Apakah Anak Boleh Dan Aman Makan Sushi? 

Vana Vana,
0
Anak Makan Sushi

Ikan merupakan salah satu makanan yang kaya protein untuk anak, Anda sendiri bisa memasak ikan dengan berbagai macam, seperti ikan goreng, sup ikan, atau sushi. Tetapi terkadang kita selalu berpikir, apakah anak anak boleh untuk makan sushi? Dan apakah aman untuk anak Anda?

Anak anak biasanya membutuhkan makanan bernutrisi untuk mendukung tumbuh daya kembang mereka, selain itu, makanan juga menjadi sumber energi bagi anak untuk menjalani berbagai aktivitas yang ada.

Ikan sendiri merupakan salah satu makanan yang tinggi nutrisi, mulai dari protein, vitamin, hingga asam lemak omega 3 yang bisa membantu menjaga kesehatan mata dan otak anak yang terdapat dalam ikan. Ikan sering juga dijadikan menjadi sushi, sushi sendiri merupakan salah satu makanan yang terkenal dari Jepang dan menjadi salah satu makanan yang populer juga di dunia, termasuk Indonesia.

Apakah anak boleh makan sushi? Tentu saja boleh, meski begitu, makanan tersebut harus Anda berikan kepada anak dengan usia yang tepat, karena biasanya ikan mentah mungkin masih memiliki bakteri yang hidup di dalam-nya, dan beberapa ikan juga mengandung merkuri yang cukup tinggi.

ANak anak sendiri biasanya belum memiliki sistim kekebalan tubuh yang kuat seperti orang dewasa, hal ini tentu saja akan membuat mereka lebih riskan terkena infeksi atau sakit karena bakteri tersebut dibandingkan orang dewasa.

Banyak orang tua di Jepang sendiri mengenalkan sushi kepada anak mereka saat anak mereka berusia tiga tahun, tetapi ada juga ahli gizi yang mengatakan bahwa hal tersebut salah dimana seharusnya orang tua harus menunggu anaknya berusia lima tahun atau lebih untuk mengajarkan anak mereka untuk memakan ikan mentah.

Selain mempertimbangkan usia anak, orang tua harus memperhatikan cara yang tepat untuk mengenalkan sushi kepada si kecil, supaya tidak salah langkah, maka Anda harus perhatikan hal ini.

  • Pastikan anak menerima vaksin hepatitis A dan typhoid

Makan sushi dari ikan mentah akan meningkatkan risiko anak terkena infeksi seperti hepatitis A, typhoid, dan juga parasit, memang kasus ini jarang terjadi, tetapi Anda tetap tidak boleh menyepelekan hal tersebut.

Pastikan anak Anda telah menerima vaksin hepatitis A dan typhoid sebelum Anda mengenalkan sushi kepada anak Anda, kedua vaksin tersebut bisa Anda berikan ketika anak Anda berusia mulai dua tahun.

 

  • Pastikan Anak Bebas Alergi Seafood

Selain sudah mendapatkan vaksin, Anda juga harus mengetahui apakah anak Anda memiliki alergi seafood atau tidak, karena anak dengan kondisi memiliki alergi, mereka harus menghindari sushi maupun makanan olahan dari seafood agar gejala yang mereka miliki tidak kambuh.

Meski biasanya diketahui saat kecil, anak anak usia berapapun bisa memiliki alergi ini, dan jika anak Anda menunjukkan cirri-ciri alergi setelah makan sushi, maka Anda bisa langsung segera membawa anak Anda ke dokter.

 

  • Pilih Ikan Rendah Merkuri

Meski bernutrisi tinggi, beberapa ikan yang ada biasanya memiliki merkuri yang tinggi pada kandungannya, seperti ikan todak, marlin, mackerel, tilefish, dan tuna biasanya memiliki kandungan merkuri yang tinggi, dan sebagai gantinya Anda bisa memilih ikan yang rendah merkuri seperti cakalang, salom, ikan patin, ikan nila, ikan cod, atau udang.

 

  • Sesuaikan Porsi-nya

Makanan seperti sushi biasanya disajikan dengan tambahan telur, telur ikan, sayur, rumput laut kering, dan juga nasi. Hal tersebut tentu saja akan membuat sushi memiliki nutrisi yang baik bagi anak Anda, tetapi jangan lupa nasi akan menyumbangkan kalori yang cukup banyak sama seperti anak Anda yang makan ikan dengan nasi.

Jadi pastikan anak makan sushi sesuai dengan porsi makan seperti biasa, jika terlalu banyak makan sushi maka anak Anda bisa kekenyangan dan tentu saja hal tersebut tidak baik untuk anak Anda.

 

Be the first to write a comment.

Your feedback