Mengapa Beralih ke TV Digital?

Ris,
0
Mengapa Beralih ke TV Digital?

 

Pada tanggal 3 November 2022 yang lalu, TV analog secara resmi disuntik mati dan digantikan dengan TV digital. Persiapan peralihan dari TV analog ke TV digital yang dinamai ASO (Analog Switch Off) ini sudah dimulai sejak tahun 2012 yang lalu. Keputusan ini telah dicantumkan pada Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dengan peralihan TV analog ke TV digital, masyarakat Indonesia diharapkan dapat menikmati siaran TV dengan kualitas yang lebih baik lagi.

 

Perbedaan TV analog dan TV digital

 

Via Freepik

 

Pada dasarnya isi siaran TV analog dan TV digital itu sama karena jaringan televisi di Indonesia pun masih sama. Lantas apa yang membedakan TV analog dan TV digital? Setidaknya ada 5 aspek yang berbeda, yakni:

  • Sinyal

TV analog menerima sinyal antena UHF yang rentan mengalami noise, gangguan, dan distorsi. Sedangkan TV digital menggunakan sinyal digital yang lebih stabil.

  • Pemancar TV

TV analog memiliki ketergantungan terhadap jarak stasiun pemancar televisi. Semakin jauh jaraknya, maka gambar tayangan akan berbayang dan bersemut. Sementara kualitas tayangan TV digital tidak tergantung pada jaraknya dengan pemancar.

  • TV yang digunakan

Secara fisik, TV analog memiliki bentuk besar dengan bagian belakang yang menonjol atau biasa dikenal sebagai TV tabung. Meski demikian, modern ini TV analog juga banyak yang sudah menggunakan LED sehingga bentuknya ramping.

Sedangkan TV digital memiliki desain yang ramping seperti TV LED pada umumnya. Namun sistem di dalamnya sudah menggunakan pemancar DVB-T/T2. Beberapa smart TV ada yang sudah tergolong dalam TV digital.

  • Fitur

TV analog sama sekali tidak memiliki fitur. Anda hanya bisa menonton siaran yang tengah berlangsung saat itu. Berbeda dengan TV digital yang memiliki fitur layanan interaktif dan menyediakan jadwal acara yang akan tayang (Electronic Program Guide).

  • Kualitas gambar tayangan

TV analog memiliki ukuran resolusi yang terbatas dengan visual apa adanya. Hal ini dikarenakan keterbatasan bandwidth. Kadang, suara juga terpengaruh menjadi lebih banyak noise.
TV digital memiliki bandwicth yang lebih luas sehingga kualitas gambar tayangan pun jadi lebih jernih. Resolusi yang ditawarkan pun beragam mulai dari HD (High Definition) hingga 4K.

 

Mengapa harus beralih ke TV Digital?

 

Via Freepik

 

Banyak orang sudah terbiasa dengan tontonan di TV analog, lalu mengapa justru ditiadakan modern ini? Ada banyak pertimbangan dari pemerintah. Pertama, kualitas gambar dan suara lebih bagus sehingga masyarakat akan semakin nyaman menonton. Kedua, nantinya akan ada banyak program televisi yang dapat ditonton.

Ketiga, siaran TV digital memiliki spektrum frekuensi radio yang efisien dan dapat menghemat spektrum hingga 700 MHz. Jumlah spektrum yang tersisa usai penghentian TV analog akan dialihkan untuk jaringan komunikasi 4G dan 5G. Peningkatan jumlah jaringan komunikasi ini tentu akan meningkatkan kualitas komunikasi seluruh masyarakat Indonesia, dalam bentuk layanan telepon ataupun internet.

Keempat, TV digital ini memungkinkan untuk disematkan early warning system. Alat ini berfungsi untuk menyampaikan keadaan darurat atau bencana pada suatu wilayah.

 

Set top box TV digital

 

Via Suara Merdeka

 

Untuk dapat menikmati siaran TV digital, masyarakat harus mengganti TV analog di rumahnya dengan TV digital. Masyarakat yang tergolong dalam kategori tidak mampu, akan diberikan bantuan berupa set top box (STB) TV digital secara gratis oleh pemerintah. Alat bantu ini akan menyalurkan sinyal TV digital sehingga tetap bisa dinikmati tanpa mengganti TV analog yang lama.

Siapa yang sudah menikmati siaran TV digital dan merasakan perbedaannya?

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 1123

No votes so far! Be the first to rate this post.

Be the first to write a comment.

Your feedback

× Available Space for Lease