Lima Keterampilan Motorik Yang Perlu Dikuasai Anak 

Vana Vana,
0
Keterampilan Motorik Anak

Keterampilan motorik tentu akan memungkinkan anak bergerak dan melakukan banyak kegiatan aktivitas harian, dan ada dua jenis keterampilan motorik yakni motorik halus dan juga motorik kasar.

Kontrol tangan yang tepat dan cermat adalah hasil melatih keterampilan motorik halus, sementara motorik kasar banyak menggunakan otot besar pada tubuh, sehingga pergerakan tubuh seperti berjalan, melompat, dan juga berlari lebih terlihat jelas.

Ditinjau dari tumbuh kembang, anak mengembangkan keterampilan motorik tertentu selalu sesuai tahapan usia, meski demikian, tidak semua anak mencapai hal tersebut di waktu yang sama.

Sebagian anak memiliki gangguan perkembangan misalnya butuh waktu lebih lama untuk menguasai keterampilan motorik tertentu.

Sebagaia panduan, ini adalah lima keterampilan motorik dasar yang perlu dikuasai anak usia satu hingga tiga tahun, mari simak bersama.

  • Bertepuk Tangan

Bagi batita, bertepuk tangan bukan saja menunjukkan ekspresi kegembiraan mereka, tetapi bertepuk tangan mendorong si kecil belajar bahwa ia punya kendali atas diri dan lingkungan sekitar mereka.

Bertepuk tangan membutuhkan koordinasi mata dan tangan, konsentrasi-pun diperlukan saat anak berusaha menyatukan kedua tangan dan menggerakan berulang agar tepukan tersebut berbunyi.

Hal tersebut juga menjadi sarana si batita berkomunikasi dengan orang lain di sekitar mereka, ketika ia masuk usia prasekolah, keterampilan bertepuk tangan akan membantu anak memahami beragam konsep, mulai dari berhitung, mengeja, hingga irama pada lagu.

 

  • Bermain Lilin Mainan

Tahukan Anda bermain lilin mainan bukan hanya untuk membuat suatu bentuk, tetapi bermain liln mainan adalah cara terbaik bagi anak mengembangkan keterampilan motorik halusnya yang melibatkan tangan.

Kekuatan otot halus di pergelangan tangan dan jari jemarinya juga semakin terasah lewat permainan tersebut, ditambah dengan koordinasi antara mata dan tangan yang baik, sehingga anak mampu menyelaraskan visual dan pergerak tangannya.

Bermain lilin juga menjadi dasar dalam melatih keterampilan menulis, dengan kata lain, permainan tersebut bagus untuk melatih otot tangan anak agar lebih lemas dan luwes, sehingga tidak kaku saat memegang alat tulis atau alat warna di usia prasekolah nanti.

 

  • Membuka Tutup Wadah

Membuka tutup wadah juga tidak kalah penting untuk dikuasai si kecil, mulai dari kotak makanan, tutup botol, hingga makanan atau minuman kemasan, selain itu Anda bisa mengajarkan anak membuka mengajarkan atau menutup wadah yang memakai zipper, sebagian besar tas menggunakan alat tersebut sebagai penutup termasuk si kecil.

Keterampilan tersebut akan membantu anak lebih mandiri saat ia sekolah nanti, dan itu tentu saja akan memudahkan si kecil karena ia tidak mungkin akan terus menerus meminta tolong Anda atau gurunya saat harus membuka tempat bekal atau membuka tas-nya bukan.

 

  • Berjalan, Lari, dan Lompat

Beralih ke keterampilan motorik kasar, gerakan dasar seperti berjalan, berlari, dan melompat perlu ia kuasai dengan baik, tidak hanya untuk membantu si kecil bergerak, tetapi ketiga gerakan tersebut penting dalam mengembangkan keterampilan fisik lainnya.

Pada dasarnya, anak akan mulai berlajar berjalan menjelang usia 12 bulan, perlahan ia bisa berjalan sendiri setelah lewat usia 12 bulan.

Pada usia dua tahun, anak mulai mendorong diri untuk bisa berlari meski baru berlari pelan saja dan pada usia tiga tahun biasanya anak bisa untuk berlari tanpa terjatuh.

Keterampilan melompat juga umumnya dapat dikuasai anak pada usia dua tahun ketika ia dapat melompat dengan kedua kakinya, ketika baru memulai biasa anak hanya bisa melompat dengan satu kaki, terus beri stimulasi lewat permainan atau tarian sederhana sehingga anak mau berlatih untuk melompat dengan kedua kaki secara bersama.

Jangan risau jika anak Anda belum menguasai keterampilan sesuai usia si kecil, ingat bahwa perkembangan anak selalu berbeda-beda, jika sudah melakukan cara untuk menstimulasinya, Anda bisa segera konsultasi kepada dokter anak atau spesialis anak.

 

Be the first to write a comment.

Your feedback