Waspadai Pengaruh Internet Bagi Kebiasaan Belajar Anak

Jessica,
0
Mudah terlena dunia maya - jurnalindonesia.id

Sejak kehadirannya yang meluas di awal tahun 2000, pengaruh internet memberikan perubahan yang cukup signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Internet menghapus ruang dan menjadikan arus informasi berjalan begitu cepat. Perubahan ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru, termasuk dalam proses belajar siswa sekolah.

Lebih suka belajar sendiri

Lebih suka belajar sendiri - valuewalk.com

Lebih suka belajar sendiri – valuewalk.com

Salah satu kelemahan yang dimiliki dunia tanpa internet adalah keterbatasan pengetahuan individunya. Namun, hal ini justru mendorong mereka untuk saling berinteraksi dan melakukan aktivitas yang mendukung terbukanya wawasan. Belajar kelompok, tanya kakak kelas atau guru, ikut les, cari buku di perpustakaan, dan lain sebagainya dilakukan semata-mata untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan.

Sebaliknya, dengan adanya internet, kehidupan manusia semakin individualis, termasuk pada kecenderungan belajar anak. Sekarang, berbagai informasi mudah sekali ditemukan. Hanya dengan mengetikkan kata kunci, berbagai informasi dari sudut pandang yang berbeda bisa diperoleh. Hal ini menyebabkan anak sedikit bertanya pada guru, teman, atau mencari sumber belajar lainnya.

Mudah terlena dunia maya

Mudah terlena dunia maya - jurnalindonesia.id

Mudah terlena dunia maya – jurnalindonesia.id

Banyak hal menarik yang ditawarkan internet. Ketertarikan ini, jika tidak dapat disikapi dengan baik, malah dapat memberikan pengaruh buruk terhadap cara belajar anak. Sebut saja media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Rasa ingin tahu selama menelusuri media sosial ini dapat menghabiskan waktu belajar anak, bahkan mungkin porsi belajarnya lebih sedikit dibandingkan porsi cek status teman.

Pengaruh internet yang lain adalah membuat waktu belajar menjadi tidak efektif dan efisien. Banyak waktu yang dihabiskan, tapi sedikit yang didapatkan. Sebagian besar waktu digunakan untuk hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan proses belajar.

Tersesat dalam lautan informasi

Tersesat dalam lautan informasi - wiek.kaltimprov.go.id

Tersesat dalam lautan informasi – wiek.kaltimprov.go.id

Baiklah jika anak bersungguh-sungguh mencari informasi terkait pelajarannya. Namun, melimpahnya informasi di dalam internet adalah masalah tersendiri bagi anak-anak.Internet tidak hanya menyediakan informasi yang benar, tetapi juga yang salah, bahkan ada juga informasi salah tapi ditampilkan sebagai sesuatu yang benar.

Ketidaksiapan mental menghadapi dunia maya ini dapat menyesatkan anak dan membuatnya menyerap informasi yang tidak tepat. Jika hal ini bertentangan dengan yang didapatnya di rumah atau di kelas, anak akan menjadi bingung.

Menjadi malas belajar

Menjadi malas belajar - xnspy.com

Menjadi malas belajar – xnspy.com

Pengaruh internet lainnya adalah membuat anak malas belajar dan bisa berasal dari banyak faktor. Salah satunya adalah karena menjawab soal menjadi sangat mudah. Semua jawaban ada di internet. Jika tidak ada jawabannya di buku, bisa dicari di mesin pencari seperti Google. Kemudahan ini kadang membuat anak menyepelekan proses belajar seperti menghafal, memahami, sampai membuat catatan kecil.

Hal lainnya yang membuat anak malas adalah hiburan. Banyak hal yang lebih menyenangkan daripada belajar. Itulah yang mereka dapatkan setelah mengenal lebih dalam dengan dunia maya. Memeriksa timeline sosial media, berkomentar, dan memberi like lebih menyenangkan daripada memahami rumus, mengerjakan soal, dan menghafal istilah.

Tergoda untuk berbuat curang

Tergoda untuk berbuat curangTergoda untuk berbuat curang - i2.wp.com

Tergoda untuk berbuat curangTergoda untuk berbuat curang – i2.wp.com

Perkembangan alat komunikasi ternyata membuka lebih luas kesempatan berbuat kecurangan dalam dunia pendidikan. Jangankan dengan adanya internet dalam genggaman, sebelum internet hadir pun praktik percontekan sudah cukup marak dalam dunia pendidikan kita.

Di samping itu, pengaruh internet membuka kesempatan plagiarisme atau penjiplakan hak cipta orang lain dan menganggapnya seolah-olah miliknya sendiri. Jika sekolah tidak perhatian terkait hal ini, maka tugas yang dikumpulkan siswa dengan cara yang salah hanya sebuah alat untuk mendapatkan nilai, bukan kemampuan.

Tidak bisa dimungkiri bahwa internet memberikan manfaat yang cukup besar terhadap dunia pendidikan. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. Di sini orang tua memegang peranan penting untuk menjaga anak tetap pada jalur yang benar.

Be the first to write a comment.

Your feedback