Yuk, Berkenalan dengan Kurikulum Pendidikan yang Pernah Berlaku di Indonesia

4.bp.blogspot.com

Kurikulum pendidikan merupakan suatu landasan untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kurikulum sendiri adalah sistem pendidikan yang terdiri atas seperangkat mata pelajaran yang wajib diajarkan. Mata pelajaran tersebut akan dijabarkan mulai dari tujuan, materi, metode, evaluasi, dan sumber belajar yang digunakan.

Di Indonesia, kurikulum pendidikan telah mengalami pergantian sebanyak 10 kali. Pergantian tersebut diawali dengan masa peninjauan. Setelah itu, ada kurikulum yang disempurnakan dan ada yang diganti.

Bagi Anda yang masih awam dengan kurikulum pendidikan yang pernah berlaku di Indonesia, berikut ini adalah 5 kurikulum yang pernah diterapkan mulai dari tahun 1984 sampai sekarang.

Kurikulum 1984

imgv2-2-f.scribdassets.com

imgv2-2-f.scribdassets.comurikulum 1984

Sebelum kurikulum 1984 disahkan, Indonesia telah menggunakan kurikulum pandahulunya, yaitu kurikulum 1947, 1952, 1964, 1968, 1975. Kelimanya memuat uraian mata pelajaran yang diajarkan di sekolah serta garis besar pengajarannya.

Kurikulum 1984 menyebutkan pula teknik mengajar, selain pembagian mata pelajaran berdasarkan kelompok-kelompok tertentu. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) merupakan metode pengajaran di sekolah yang paling dikenal sebagai warisan dari kurikulum pendidikan ini.

Model belajar CBSA adalah siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Proses belajar dimulai dari mengamati, mengelompokkan, mendiskusikan, dan melaporkan. Meskipun metode ini menggunakan pendekatan proses, hasil belajar juga masih menjadi hal yang cukup penting.

Kurikulum 1994

imgv2-2-f.scribdassets.com

Sepuluh tahun kemudian, Kurikulum 1984 diganti. Kurikulum pengganti ini menekankan pada mata pelajaran yang bersifat nasional dan muatan lokal. Siswa mempelajari banyak hal, mulai mata pelajaran wajib sampai dengan bahasa daerah, kesenian, dan keterampilan lain.

Kurikulum 1994 dikenal sebagai kurikulum yang berorientasi pada mata pelajaran. Setelah diberlakukan, kurikulum ini mendapatkan kritik karena beban siswa terlalu berat.

Kurikulum 2004

slideplayer.info

Penggnati kurikulum 1994 adalah Kurikulum 2004 atau yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa, baik secara individu atau kelas.

Kurikulum ini menuntut guru untuk membuat indikator-indikator pembelajaran pada setiap materi yang diajarkan kepada siswa. Hal tersebut untuk memudahkan guru untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Selain itu, indikator juga memudahkan adanya evaluasi pembelajaran.

Kurikulum ini cukup longgar karena guru diberi kebebasan untuk menentukan model dan sumber pengajaran. Guru diperbolehkan menggunakan metode mengajar apa saja asalakan kompetensi dasar siswa tercapai. Sumber belajar juga tidak harus dari guru. Akan tetapi, diperbolehkan memakai media yang membantu guru menjelaskan materi kepada siswa.

Kurikulum 2006

1.bp.blogspot.com

Tidak berselang lama dari penetapan Kurikulum 2004, diadakan peninjauan sehingga terbit Kurikulum 2006. Kurikulum ini diberi nama KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

Perbedaan kurikulum ini dengan KBK adalah kewenangan penyusun kurikulum. Jika dulu guru harus mengajar sesuai dengan penjabaran kurikulum dari pemerintah, pada KTSP guru diberi kewenangan untuk mengembangkan kurikulum.

Guru diwajibkan membuat pengangkat mengajar yang diberi nama KTSP. Perangkat tersebut berisi pengembangan kurikulum sesuai kondisi siswa yang diajar.

Kurikulum dari pemerintah menyediakan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sebagai hal pokok yang harus dikuasai oleh siswa. Guru diberi kewenangan untuk menentukan indikator, materi, metode mengajar, dan evalusi yang dianggap paling tepat sesuai kondisi siswa dan sekolah untuk mencapai kompetensi dasar tersebut.

Kurikulum 2013

3.bp.blogspot.com

Kurikulum pendidikan yang berlaku di Indonesia saat ini adalah Kurikulum 2013. Kurikulum ini didesain untuk menyempurnakan KTSP. Penyempurnaan tersebut terlihat dari jumlah jam per minggu untuk beberapa mata pelajaran yang ditinjau ulang sehingga ada yang ditambah atau dikurangi.

Perbedaan lain dengan kurikulum sebelumnya adalah evaluasi. Jenis evaluasi lebih detail untuk menilai proses belajar siswa. Penilaian tersebut meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku.

Itulah beberapa kurikulum pendidikan yang pernah dan masih berlaku sampai sekarang. Peninjauan kurikulum sangat diperlukan untuk perbaikan. Akan tetapi, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjalankan kurikulum juga sangat penting. Tujuannya agar kurikulum tersebut tidak sekadar berubah nama, tetapi juga isinya.

Exit mobile version