Mengatasi Masalah Sulit Tidur Pada Anak

Tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan serta melancarkan tumbuh kembang anak. Sulit tidur pada anak dapat menyebabkan masalah serius, baik pada aspek fisik maupun psikologis, jika tidak diobati. Anak yang susah tidur juga dapat mengembangkan masalah perilaku, yang akhirnya akan ikut memengaruhi kestabilan emosional orang tua.

Kebiasaan tidur yang sehat dimulai dari rutinitas di rumah. Pastikan Anda melakukan berbagai tips di bawah ini untuk memulai rutinitas tidur yang sehat pada anak.

Ciptakan Rutinitas Sebelum Tidur yang Menyenangkan

Kegiatan Sebelum Tidur

Kegiatan Sebelum Tidur

Salah satu masalah penyebab sulit tidur pada anak adalah tidak adanya “transisi” antara aktivitas harian dan jam tidur. Rutinitas sebelum tidur yang menyenangkan akan membuat anak merasa santai, serta lebih mudah menyambut datangnya kantuk. Misalnya, Anda bisa membuat anak melakukan hal-hal seperti mencuci tangan dan kaki, menyikat gigi, serta membaca buku cerita. Anda juga bisa mendongeng untuk anak sebelum tidur.

Jika Anda sudah mengajak anak membiasakan diri dengan rutinitas sebelum tidur, pastikan menjaga agar kegiatan tersebut selalu sama setiap hari, agar anak terbiasa mengasosiasikan mereka dengan waktu tidur.

Ciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur Anak

Kamar Nyaman

Untuk membuat anak cepat tertidur, kamar tidurnya harus menjadi tempat yang aman dan nyaman. Selain bersih, nyaman, dan bebas dari keributan, kamar juga harus menjadi tempat dengan asosiasi positif bagi anak. Misalnya, jika si kecil melakukan kesalahan, jangan memarahinya di dalam kamar, atau menghukumnya dengan cara menyuruhnya tidur cepat. Hal ini akan membuat si anak mengasosiasikan kamar tidur dengan hal-hal negatif.

Jangan Melakukan Kegiatan Energik di dekat Anak

Menyalakan TV

Masalah sulit tidur pada anak bisa terjadi jika ada seseorang yang melakukan kegiatan energik di dekatnya (atau di dekat kamarnya). Jika Anda ingin si kecil tertidur cepat, jangan menyalakan televisi, membersihkan rumah, atau memutar musik keras-keras di dekatnya. Pastikan Anda sekeluarga mengurangi sedikit intensitas kegiatan di dalam rumah ketika sudah mendekati waktu tidur.

Kurangi Asupan Gula dan Kafein

Gula & Kafein

Kafein tidak hanya ada di dalam kopi, tetapi juga di dalam jajanan dan minuman lain yang mungkin Anda berikan pada anak tanpa Anda sadari, misalnya teh, soda, atau cokelat. Memberikan makanan dan minuman yang mengandung kafein menjelang waktu tidur dapat membuat anak sulit memejamkan mata. Hal yang sama berlaku untuk gula, misalnya asupan permen, jus kotak, dan kue-kue yang berlebihan setelah makan malam.

Ajari Anak Tidur Tanpa Anda

Anak Tidur Sendiri

Terlalu lama mendampingi anak di tempat tidur bisa membuat anak sulit tidur jika ditinggal sendiri. Jangan tergoda untuk terus berada di sisi anak sampai tertidur. Latih anak agar mandiri dengan cara menemaninya menjelang tidur, tetapi tinggalkan kamar ketika anak mulai mengantuk. Dengan demikian, anak akan mengasosiasikan kenyamanan dan rasa kantuk dengan tidur sendiri, sehingga tidak lagi merasa takut.

Jauhkan Anak dari Perangkat dengan Layar

Ketergantungan Anak

Saat ini, perangkat seperti ponsel dan tablet sudah menjadi bagian dari banyak keluarga, dan bahkan telah digunakan oleh anak yang masih sangat kecil. Jangan biarkan hal ini menjadi sebuah ketergantungan, terutama untuk si kecil. Masalah sulit tidur pada anak bisa terjadi jika anak terlalu banyak menerima stimulasi dari video atau permainan. Selain itu, radiasi yang terpancar dari layar juga akan membuat anak sulit tidur.

Idealnya, Anda sebaiknya tidak mengenalkan ponsel atau tablet terlalu dini pada anak. Akan tetapi, jika hal tersebut tidak memungkinkan, pastikan anak tidak menatap layar satu jam sebelum tidur.

Masalah sulit tidur pada anak dialami oleh sebagian besar keluarga, namun Anda bisa mengatasinya dengan cara membentuk kebiasaan tidur yang baik sejak dini.

Exit mobile version