Anak Susah Buang Air Besar? Atasi Dengan Ini!

Vana Vana,
1
Susah Buang Air Besar

Memiliki anak dan masih belum mengerti apa-apa terkadang sangat sulit untuk kita, terutama jika sang anak sedang susah buang air besar, bagi kita sebagai orang dewasa saja, sembelit sangatlah menyakitkan, dan jika itu terjadi pada anak-anak, maka tentu saja itu akan menyakitkan bagi sang anak, dan juga memusingkan bagi kita sebagai orang tua, dan bagaimana cara kita bisa mengatasi-nya atau yang lebih sering disebut dengan konstipasi?

Konstipasi sendiri adalah ketika seseorang ingin buang air besar dan dirinya sudah duduk atau jongkok di toilet, dan setelah menunggu sekian lama, tidak ada feses yang keluar meski dirinya sudah memaksa atau mendorong sekuat tenaga agar ada feses yang keluar, meski sudah sampai lelah, seseorang anak tersebut akan terus memaksa hingga feses milik-nya keluar, dan setelah keluar, sang anak masih merasa tidak nyaman karena dirinya tahu bahwa dirinya belum selesai untuk buang air besar, dan tentu saja itu menyiksa sang anak.

Konstipasi sendiri adalah hal yang normal bagi semua orang, tetapi tentu saja apabila hal tersebut terjadi pada sang anak, itu akan membuat kita sebagai orang tua juga tersiksa, konstipasi sendiri adalah gerakan usus yang keras dan menyakitkan, dan kebiasaan yang dimiliki oleh setiap anak adalah kebiasaan yang berbeda-beda.

Normal-nya buang air besar adalah sehari sekali, tetapi jika dalam waktu dua atau tiga hari, maka itu masih ada di batas wajar, dan Anda juga bisa mencurigai anak anda mengalami konstipas ketika dirinya tidak BAB lebih dari dua atau tiga hari tersebut, jika seperti itu, anda harus bertanya apakah sang anak mengalami sakit perut atau kram pada perut sang anak ketika susah buang air besar.

Konstipasi sendiri adalah hal yang wajar, tetapi jika dalam dua hingga tiga minggu sang anak hamper mengalami hal tersebut setiap hari, lebih baik kita membawa sang anak ke dokter, karena konstipasi tersebut menunjukkan bahwa sang anak bisa saja kekurangan cairan, kekurangan serat, terlalu banyak minum susu dan suka menahan rasa ingin BAB-nya terlalu lama, dan tentu saja ketika makin banyak kotoran di tubuh anak, maka itu akan sangat berbahaya bagi sang anak, balita sendiri biasanya mengerang kesakitan ketika BAB, dan itu bisa saja merupakan hal yang normal dan bukan berarti sang anak tidak mengalami konstipasi, dan jika bayi masih mendapatkan ASI, maka sang anak bisa saja konstipasi, tetapi jangan panic, karena ASI akan dicerna dengan baik di dalam tubuhnya, jadi orang tua tidak perlu khawatir untuk hal tersebut.

Dan jika sang anak anda masih mengalami konstipasi, berikut adalah cara untuk mengatasi-nya.

 

1. Tukar Cara Makan Anak

Jika anak sedang mengalami konstipasi, berikanlah makanan yang tinggi serat, dan kebutuhan serat untuk anak kita perhari adalah 25 gram, berikan buah maupun sayur-sayuran, kacang-kacangan, ubi, jagung, dan tomat juga merupakan salah satu sumber terbaik bagi serat.

Jangan berikan makanan yang bisa menyebabkan konstipasi berkelanjutan, susu sapi, keju, pisang, dan yogurt akan membuat anak makin sulit untuk BAB.

 

2. Berikan Asupan Cair

Berikanlah pada anak anda segelas jus buah, dan juga berikan minuman air putih juga kepada anak anda, ingat, anak anda butuh minimal delapan gelas perhari, dan tentu saja jika kekurangan cairan, anak anda bisa saja mengalami konstipasi dan akan sulit untuk sembuh dari hal tersebut, tentu saja hal itu akan membuat anda pusing, karena itu, anda harus terus mengingatkan sang anak untuk terus meminum air atau jus jika sang anak menyukai minum jus buah.

 

3. Terus Aktif

Ajaklah anak berolahraga atau beraktivitas di luar bersama teman atau bersama anda, karena dengan aktivitas tersebut, sang anak bisa lupa dengan konstipasi-nya dan juga bisa merangsang agar sang anak ingin BAB, gerakan aktif tentu dibutuhkan jika memang sang anak ingin terbiasa untuk buang air besar, karena dengan gerakan gerakan olahraga atau aktif, sang anak akan lupa dengan rasa menyakitkan karena tidak bisa BAB atau susah buang air besar.

 

4. Periksa Obat Yang Diminum Sang Anak

Apabila anak anda sedang meminum obat atau vitamin, anda harus mencoba mengecek obat atau vitamin tersebut apakah dari kedua hal tersebut ada kandungan yang membuat sang anak susah buang air besar, karena tentu saja ada obat yang bisa membuat kita jadi sulit BAB, dan jika memang karena kedua hal tersebut, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter, mungkin dokter akan memberikan obat dengan komposisi lain atau memang obat tersebut wajar diminum oleh anak anda, dan pastikan anda mengetahui hal tersebut, dan jika memang karena anak anda meminum vitamin, anda bisa mengganti vitamin pada anak anda tersebut menjadi vitamin yang berbeda yang tidak mengganggu saluran pencernaan sang anak.

 

5. Biasakan Miliki Jadwal

Hal ini penting bagi orang tua dan sang anak, biasakan sang anak untuk BAB pada pagi hari jangan menunggu hingga perut sang anak merasa mulas, karena dengan dibiasakan kita BAB pada pagi hari, itu

akan menjadi kebiasaan yang baik dan tentu saja sangat membantu sang anak untuk melakukan rutinitas tersebut, dan dengan rutinitas tersebut , sang anak tidak akan mengalami konstipasi dan dirinya akan terus disiplin untuk BAB pada pagi hari hingga dewasa nanti, orang tua sendiri juga biasa-nya melakukan hal ini agar tidak mengalami konstipasi.

Apabila anda sudah merasa melakukan kelima hal di-atas ini dan anak anda masih mengalami konstipasi, anda bisa langsung ke dokter, karena ditakutkan yang membuat konstipasi anak anda adalah masalah lain, dan tentu saja harus dokter yang melakukan pengecekan untuk hal tersebut.

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


  1. Kalau anak masih usia 0 – 6 bulan, konsumsi ibunya harus makanan-makanan sehat. Selain itu juga harus dalam jumlah yang cukup. Tujuannya biar ASInya sehat dan anak tidak mengalami sembelit atau susah BAB. Usia 0 – 6 bulan, yang dominan adalah konsumsi ASI. Makanan lain seperti susu buatan belum seberapa.

    Tetapi jika anak sudah tidak mengonsumsi ASI, maka jenis makanannya yang harus diperhatikan. Termasuk harus minum air putih yang cukup dan bisa melunakkan faces (tinja). Selain itu juga makan buah dan banyak sayur.

Your feedback

× Available Space for Lease