengulang kata-kata yang susah untuk dipahami agar terekam begitu jelas pada anak penderita disleksia. Itulah maksud dari teknik keempat yaitu intensif.

Itulah ketiga terapi yang bisa Anda terapkan pada anak disleksia. Ketidakmampuan anak dalam membaca, menulis, maupun memahami secara cepat, bukan berarti jika mereka itu bodoh. Anda dapat mengonsultasikan kondisi anak pada dokter sebelum menghakimi, yang nantinya justru melemahkan mental si kecil. Sabar adalah kunci utama dalam membimbing anak-anak yang mengalami disleksia.

Be the first to write a comment.

Your feedback