Mengenal Konsep Homeschooling untuk Balita yang Bisa Diterapkan Orang Tua

Jessica,
1
Homeschooling

Anda pernah dengar konsep homeschooling? Metode pendidikan alternatif ini dilakukan dari rumah dan biasanya di bawah pengarahan khusus. Bisa oleh orang tua langsung atau guru pendamping. Tidak perlu cemas jika menerapkan metode tersebut. Jika tahu konsepnya, homeschooling untuk balita atau anak usia sekolah dapat dilakukan dengan tepat. Cari tahu di sini, ya.

Bagi pendidik, balita atau anak berusia di bawah enam tahun memiliki karakternya sendiri. Menurut penelitian pakar pendidikan, ada balita yang kurang cocok untuk bersekolah di lembaga pendidikan umum seperti Taman Kanak-Kanak atau Kelompok Bermain. Homeschooling sebenarnya bisa jadi alternatif terbaik agar balita Anda mengenal konsep sekolah.

Lalu, seperti apakah konsep homeschooling tersebut? Apakah cocok diterapkan kepada balita?

Sejarah Homeschooling

Sejarah Homeschooling

Sejarah Homeschooling

Awalnya konsep homeschooling atau sekolah rumah ini dikenal pada tahun 1960-an di Amerika Serikat. Semua berasal dari sikap kritis pakar pendidikan dan pemerhati anak bernama John Caldwell Holt dan Pat Farenga. Keduanya berpartner menulis buku dengan judul “Teach Your Own” John Holt juga menulis buku berjudul “How Children Fail” di tahun 1964. Menurutnya manusia adalah makhluk pembelajar dan senang belajar tanpa harus ditunjukkan cara belajar.

Filosofi inilah yang mendorong terjadi perbincangan hangat di antara orang tua, psikolog dan pemerhati pendidikan anak di negeri Paman Sam. Holt berkata bahwa kegagalan akademis siswa bukan akibat kesalahan mereka, tapi karena sistem sekolah itu sendiri.

Hal ini mendorong Ray dan Dorothy Moore melakukan penelitian lanjutan dan menghasilkan kesimpulan di mana orang tua memiliki kecenderungan menyekolahkan anak lebih awal. Padahal di usia tertentu, pengajaran dari rumah sudah memadai.

Mulailah konsep homeschooling diperkenalkan dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1966. Bahkan tokoh pendidikan dan pahlawan bangsa seperti Ki Hadjar Dewantara, Buya Hamka, dan Kiai Agus Salim menerapkan konsep tersebut. Namun, konsep homeschooling untuk balita dan anak mulai terkenal di Indonesia pada tahun 2005 dan seterusnya.

Konsep Homeschooling

Homeschooling

Homeschooling

Biasanya homeschooling diterapkan pada keluarga yang menolak sistem akademis di lembaga pendidikan umum seperti sekolah. Termasuk sekolah negeri atau swasta.

Konsep homeschooling memiliki manfaat tersendiri bagi interaksi anak dan orang tua. Begitu pula dengan homeschooling untuk balita. Balita di usianya yang masih dini terdorong oleh inisiatif belajar. Mereka melihat dari lingkungan terdekat, yaitu rumah. Di rumah, balita dapat belajar banyak hal dari orang tua dan guru pendamping.

Jika tertarik menerapkan konsep homeschooling untuk balita, persiapkan diri sebaik mungkin.  Orang tua bisa bergabung dengan komunitas homeschooling untuk mendapatkan materi pengajaran dan bimbingan. Dapat pula bertukar saran mengenai apa saja yang kelak akan diajarkan pada balita.

Ingat bahwa setiap anak memiliki bakat dan kecerdasan yang berbeda dengan teman sebayanya. Gali potensi balita dengan cara yang menyenangkan. Selain bergabung dengan komunitas, metode homeschooling untuk balita lainnya bisa dilihat di internet. Di dunia maya banyak keluarga yang secara terbuka memberikan saran, metode, dan cara homeschooling bagi mereka yang awam.

Orang tua harus memastikan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kecerdasan dan keinginan dasar anak, untuk belajar sebanyak mungkin hal baru di sekitarnya. Namun, kurikulum tersebut harus membuatnya tidak merasa terkekang dan berani mengeksplorasi bakat dan kemampuannya. Seperti komitmen internasional tentang homeschooling yaitu, “A World Fit for Children”.

Intinya, konsep homeschooling untuk balita dapat diterapkan jika orang tua percaya diri dan memperoleh sebanyak mungkin bahan serta bimbingan terbaik. Kemudian, sesuaikan dengan karakter balita Anda dan lakukan dengan hati senang. Interaksi dengan lingkungan dan teman sebaya dapat dilakukan dengan cara lain tanpa harus sekolah formal.

Nah, bagaimana? Apakah siap menerapkan konsep homeschooling ini? Selamat belajar bersama balita tersayang, ya.

Feedback


  1. Siap… informasi dari educenter sangat bermanfaat

Your feedback