7 Tips Mendidik Anak Remaja Agar Tidak Melakukan Bullying ke Orang Lain

Sebuah studi yang dicatat dalam The American Journal of Psychiatry memaparkan bahwa anak-anak yang menjadi korban bullying berisiko besar menderita gangguan kognitif, fisik, dan mental sampai 40 tahun setelahnya. Oleh karena itu, segera ambil tindakan jika anak menjadi tukang bully di sekolahnya. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mendidik anak remaja agar dia tidak melakukan bullying pada orang lain.

Bersikap Tegas Kepadanya

Mendidik Anak Remaja

pixabay.com

Ketika Anda tahu anak melakukan bullying kepada temannya, jangan didiamkan. Segera ajak dia untuk berbicara secara serius. Pastikan bahwa anak mengerti sikap itu bukan sesuatu yang harus diulanginya. Selain itu, tunjukkan pula kepadanya kalau Anda tidak pernah memberi toleransi terhadap tindakan bullying dalam bentuk apapun, baik itu di luar ataupun di dalam rumah.

Memberi Hukuman Sebagai Konsekuensi

Dalam mendidik anak remaja, orang tua perlu menunjukkan sikap tegas. Sebagai contohnya, saat Anda tahu bahwa dia melakukan bullying pada teman sekelasnya, beri dia hukuman yang bisa memberinya efek jera. Apabila dia melakukan bullying dalam bentuk verbal, entah itu lewat jejaring sosial atau platform pesan instan, sita PC atau ponsel pintarnya untuk sementara waktu.

Cari Tahu Pemicunya

pixabay.com

Bagaimanapun, anak tetap berhak memberi sanggahan atas sikapnya. Oleh karenanya, beri dia waktu untuk menjelaskan hal tersebut kepada Anda. Namun, jangan langsung menelan informasi itu seutuhnya, ya. Coba lakukan validasi ke sekolahnya. Anda bisa bertanya kepada wali kelas atau guru konselingnya, tentang pergaulan anak saat di sekolah. Setelah itu, barulah tarik kesimpulan mengenai pemicu dari sikap anak yang suka melakukan bullying kepada orang lain.

Coba Lakukan Introspeksi Diri

Dukungan orang tua adalah kunci untuk mendidik anak remaja menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika anak melakukan suatu kesalahan, Anda tidak perlu langsung memarahinya. Cobalah untuk merenung sejenak dan melakukan introspeksi diri. Apakah sikap anak yang agresif adalah hasil refleksi dari apa yang dia lihat di rumahnya?

Mengajarkan Sikap Empati Sedini Mungkin

pixabay.com

Ajarkan sikap empati sedini mungkin kepada anak. Dengan demikian, dia tidak akan melakukan hal buruk kepada orang lain. Saat Anda memiliki waktu luang, misalnya, ajak anak untuk menghadiri acara-acara bertema sosial. Kenalkan dia kepada orang-orang yang berbeda darinya, entah itu dari segi ras, agama, suku, warna kulit, dan lain sebagainya. Cara ini cukup efektif dalam mendidik anak remaja yang sedang mencari jati diri, lho.

Menjadi Panutan yang Baik untuknya

Anak akan meniru cara orang tua berinteraksi, entah itu dengan dirinya ataupun orang lain. Maka dari itu, orang tua perlu bersikap hati-hati ketika berada di sekitar anak. Sebisa mungkin jangan bersikap agresif di depan anak. Namun, apabila Anda merasa tidak bisa menahan emosi, segera pergi dari hadapannya. Dengan memberi contoh yang baik untuknya, anak tentu akan menjadi pribadi yang lebih berempati dengan lingkungan sosialnya.

Beri Pujian Untuk Hal Positif yang Dilakukannya

pixabay.com

Pada beberapa kasus, anak sengaja melakukan bullying hanya untuk menarik perhatian orang tua mereka. Karena itu, selalu beri anak dukungan untuk segala hal baik yang telah dilakukannya. Perhatian sekecil apapun dari Anda akan sangat berarti baginya. Jadi, sebisa mungkin luangkan waktu untuk mendengarkan ceritanya, atau sekadar memberinya pujian saat dia melakukan hal positif.

Inilah beberapa tips mendidik anak remaja yang bisa Anda coba di rumah. Juga, selalu tegaskan kepada anak bahwa menjadi tukang bully bukan sesuatu yang membanggakan, dan itu hanya dilakukan oleh mereka yang tidak percaya diri, ya.

Exit mobile version