Dampak Ketika Anak Menonton Film Horor

Vana Vana,
0
Dampak Film Horror Untuk Anak

Orang tua terkadang ingin mengajak anak mereka untuk pergi ke bioskop atau menonton di rumah, tetapi perlu di-ingat bahwa kita sebagai orang tua tidak boleh mengajak anak kita untuk menonton film horror, karena ada beberapa dampak bagi anak ketika menonton film horor, tentu saja terkadang kita ingin nonton film seperti The Nun, The Conjuring, atau juga film horror Indonesia.

Memang menyaksikan film horror mungkin favorit anda sebagai orang tua karena adrenalin juga akan terpicu, tetapi anda harus perhatikan bagaimana nanti-nya film ini akan mempengaruhi anak anda, karena pengaruh film tersebut akan menjadi efek buruk yang bisa saja dirasakan oleh sang anak hingga sang anak besar nanti.

Hal ini juga ditegaskan oleh beberapa psikolog anak yang menyatakan bahwa usia anak-anak masih banyak yang belum bisa membatasi mana khayalan dan juga mana yang merupakan kenyataan, anak-anak sendiri memang belum paham bahwa film tersebut adalah karya fiksi, dan mereka akan mendapatkan efek negative dari kekerasan, adegan dewasa maupun hal menyeramkan yang ada di setiap film, dan untuk itu perlu di-ingatkan peran orang tua untuk menjaga sang anak tetap dalam jalur-nya agar tidak menonton film yang tidak perlu ditonton, karena itu orang tua harus mengetahui apa dampak film horor bagi anak Anda.

 

1. Tidak Bisa Bedakan Realitas Dan Fiksi

Anda sebagai orang tua setelah menonton mungkin sudah mengetahui hal tersebut adalah fiksi, tetapi tentu saja anak anda belum bisa membedakan dunia realita dan fiksi, bisa saja anak Anda merasa bahwa hal yang dilihatnya adalah realita dan sesuai yang dia tonton, hal ini tentu saja akan membuat sang anak ketakutan dan tentu saja akan merepotkan Anda.

Studi Ilmiah yang dilakukan Joanne Cantor, profesi seni komunikasi mengatakan bahwa anak-anak yang mengalami efek ketakutan akan bertahan lebih lama daripada efek lain-nya, anak-anak bisa merasa bahwa sosok yang menyeramkan di film tersebut adalah hal yang nyata dan akan membuat sang anak membayangkan dan membuat fantasi dirinya sendiri, dan tentu saja fantasi tersebut akan membuat anak lebih takut lagi dibandingkan apa yang dia tonton.

 

2. Kecemasan Dan Fobia

Tidak mudah untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami kecemasan atau fobia setelah menonton film horror, tetapi anak-anak sering memiliki resiko untuk hal tersebut yang lebih besar dibandingkan orang dewasa, hal ini juga disampaikan oleh Jean Piaget yang mengatakan ketika seseorang tumbuh dan belajar, maka skema mereka akan berubah.

Anak-anak disebutnya belum memiliki pengalaman hidup untuk memisah film horror tersebut kedalam berbagai pandangan, sehingga mereka akan merasa gelisah atau fobia dalam waktu yang cukup lama, jika sang anak ketakutan, maka mereka akan membedakan mana fantasi dan mana kenyataan, jadi lebih baik kita hindari dulu membawa anak menononton film horror.

 

3. Gangguan Tidur

Tentu saja tidur anak anda akan sulit jika merasa ketakutan, karena bukan saja anak-anak, orang tua juga banyak yang tidak bisa langsung tidur setelah menonton film yang menakutkan, akan ada perasaan seperti bayangan yang menghantui, dan juga mimpi yang menakutkan.

Kebanyakan orang terutama orang dewasa, hal ini akan berlangsung dalam sesaat, tetapi dalam beberapa kasus, ada gangguan yang terjadi dalam berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan tentu saja jika anak anda terkena hal tersebut, anda sendiri bukan yang akan repot harus menemani sang anak untuk tidur dan tidak dapat meninggalkan sang anak sendirian.

 

4. Membuat Anak Lebih Agresif

Dampak agresif yang akan dilakukan oleh anak Anda setelah anak anda ketakutan dan menonton film horror tersebut, karena anak anda bisa mengikuti apa yang dia lihat, jika dirinya melihat adegan lucu, maka sang anak akan mengulang adegan tersebut berkali-kali, dan juga jika sang anak menonton film perkelahian, maka anak anda akan sering ingin berkelahi dengan anak lain, dan tentu saja jika anak anda menonton film horror, maka anak anda akan melakukan tindakan tindakan seperti yang dia tonton.

Hal ini terjadi karena ketidakmampuan anak Anda untuk memahami konsekuensi di dunia nyata, dan tentu saja hal itu berbeda dengan dunia nyata, seperti contoh ketika anak Anda melihat superman tidak terkalahkan, maka dirinya akan merasa seperti superman dan tidak akan pernah terkalahkan, padahal itu hanyalah film fiksi dan bukan ada di dunia nyata.

 

5. Menempel Di-Ingatan

Anak-anak memang akan lebih terpengaruh dengan film horror dibandingkan dewasa, anak-anak akan merasakan jauh lebih besar ketakutan daripada orang dewasa, yang dicatat oleh Cantor dan Harrison, setelah menyaksikan film horror, rata-rata anak kecil akan menangis, mual, dan hal itu menunjukkan bahwa ingatakan akan film tersebut akan terus menerus melekat pada pikirang sang anak.

Orang tua sendiri merupakan orang yang paling mengenal anak-anaknya, dan alangkah baiknya bagi setiap orang tua bisa melihat efek tersebut jika anda sudah membawa anak anda menonton film horror, jika belum, maka pikirkan dua kali beberapa efek yang mungkin saja terjadi pada anak anda dan akan menyulitkan anda sendiri di kedepannya.

Dan setelah membaca artikel dampak film horor bagi anak ini, apakah anda masih ingin membawa anak anda menonton film horror?

Be the first to write a comment.

Your feedback