Maraknya Bullying di Sekolah, Ini Cara Melindungi Anak

piah.com

Bullying di sekolah bukanlah hal baru lagi. Dari tahun ke tahun, laporan akan kasus bullying semakin meningkat, terlebih di kalangan pelajar. Dengan maraknya kasus kekerasan dalam sekolah ini, setiap orang tua wajib memberikan perhatian ekstra kepada buah hatinya. Karena dampak dari tindakan bullying ini tidak bisa dianggap sepele. Korban bullying dapat mengalami trauma psikis dan kehilangan rasa percaya diri.

Lebih Jauh Tentang Bullying yang Membuat Anak Takut ke Sekolah

Bullying di Sekolah

Orami.co.id

 

Bullying di sekolah dapat diartikan sebagai tindakan penindasan terhadap teman sekolah yang dianggap lebih lemah atau paling lemah. Tindakan bullying dapat bermacam-macam jenisnya, mulai dari penindasan verbal berupa ejekan atau ledekan, hingga kekerasan fisik. Dalam lingkungan sekolah, tindakan bullying ini bisa diartikan sebagai warisan turun-temurun yang tidak berujung. Siklusnya selalu sama dari waktu ke waktu.

Kasus bullying biasanya berawal dari seorang anak yang mengalami penindasan dari temannya yang lebih kuat. Karena tidak mampu membalas, Dia kemudian melampiaskan amarahnya dengan menindas anak lain yang lebih lemah dari dirinya. Beberapa kasus bullying bermula dari saling mengejek, hingga kemudian terus membesar dan melibatkan kekerasan fisik. Selain itu, tindakan penindasan ini juga bisa terinspirasi oleh adegan kekerasan yang sering ditayangkan oleh program televisi.

Sama seperti kasus-kasus kekerasan pada umumnya, bullying di sekolah juga dapat meninggalkan efek, baik bagi korban maupun bagi pelaku. Korban bullying dapat mengalami krisis identitas, kehilangan rasa percaya diri, benci ke sekolah, hingga trauma yang mendalam. Sedangkan pelaku, jika terus dibiarkan dia akan tumbuh menjadi sosok yang kejam bahkan jahat.

Sayangnya, tidak semua orang tua menyadari bahwa anaknya menjadi korban bullying. Ditambah, si anak juga takut mengungkapkan perlakuan penindasan yang dia terima. Meski demikian, beberapa ciri-ciri tersebut dapat Anda gunakan sebagai acuan untuk mengenali gejala-gejala korban penindasan pada buah hati Anda:

  1. Si kecil mengalami kesulitan tidur.
  2. Enggan atau malas ke sekolah tanpa mampu memberikan alasan yang jelas.
  3. Menunjukkan penurunan minat pada hal-hal yang biasanya menarik perhatiannya.
  4. Si kecil menunjukkan emosi yang labil dan mudah tersinggung atau marah karena hal-hal sepele.
  5. Susah konsentrasi
  6. Tampak lesu, gelisah, dan putus asa terus menerus.

 

Cara Melindungi Anak dari Bullying di Sekolah

bodrexin.com

 

Untuk melindungi si kecil dari penindasan oleh teman-temannya di lingkungan sekolah, berikut ini beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan:

Berdayakan si kecil untuk bergaul.

jupo.info

 

Ajarkan kepada anak Anda untuk bergaul dan bersahabat dengan banyak orang. Sehingga ketika dia mengalami bullying, akan ada banyak teman yang membelanya. Tidak ada salahnya memberikan sedikit masukan kepada anak untuk mengabaikan bullying yang bersifat ringan, seperti ejekan atau gangguan non fisik.

Ajarkan anak untuk menjalin persahabatan di luar sekolah.

Orami.co.id

 

Dorong anak untuk mengikuti kegiatan di luar sekolah, seperti ikut ekstrakurikuler, pramuka, atau kegiatan sosial lainnya. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, anak akan terbiasa bersosialisasi dan lebih siap dalam mengatasi situasi tidak nyaman yang sedang dihadapi.

Meminta bantuan pihak sekolah atau guru kelas.

Kompasiana.com

 

Jika aksi penindasan yang diterima oleh anak Anda sudah melewati batas, tidak ada salahnya berdiskusi dengan pihak sekolah atau guru kelas untuk membahas solusinya.

Berbicara langsung dengan pelaku bullying

mengatasisiswa.blogspot.com

 

Pelaku bullying biasanya bertindak jahat terhadap orang lain karena untuk menutupi kekurangannya sendiri. Pada dasarnya, merekapun pengecut. Oleh karena itu, para pelaku bullying mudah dijinakkan dan diambil alih kekuasaannya.

Terus berikan perhatian kepada anak Anda

Orami.co.id

 

Anak korban bullying membutuhkan perhatian ekstra. Karenanya, tetap pantau keadaan si kecil dan pelaku bullying. Segera hubungi pihak sekolah jika keadaan tidak membaik.

Perlu peran serta banyak pihak dalam menghentikan budaya bullying di sekolah yang telah mengakar. Yang terpenting dari semua itu adalah ajarkan anak Anda untuk selalu terbuka dan menceritakan apapun yang dia alami di sekolah. Dengan begitu Anda, akan segera menyadari dan cepat tanggap terhadap apapun yang terjadi pada buah hati Anda.

Exit mobile version