5 Kesalahan Orangtua yang Membuat Anak Malas Belajar di Sekolah

Anak Anda malas belajar? Anak yang malas belajar memang seringkali menyebalkan. Sebagai orangtua, Anda pun mungkin akan merasa gagal. Banyak orangtua dengan anak yang malas belajar menyalahkan anak dan menganggap bahwa kondisi tersebut terjadi lantaran kebiasaan buruk anak atau pengaruh yang tidak baik dari teman-temannya. Padahal bisa saja lho, perilaku anak yang malas belajar ini dipengaruhi oleh orangtua.

Lalu apa saja sih perilaku orang tua yang tanpa disadari membuat anak malas belajar? Coba renungkan apakah hal-hal ini ada pada diri Anda atau tidak:

Terlalu menekan anak

Terlalu menekan anak

pixabay.com

Ada perbedaan besar antara mendukung anak dengan memaksa anak untuk belajar. Orangtua yang selalu mendukung anak tahu bahwa anak, layaknya manusia pada umumnya, memiliki rasa lelah. Mereka butuh bermain, mereka butuh beristirahat, bahkan mereka juga tak bisa selalu mendapatkan nilai yang bagus.

Sementara itu, orang tua yang hobi memaksa anak menganggap bahwa hanya dengan belajar keras tanpa kenal lelah lah maka anak bisa mendapatkan nilai yang bagus.

Tegaskan pada anak untuk belajar sesuai waktunya, tetapi izinkan juga anak untuk bermain. Tidak selamanya bermain itu memiliki konotasi negatif kok. Kadang, saat bermain, anak-anak juga bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru yang amat berguna untuk menunjang kehidupannya di masa mendatang.

Hanya menyuruh, tanpa mengajari

pixabay.com

Ada banyak orang tua yang hanya menyuruh anak untuk belajar, memarahinya saat mendapat nilai jelek, tapi sama sekali tidak pernah membantu anak untuk belajar. Orang tua tipe ini pada saat ditanya oleh anak mengenai materi pelajaran mereka selalu menjawab tidak tahu dan malah menyalahkan anak.

Bila anak malas belajar karena kondisi ini, jelas orang tua memiliki kesalahan yang besar. Anak-anak memang harus belajar, tetapi begitu pula orangtua. Ketika Anda memutuskan untuk menjadi orang tua berarti Anda telah memutuskan untuk menjadi murid baru kehidupan ini.

Pelajarilah apa yang anak-anak Anda pelajari di sekolah. Bantu mereka semampu Anda dan selalu mencoba untuk mencari tahu apa yang mereka tanyakan. Jangan cuek dan jangan juga rasa malas untuk mencari informasi. Lagipula, seiring dengan perkembangan zaman, mencari informasi pun semakin mudah kok, termasuk informasi terkait mata pelajaran yang harus dipelajari anak.

Terlalu sibuk

pixabay.com

Ada banyak orang tua yang tidak punya waktu untuk anak-anaknya karena sibuk untuk mencari uang. Memang  untuk membesarkan anak kita membutuhkan dana yang cukup. Namun Anda harus bisa menyeimbangkan antara karier dan juga kebutuhan ana

Bila anda memiliki kesibukan di hari Senin dan Jumat, cobalah untuk berfokus pada anak anda di hari Sabtu dan Minggu, atau sepulang Anda bekerja. Orangtua yang terlalu sibuk kadang membuat anak menjadi kehilangan motivasi untuk belajar. Mereka berpikir bahwa orangtua tidak perhatian dengan mereka. Jadi, untuk apa mereka harus berprestasi kalau orang tuanya sendiri tidak terlalu perhatian?

Hobi bertengkar

pixabay.com

Orang tua yang tidak harmonis akan membuat anak merasa malas untuk menjalani semua hal terlebih belajar. Perasaan tertekan, stres, dan tidak bisa fokus akan timbul pada diri anak. Bila Anda memiliki masalah dengan pasangan coba selesaikan di belakang.

Misalnya, saat anak-anak sekolah, saat anak-anak tidur, atau saat dia sedang bermain. Jangan membiasakan diri bertengkar di depan anak bila tak ingin anak malas belajar.

Hobi mengeluh

pixabay.com

Anda memiliki banyak masalah? Sebaiknya jangan semuanya diutarakan kepada anak. Mengatakan semua masalah Anda setiap hari kepada anak justru akan menurunkan semangat anak untuk belajar. Anak merasa bahwa orangtuanya tidak mampu untuk menunjang kehidupannya dan kehadirannya hanya menyusahkan saja. Wajar bila kondisi ini membuat anak malas belajar.

Itulah beberapa perilaku orang tua yang buat anak malas belajar. Sebelum terlambat, yuk hindari perbuatan-perbuatan tersebut. Anda tidak mau bukan anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan juga tidak semangat dalam mengejar cita-citanya?

Exit mobile version