Kekurangan Protein? Ini Tandanya

kekurangan protein

Setiap anak-anak memiliki kebutuhan sendiri setiap saat, dan salah satunya adalah protein, protein sangatlah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak anda, sehingga jika anak anda kekurangan hal tersebut maka akan banyak efek samping yang akan di alami oleh anak anda.

Protein sendiri memiliki banyak fungsi seperti membawa oksigen, membentuk obat, dan juga jaringan tubuh, dan mereka merupakan sumber energi, pembentuk antibodi, dan juga membantu koordinasi anggota gerak tubuh, dan jika kekurangan hal tersebut maka anak anda akan mengalami tanda dan gejala tertentu, dan berikut efeknya bagi si kecil, ini dia efek negatif jika anak anda kekurangan zat tersebut.

Suasana hati hingga depresi

Perasaan cemas dan depresi biasanya berasal dari otak dan anak yang kekurangan zat tersebut bisa membuat anak akan sering merasa cemas dan bisa sampai depresi.

Hal itu karena otak kekurangan nutrisi penting yakni asam amino, sedangkan salah satu yang bisa didapatnya memiliki makanan dengan kandungan protein, otak sendiri akan memakai asam amino tersebut untuk membuat neurotransmitter.

Hal yang didapatkan dari neurotransmitter tersebut akan membuat diri anak merasa bahagia dan tenang dan terjauh dari rasa cemas berlebih dan juga depresi.

Menjadi bawel

Anak yang kurang protein akan menjadi bawel dan memiliki mood buruk, hal ini dikarenakan omega 3 di dalam jenis jenis ikan seperti salmon, sarden, teri, dan makarel akan membuat hati anak lebih stabil dan membuat mereka tidak menjadi bad mood.

Lemak jenuh yang berasal dari mentega dan minyak kelapa akan melindungi omega 3 di otak.

Menjadi lapar

Ketika anda melihat anak anda sering makan makanan ringan tetapi malas makan besar bisa saja itu menjadi salah satu tanda bahwa anak anda kekurangan protein, dan anak yang mudah lapar terjadi karena nutrisi harian mereka tak terpenuhi.

Kandungan makanan harian anak seperti makanan laut, keju, sayur, buah, dan lemak tambahan tidak terpenuhi, dan jika anak anda sering makan makanan olahan yang hanya tinggi kalori saja maka anak akan kekurangan gizi salah satunya adalah protein.

Efek dari hal tersebut adalah rasa lapar terus menerus yang membuat anak anda tentu saja tidak heran merasa lapar dan ingin makan makanan ringan terus menerus.

Mudah lelah

Jika anak anda merasakan kurang protein dalam waktu seminggu hal tersebut akan terpengaruh pada postur dan gerakannya dan semakin lama dampak kekurangan hal tersebut akan membuat massa otot dan sulit menjaga keseimbangan dan memperlambat metabolisme tubuh, hal tersebut tentu saja akan membuat anak anda malas gerak.

Hal itu membuat anak bisa mengalami anemia dimana sel tubuh anak tidak mendapatkan cukup oksigen dan anak akan merasa cepat lelah ketika melakukan sesuatu maupun ketika habis bermain.

Jika sakit sulit sembuh

Kekurangan zat tersebut bisa menjadi fatal karena asam amino dari protein akan mempengaruhi sistim imun tubuh anak, dan saat asamamino tersebut tidak terpenuhi maka tubuh tidak akan bisa membentuk antibodi yang bisa mengaktifkan sel darah putih.

Sel darah putih sendiri bisa melawan berbagai virus, bakteri, dan juga toksin tentu saja hal tersebut menjadi hal yang merugikan anak anda dan diri anda.

Jika anak anda memiliki ciri seperti di-atas maka anda bisa mulai sering memberikan makanan yang memiliki kandungan protein kepada anak anda agar anak anda memiliki asupan yang cukup.

Exit mobile version