Kenali berbagai kurikulum internasional yang diajarkan di sekolah swasta

Jessica,
0
Kurikulum Internasional

Saat ini, banyak sekolah swasta yang bersaing menawarkan fasilitas terbaik untuk calon anak didiknya. Salah satu hal penting yang dijadikan daya tarik adalah kurikulum. Selain kurikulum nasional, sekolah swasta juga menambahkan berbagai muatan lokal yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak. Tak berhenti sampai kurikulum nasional, beberapa sekolah pun menawarkan kurikulum internasional. Tujuannya jelas, agar anak lebih dapat bersaing di dunia luar kelak setelah lulus. Kurikulum internasional dipercaya lebih efektif dari kurikulum nasional dalam berbagai aspek.

Kurikulum internasional yang lazim diajarkan di sekolah swasta Indonesia terbagi menjadi dua, yakni International Baccalaureate atau IB, dan Cambridge. Apa saja perbedaan dan persamaan antara kedua kurikulum internasional tersebut? Mana kurikulum internasional yang lebih unggul? Kedua pertanyaan tersebut banyak diajukan oleh orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah swasta internasional. Ingin tahu jawabannya? Mari simak artikel berikut ini.

Kurikulum International Baccalaureate (IB)

Kurikulum Internasional

pixabay.com

International Baccalaureate adalah yayasan nirlaba yang berlokasi di Swiss. Sebagai bagian dari program kerjanya, yayasan ini memiliki program kurikulum yang diajarkan di ribuan sekolah di seluruh dunia. Kurikulum yang dimiliki memiliki tiga tahapan dan empat cabang, yang ditujukan untuk anak didik berusia 3 hingga 18 tahun. Tahapan tersebut yaitu:

  • IB Primary Years Programme untuk anak berusia 3-12 tahun (setara TK dan SD)
  • IB Middle Years Programme untuk anak berusia 11-14 tahun (setara SMP)
  • IB Diploma Programme untuk anak berusia 15-18 tahun (setara SMA)
  • IB Career-related Programme untuk anak berusia 15-18 tahun (setara SMK, tetapi hampir tidak pernah ditawarkan oleh sekolah di Indonesia)

Kurikulum IB umum diajarkan di Amerika Serikat. Faktanya, 60% sekolah yang mengadopsi IB berada di AS. Kurikulum IB bertujuan mendorong anak menjadi penduduk dunia yang bertanggung jawab, juga menekankan pertukaran budaya. Selain itu, siswa dituntut untuk dapat melakukan penelitian mandiri. Di akhir masa studi IB, yakni tingkat Diploma, siswa diharuskan menulis esai sepanjang 4.000 kata dengan topik yang dipilih sendiri. Namun, untuk naik dari tingkat Middle Years ke tingkat Diploma, tidak ada ujian standar.

Kurikulum Cambridge

Kurikulum Internasional

pixabay.com

Cambridge International Examination, atau CIE, adalah bagian dari Cambridge University yang berbasis di UK. Kurikulum ini diajarkan di lebih dari 10.000 sekolah di seluruh dunia, tetapi lebih banyak diajarkan di UK dan negara persemakmurannya. Salah satu negara yang sukses menerapkan kurikulum Cambridge adalah Singapura, yang mengadaptasi CIE dengan kearifan lokalnya. CIE terdiri dari beberapa tingkatan, yakni:

  • Cambridge Primary (5 hingga 11 tahun, setara TK/SD)
  • Cambridge Secondary 1 (11 hingga 14 tahun, setara SMP)
  • Cambridge Secondary 2 (14 hingga 16 tahun, setara SMP/SMA kelas 1)
  • Cambridge Advanced (16 hingga 19 tahun, setara SMA)

Seperti kurikulum IB, kurikulum Cambridge juga menuntut siswa menjadi pembelajar aktif. Namun, perbedaan terbesar adalah pada ujian yang akan ditempuh siswa. Untuk dapat naik ke tingkat Cambridge Advanced, siswa harus lolos ujian IGCSE atau O-level terlebih dahulu. Ujian ini memiliki beberapa tingkatan, mulai A* hingga G. Siswa juga diperkenankan memilih mata ujian pilihan yang akan diujikan selain mata ujian wajib.

Setelah mengetahui perbedaan antara Cambridge dan IB, diharapkan Anda akan semakin mantap memilih sekolah swasta dengan kurikulum internasional untuk si buah hati. Bagaimana, siap memilih sekolah?

Be the first to write a comment.

Your feedback