Cara Atasi Anak Yang Suka Melempar Barang 

Vana Vana,
0
Anak Melempar Barang

Kebiasaan yang muncul ketika balita sudah terbiasa untuk memegang barang adalah melempar barang tersebut, dan tentu saja anak yang suka melempar barang akan membuat rumah mereka ataupun kamar mereka berantakan, dan untuk itu Anda harus membereskan mainan atau apapun yang anak Anda pegang.

Sebenarnya banyak alasan bagi si kecil melempar banyak barang, hal tersebut dikarenakan si anak ingin mengekspresikan perasaan mereka dimana mereka merasa senang maupun marah, tetapi hal tersebut terkadang terjadi dengan melempar karena mereka belum bisa mengutarakan perasaan mereka tersebut dengan baik.

Balita juga terkadang melempar barang tersebut karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar, mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan barang tersebut ketika melempar barang tersebut.

Sebagai orang tua, meski sudah mengerti arti atau alasan dibalik si kecil melempar barang tersebut, masih sering sekali kita sebagai orang tua emosi akan kebiasaan buruk si kecil tersebut, dan cara orang tua dengan berteriak atau amarah adalah cara yang salah, dan berikut adalah beberapa tips agar mengatasi kebiasaan si kecil yang suka melempar barang yang Anda bisa coba lakukan.

  • Tetap Tenang

Sebagian orang sering berteriak ketika anak mereka melemparkan sesuatu barang, dan tidak jarang teriakan orang tua tersebut sering bersama emosi, tetapi marah adalah reaksi yang tidak tepat.

Saat melihat anak kita melempar barang, kita harus tetap tenang, dan kita harus mengerti bahwa anak belum mengerti melempar barang adalah tindakan yang buruk, dan kita harus bertanya kepada anak kita mengapa mereka melakukan hal tersebut dan Anda bisa memberikan penjelasan yang jelas dengan nada yang lembut dan jangan terbawa emosi agar anak bisa memahami bahwa tindakan tersebut adalah tindakan yang buruk dan juga salah dan mereka tidak akan mengulang hal tersebut kembali.

 

  • Tidak Perlu Menghukumnya

Menghukum anak karena melempar barang adalah hal yang harus dihindari, karena memang terkadang kita ingin memberikan efek kapok kepada anak kita, tetapi hal tersebut tidak baik untuk perkembangan mental mereka, terlebih jika kita lakukan tersebut di luar rumah.

Hukuman hanya boleh diberikan ketika si kecil melempar barang tersebut dan bisa membahayakan orang lain dan membuat orang lain terluka.

 

  • Minta Anak Merapikan

Setelah mereka melempar barang mereka dan membuat kita terpancing emosi, kita harus tenang dan sabar ketika melihat rumah atau kamar kita berantakan karena anak melempar semua mainan yang mereka miliki.

Daripada marah, Anda bisa mengajarkan anak Anda untuk merapikan mainan tersebut yang telah ia lempar, hal tersebut agar si kecil bisa merapikan mainan mereka terlebih ketika mereka melempar mainan tersebut di berbagai sudut ruangan, hal ini akan membuat si kecil memiliki rasa tanggung jawab.

 

  • Jelaskan Risiko

Ketika anak Anda melempar barang dan barang tersebut rusak, atau mengenai orang hingga terluka, Anda bisa menjelaskan hal tersebut kepada anak Anda bahwa melempar barang bisa membuat seseorang terluka.

Risiko ketika si kecil melempar barang tersebut sangatlah berbahaya karena mainan atau barang yang ia lempar bisa rusak dan tentu saja agar anak tersebut tidak mengulangi hal tersebut, jelaskan dengan nada netral agar si kecil mengetahui risiko ketika mereka melempar barang tersebut.

 

  • Berikan Contoh Yang Baik

Anda sebagai orang tua juga ikut peran dalam mengajarkan anak Anda untuk tidak melempar barang, Anda harus menjadi contoh yang baik untuk anak Anda, karena dengan begitu anak Anda bisa melihat Anda tidak melempar barnag sembarang dan tentu saja hal tersebut akan dilakukan oleh si kecil.

Jika Anda sering melempar barang, maka si kecil sendiri akan memiliki alasan untuk melempar barang karena mereka merasa telah mencontoh Anda sehari-harinya.

Jika anak suka melempar barang, maka Anda harus menegur anak Anda dengan baik dan menjadikan diri Anda sebagai contoh agar anak Anda tidak mengulangi hal tersebut berulang kali.

 

Be the first to write a comment.

Your feedback