lmTips Pendidikan Era Modern: Mengajari Anak Memerangi Berita Palsu di Dalam Kelas

Jessica,
1
Pendidikan Era Modern

Mendidik anak merupakan sebuah tugas yang berat, tidak hanya bagi orangtua tapi juga bagi para tenaga pendidik. Kesulitan itupun semakin bertambah dengan mudahnya penyebaran berita palsu di internet. Mau tidak mau, orangtua dan guru harus memiliki tips tersendiri dalam menjalankan pendidikan era modern. Termasuk di antaranya adalah meningkatkan kemampuan literasi anak sehingga bisa memerangi penyebaran kabar palsu.

Pendidikan mengenai pentingnya memerangi kabar palsu bagi anak merupakan hal yang penting. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Standford mengungkapkan kalau remaja usia SMP dan SMA memiliki kesulitan dalam menemukan sumber berita yang kredibel dan bisa dipercaya di internet. Bahkan, ada pula mahasiswa yang mengalami permasalahan serupa.

Permasalahan dalam mengatasi penyebaran kabar palsu di internet tidak hanya berhenti di situ. Masih dalam penelitian yang sama, diungkapkan kalau para remaja juga kesulitan membedakan artikel yang masuk dalam kategori iklan dan berita. Mereka lebih cenderung membaca artikel yang tampil dengan gambar bagus tanpa melihat kredibilitas sumber artikel tersebut.

Kalau hal ini dibiarkan, tentu masa depan anak-anak bakal mengkhawatirkan. Kalau mengidentifikasi kebenaran sebuah kabar palsu saja tidak bisa, bagaimana mereka bisa bersaing saat terjun ke dunia kerja? Oleh karena itu, di sinilah peran para guru dalam mengajak anak untuk bisa mengidentifikasi kebenaran sebuah kabar. Hal ini pun dapat dilakukan di dalam kelas.

Baca juga:
Cara Meningkatkan Potensi Anak Kecil

Peran tersebut, mau tidak mau harus dijalankan oleh seorang tenaga pengajar. Seorang pengajar harus mengambil peran aktif dalam mengajari anak tentang literasi media. Terdapat empat hal penting yang perlu diperhatikan saat memberikan pendidikan literasi media kepada anak-anak di sekolah, yakni:

  1. Membangun budaya pembelajaran yang kritis di lingkungan sekolah

Pendidikan Era Modern

Source: Pixabay

Di lingkungan sekolah, seorang guru tidak hanya mengajarkan anak tentang pentingnya kebiasaan membaca. Kebiasaan tersebut juga harus dibarengi dengan kemampuan berpikir yang kritis. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari melakukan kerja kelompok, kegiatan diskusi, hingga membahas hal-hal yang tengah hangat dibicarakan.

  1. Guru yang melek informasi dan berpikir kreatif

Pendidikan Era Modern

Source: Shelly Fryer

Peran seorang guru dalam pendidikan era modern untuk bisa memerangi penyebaran kabar palsu merupakan hal yang krusial. Seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan belajar yang tinggi. Harus selalu menggali informasi terbaru yang seiring dengan perkembangan zaman.

Di sisi lain, guru juga harus mampu meningkatkan kreativitas anak didiknya. Dengan kemampuan berpikir yang kreatif tersebut, seorang guru bisa membawa suasana belajar yang menyenangkan bagi anak. Dengan begitu, para murid pun tidak akan merasa bosan pada saat diajak untuk berdiskusi tentang kabar-kabar yang tengah hangat.

  1. Pengawasan orangtua secara aktif

Pendidikan Era Modern

Source: Flickr

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam penerapan pendidikan era modern adalah peran para orangtua. Hasil pendidikan di sekolah tidak akan maksimal kalau tidak dibarengi dengan peran orangtua saat berada di rumah. Salah satu hal yang bisa dilakukan para orangtua adalah dengan melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak.

Pengawasan tersebut, utamanya dilakukan pada saat anak menghabiskan waktunya di dunia online. Di era modern seperti sekarang, seorang anak yang setiap harinya mengoperasikan ponsel pintar ataupun tablet merupakan hal biasa. Di situ, mereka bisa dengan bebas mengakses informasi apapun. Tanpa ada pengawasan orangtua, tidak bisa dibayangkan informasi apa saja yang diperoleh anak dari internet.

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang bisa menentukan masa depan anak-anak. Dengan pendidikan era modern yang mengajarkan literasi media kepada mereka, anak-anak akan memiliki modal yang kuat untuk mengetahui, mana informasi yang benar dan mana yang palsu.

 

referensi:

http://www.wsj.com/articles/most-students-dont-know-when-news-is-fake-stanford-study-finds-1479752576

https://www.edutopia.org/article/battling-fake-news-classroom-mary-beth-hertz

http://www.krjogja.com/web/news/read/21900/Hoax_dan_Pendidikan_Literasi

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Your feedback

× Available Space for Lease